THORIQOH SHIDDIQIYYAH

 

Faham Shiddiqiyyah adalah faham Tasawuf, yang dimaksud faham tasawuf adalah faham kebersihan jiwa. Orang-orang Shiddiqiyyah adalah orang-orang Tasawuf, orang-orang yang selalu menjaga kebersihan jiwanya.

Jiwa harus dijaga dan dibersihkan dari sifat-sifat yang kotor, tercela, tak terpuji, dan diisi dengan sifat-sifat suci, bersih, terpuji, sebagaimana perintah Rosululloh di dalam Hadits yang berbunyi,

“Takholakuu bi akhlaaqillaah” artinya: “Berakhlaklah kamu semua dengan akhlaqnya Alloh”


Dan jiwa yang suci, bersih, terpuji itu harus dihayati, diresapi sampai menjadi kenyataan di dalam pergaulan sehari-hari, dimasyarakat. Tanpa memiliki jiwa yang suci, bersih dan terpuji, tak mungkin kita bisa dekat, kenal dan taqwa kepada Alloh, biarpun Dzikrulloh kita kerjakan sebanyak-banyaknya, tersebut di dalam al Qur’an:

“Maka diilhamkan kepadanya sifat Fujur dan sifat Taqwa, sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwanya”. (QS: Assyamsi: 8)

Oleh sebab itu mudah-mudahan Alloh selalu melimpahkan Rohmat dan HidayahNya, sehingga kita warga Shiddiqiyyah selalu dapat membersihkan dan menjaga, kebersihan Jiwa kita, serta akhirnya kita bisa dekat, kenal dan Taqwa kepada Alloh SWT (bisa merasakan adanya Alloh, bisa merasakan limpahan rohmat, berkat dan nikmat dari Alloh)

THORIQOH SHIDDIQIYYAH Apa artinya Thoriqoh Shiddiqiyyah itu ?

Thoriqoh berasal dari kata THORIQ artinya JALAN.

Shiddiqiyyah berasal dari kata SHIDDIQ artinya BENAR.

Thoriqoh Shiddiqiyyah artinya Jalan yang Benar, bukan jalan yang salah.

Dan dikatakan Thoriqoh Shiddiqiyyah sebab :

• Silsilahnya melalui Sayyidina Abu Bakar Shiddiq r.a.

• Ajarannya berdasarkan al-Qur’an dan Hadits Nabi Besar Muhammad SAW.

Tujuan Ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah :

A. Manusia dididik, dibimbing, dituntun agar dekat kepada Alloh yang sebenar-benarnya dekat (melalui praktek Dzikir Jahar Nafi Itsbat)

B. Manusia dididik, dibimbing, dituntun agar kenal kepada Alloh yang sebenar-benarnya kenal (melalui praktek Dzikir Sirri Ismu Dzat) Untuk tercapainya dekat dan kenal kepada Alloh, praktek Dzikir Jahar dan Sirri harus selalu ditingkatkan secara istiqomah.

C. Manusia dididik, dibimbing, dituntun agar menjadi manusia Taqwalloh, taqwa yang sebenar-benarnya Taqwa. Untuk mencapainya ada 3 jalan pokok yang harus dilaluinya (dikerjakan) :

1. Lewat Jalan Ibadah (Sholat)

Tersebut di dalam al-Qur’an:
“Wahai seluruh manusia beribadahlah (Sholatlah) kepada Tuhanmu yang menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, barangkali kamu menjadi taqwa”. (QS: Al Baqoroh : 21)

2. Lewat Jalan Puasa

Tersebut dalam al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, barangkali kamu menjadi Taqwa” (QS: Al Baqoroh : 183)

3. Lewat Jalan Dzikir Kalimat Taqwa

Tersebut dalam al-Qur’an:
“Dan tetapkanlah (hubungkanlah) jiwamu dengan kalimah Taqwa”

Untuk mencapai taqwa, Ibadah sholat, Puasa, Dzikir kalimah Taqwa harus selalu ditingkatkan. (QS: Al Fath : 26)

Apabila Taqwa telah tercapai tanda-tandanya diantaranya sebagaimana tersebut di dalam al-Qur’an :

“Inna akromakum ‘indalloohi atqookum”
“Sesungguhnya karomahmu bagi Alloh itu karena Taqwamu”. (QS. Alhujurat:13)
“Sesungguhnya orang-orang yang taqwa itu berada dalam syurga”
( QS. Al Hijr : 45, Adz dzariat :15 )

D. Manusia dididik, dibimbing, dituntun agar menjadi Manusia yang berSyukur kepada Alloh, tersebut di dalam al-Qur’an:
“Dan bersyukurlah kamu kepadaKu (Allah) dan jangan kamu kufur” (QS: Al Baqoroh: 152)
Apabila kita telah menjadi syukur, Alloh akan meridhoinya, tersebut dalam al-Qur’an:
“Dan sesungguhnya kalau kamu bersyukur, meridhoiNya (Alloh) kepada kamu”. (QS: Azzumar: 7)

