![]()
“ Kaulah yang menjadi harapan, terutama menjadi harapan saya sebagai Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah”
Demikian ungkapan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai M. Muchtar Mu’thi ketika mengawali acara Pembekalan Khusus Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) pada 08 s/d 09 Syawal 1428 H yang lalu, dalam beberapa kesempatan lainnya beliau juga kerap mengatakan hal ini, bahwa OPSHID-lah yang menjadi harapan.
Dan memang OPSHID harus bisa menjadi harapan, harapan bagi para anggotanya sendiri, harapan bagi keluarganya, masyarakatnya, agamanya, bangsa dan negaranya, harapan bagi Organisasi Shiddiqiyyah, khususnya harapan bagi beliau sang Guru Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai M. Muchtar Mu’thi.
Harapan itu adalah agar OPSHID bisa berbuat kebaikan yang membawa kejayaan dunia Akhirat bagi para anggotanya, keluarganya, masyarakatnya, agamanya, bangsa dan negaranya.
Kejayaan itu muncul karena adanya kebaikan-kebaikan, dan kebaikan-kebaikan itu tidak mungkin datang, apabila tidak ada pada diri pemuda-pemuda itu 2 macam sifat atau karakter, yaitu :
- An-Naf ’u : Sesuatu yang bermanfaat.
- Yankusu : Lestarinya nilai-nilai manfaat itu.
Jadi OPSHID dimanapun ia berada harus bisa memberikan manfaat bagi setiap diri anggotanya, manfaat bagi keluarga dari masing-masing anggotanya, manfaat bagi masyarakat sekitarnya, manfaat bagi bangsa dan negaranya, manfaat bagi agamanya, khususnya manfaat dalam setiap perjuangan Thoriqoh Shiddiqiyyah, setelah itu OPSHID harus bisa menjaga agar nilai manfaat itu tidak putus, senantiasa lestari dan abadi, 2 macam An-Naf ’u dan Yankusu inilah yang menimbulkan kebaikan-kebaikan yang bisa membawa kejayaan dunia sampai dengan Akhirat.
Tanpa 2 macam tersebut, tidak ada yang bisa diharapkan dari pemuda, meskipun jumlahnya ribuan, akan tetapi keberadaannya hanya seperti buih yang tidak ada harganya sama sekali.
An-Naf ’u dan Yankusu inilah yang menjadi identitas bagi OPSHID, siapa saja, dimana saja ada yang mengaku OPSHID akan tetapi tidak ada padanya 2 sifat tersebut, ia hanya membawa kerugian bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negaranya, dan juga perjuangan Thoriqoh Shiddiqiyyah, maka berarti identitasnya sebagai OPSHID telah hilang, dialah OPSHID gadungan yang mengaku-ngaku sebagai OPSHID, hati-hatilah jangan tertipu kawan !!!
“ Saya tidak bangga karena jumlah yang banyak dan kepandaian dari pemuda Shiddiqiyyah, saya bangga kalau para Pemuda Shiddiqiyyah itu manfaat dan lestari” (Sang Guru).
57 total views, 1 views today



