Sebelum insiden hilangnya Sukhoi SuperJet 100, Indonesia adalah calon pemesan terbanyak didunia pesawat Rusia itu. Kartika Airlines bahkan sepakat membeli 30 armada sedangkan Sky Aviation berniat untuk membeli 12 unit pesawat Sukhoi SuperJet .

Agustus tahun lalu, maskapai penerbangan regional, Sky Aviation sepakat untuk membeli 12 unit pesawat Sukhoi SuperJet 100. Sebelumnya, yakni pada 2010, Kartika Airlines bahkan setuju membeli 30 unit.

Dalam kesepakatan itu, pesawat-pesawat itu akan dikirim ke Tanah Air mulai tahun ini. Dengan begitu, Indonesia menjadi calon negara pemesan terbanyak pesawat tersebut.

Sejauh ini, SuperJet 100 sudah diterbangkan dua maskapai penerbangan. Keduanya yakni Aeroflot dari Rusia dan Armavia, maskapai penerbangan Armenia. Tetapi, sejumlah maskapai lain disebut-sebut sudah mengordernya.

Penerbangan komersial pertama yang menggunakan SuperJet 100 adalah Amravia. Maskapai ini pertama kali mengoperasikan pesawat komersial berpenumpang sampai 100 orang itu pada April 2011. Tahun itu juga, Aeroflot, maskapai penerbangan Rusia, ikut mengoperasikannya.

Demo penerbangan di Indonesia yang berujung pada hilangnya SuperJet di sekitar Gunung Salak adalah bagian dari tur promosi pesawat komersial Sukhoi yang mereka sebut Asian Roadshow itu. Sukhoi berambisi membangun kebanggaan terhadap pesawat itu dan menempatkan pilot penguji terbaik di kokpit.

Tur itu sendiri mulai berlangsung sejak 3 Mei lalu di Kazakhstan. Saat itu, Presiden Kazakgstan, Nursultan Nazarbayev ikut melihat pesawat tersebut. Tak lama berselang, tur dilanjutkan di Pakistan. Setelah Indonesia, tur menurut rencana akan dilanjutkan di Laos dan Vietnam.

Baca Berita Terkait: Santunan Korban Sukhoi Minimal Rp461 Juta

18 total views, 2 views today