SILSILAH THORIQOH SHIDDIQIYYAH

Dalam kitab “Tanwirul Qulub Fi Mu’amalati ‘allamil Ghuyub” karangan Syaih Muhammad Amin Kurdi Al Arbili, pada bab “Faslun Fi Adaabil Murid Ma’a Ikhwanihi” halaman 539 disebutkan demikian:

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya julukannya silsilah itu berbeda-beda, disebabkan perbedaannya kurun waktu, silsilah dari sahabat Abu Bakar Shiddiq R.A sampai kepada syaih Thoifur bin Isa Abi Yazied Al Busthomi dinamakan SHIDDIQIYYAH.”

Silsilah Thoriqoh Shiddiqiyyah melalui Sahabat Salman Al Farisi sampai pada Syekh Muhammad Amin Al Kurdi Al Irbil, dari Kitab Tanwirul Qulub.

1. Alloh Ta’ala.
2. Jibril ‘alaihi Salam.
3. Muhammad Rosululloh SAW.
4. Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A.
5. Salman Al Farisi R.A.
6. Qosim Bin Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A.
7. Imam Ja’far Shodiq Siwa Sayyidina Qosim bin Muhammad bin Abi Bakar Ash-Shiddiq R.A. ( Silsilah ini Dinamakan Thoriqoh Shiddiqiyyah).
8. Syaikh Abi Yasid Thoifur bin Isa bin Adam bin Sarusyan Al Busthomi.
9. Syaikh Abil Hasan Ali bin Abi Ja’far Al Khorqoni.
10. Syaikh Abi Ali Al Fadlol bin Muhammad Ath Thusi Al Farmadi.
11. Syaikh Abi Ya’qub Yusuf Al Hamdani. ( Thoriqoh At Thoifuriyyah).
12. Syaikh Abdul Kholiq Al-Ghojduwani Ibnul Imam Abdul Jalil.
13. Syaikh ‘Arif Arriwikari.
14. Syaikh Mahmud Al-Anjari Faghnawi.
15. Syaikh Ali Ar Rumaitani Al Mansyur Bil’Azizaani.
16. Syaikh Muhammad Baabas Samaasi.
17. Syaikh Amir Kullaali Ibnu Sayyid Hamzah, ( Thoriqoh Al Khuwaajikaaniyyah).
18. Syaikh Muhammad Baha’uddin An-Naqsyabandi bin Muhammad bin Muhammad Syarif Al-Husain Al-Ausi Al-Bukhori.
19. Syaikh Muhammad bin ‘Alaaiddin Al Athori.
20. Syaikh Ya’qub Al Jarkhi, ( Dinamakan Thoriqoh An-Naqsyabandiyyah).
21. Syaikh Nashiruddin Ubaidillah Al-Ahror As-Samarqondi bin Mahmud bin Syihabuddin.
22. Syaikh Muhammad Azzaahid.
23. Syaikh Darwis Muhammad As-Samarqondi.
24. Syaikh Muhammad Al-Khowaajaki Al-Amkani As Samarqondi.
25. Asy-Syaikh Muhammad Albaaqi Billah, (Dinamakan Thoriqoh Ahroriyyah).
26. Asy-Syaikh Ahmad Al Faruqi As-Sirhindi.
27. Asy-Syaikh Muhammad Ma’shum.
28. Asy-Syaikh Muhammad Syaifuddien.
29. Asy-Syaikh Muhammad Nurul Badwani.
30. Asy-Syaikh Habibulloh Jaanijanaani Munthohir.
31. Asy-Syaikh Abdillah Addahlawi, ( Thoriqoh Mujaddadiyyah).
32. Asy-Syaikh Kholid Dliyaa’uddien.
33. Asy-Syaikh Utsman Sirojul Millah.
34. Asy-Syaikh Umar Al-Qothbul Irsyad.
35. Asy-Syaikh Muhammad Amin Al-Kurdi Al-Irbil, ( Thoriqoh Kholidiyyah).

MURSYID THORIQOH SHIDDIQIYYAH

Thoriqoh Shiddiqiyyah saat ini dipimpin oleh seorang Mursyid yaitu Almukarom Syekh Kyai Muchammad Muchtar putra dari pasangan Hajj Abdul Mu’thi dan Nyai Nashihah.
Dilahirkan di desa Losari, Ploso Jombang Jawa Timur, tanggal 28 Agustus 1928.
Pendidikan yang pernah ditempuh adalah: Madrasah Islamiyah Rejoagung, Ploso, Jombang, Pesantren Rejoso, Peterongan, Jombang, kemudian dilanjutkan di Pesantren Tambakberas, Jombang.

Setelah menempuh pendidikan pesantren beliau menjadi guru Madrasah di Lamongan dan pada saat itulah bertemu dengan Syekh Ahmad Syuaib Jamali Al Banteni yang pada akhirnya melimpahkan Ilmu Thoriqoh pada Muchammad Muchtar. Beliau mendapat pendidikan dan pengajaran Thoriqoh dari Syekh Syuaib dalam crass program, atau program intensif lima tahun.

Mulai tahun 1959 Kyai Muchtar mengajarkan Thoriqoh Shiddiqiyyah di desa Losari Ploso Jombang sampai sekarang.
Pada perkembangan terakhir ini, Thoriqoh Shiddiqiyyah sudah tersebar ke berbagai pelosok tanah air Indonesia bahkan ke negera tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Murid-murid thoriqoh Shiddiyyah terus bertambah setiap hari dan diperkirakan sekarang ini lebih dari lima juta orang.
Mereka terdiri dari segala umur, berbagai tingkat sosial ekonomi dan berbagai profesi dan keahlian.

Karena pesatnya perkembangan kaum muslimin muslimat yang memerlukan bimbingan pelajaran thoriqoh Shiddiqiyyah, beliau Mursyid, mengangkat wakil-wakil yang disebut Kholifah yang bertugas mewakili Mursyid memberikan bimbingan pada murid-murid Shiddiyyah di seluruh penjuru nusantara.
Kholifah yang pertama diangkat adalah Slamet Makmun, sebagai murid pertama, kemudian dikuti Duchan Iskandar, Sunyoto Hasan Achmad, Ahmad Safi’in, Saifu Umar Acmadi, Muhammad Munif dan lain-lain hingga lebih dari 40 orang kholifah.
Pimpinan / Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah :

Kyai Muchammad Muchtar bin Hajji Abdul Mu’thi
Lahir : Losari, Ploso Jombang, 28 Agustus 1928
Alamat : Desa Losari Kec.Ploso Kab.Jombang Jawa Timur
Pendidikan :
- Madrasah Islamiyah Rejoagung Ploso Jombang
- Pesantren Rejoso Peterongan Jombang
- Pesantren Tambakberas, Jombang

Sumber : Bahan Sosialisasi ORSHID dan Laporan YPS Pusat ke Kejaksaan Negeri Jombang 1989.

KHOLIFAH THORIQOH SHIDDIQIYYAH

Seiring dengan pesatnya perkembangan kaum muslimin muslimat yang memerlukan bimbingan pelajaran thoriqoh Shiddiqiyyah beliau Mursyid, mengangkat wakil-wakil yang disebut Kholifah yang bertugas mewakili Mursyid memberikan bimbingan pada murid-murid Shiddiyyah di seluruh nusantara.
Kholifah yang pertama diangkat adalah Slamet Makmun, sebagai murid pertama, kemudian dikuti Duchan Iskandar, Sunyoto Hasan Achmad, Ahmad Safi’in, Saifu Umar Acmadi, Muhammad Munif dan lain-lain hingga lebih dari 40 orang kholifah.

Wakil-Wakilnya / Kholifah-kholifahnya :

 

No.
Nama
Alamat
No.Telepon
1. Slamet Makmun (Almarhum) Desa Losari, Ploso , Jombang  
2. A. Duchan Iskandar (Almarhum) Kuncung, Ploso , Jombang.  
3. Sunyoto Hasan Ahmad(Almarhum) Desa Losari, Ploso , Jombang  
4. Saifu Umar Ahmadi Sidopulo RT01/04 Desa Losari, Ploso , Jombang (0321)888779
5. Ahmad Sjafi’in Losarirowo RT01/03 Desa Losari, Ploso , Jombang (0321)888465
6. Mochammad ‘Alimun (Almarhum) Desa Losari, Ploso , Jombang  
7. Mochammad Munif Jl.Raya Ploso 78 Desa Losari, Ploso , Jombang (0321)888840
8. Abdul Kholiq Desa Wates, Poncokusumo, Malang (0341)787339
9. Mochammad Ichwan Desa Bulakrejo, Warujayeng, Nganjuk (0358)771173
10. Ahmad Djazuli Kharzin Jl.Raya Ploso no.114 Desa Rejoagung, Ploso, Jombang.  
11. Nurbey Abdulloh Desa Srirande, Deket, Lamongan. (0322)324282
12. Abdul Mu’thi Desa Losari, Ploso , Jombang (0321)886984
13. Mundzarin Alwi Desa Mantingan, Jepara Jateng. (0291)595491
14. Mistam Ahmad (Almarhum) Desa Losari, Ploso , Jombang  
15. H.Masyhuri Desa Bawu, Batealit, Jepara, Jateng (0291)596123
16. Mochammad Yatim (Almarhum) Desa Kaliboyo Kradenan, Purwoharjo, Banyuwangi  
17. Abdul Wahab Dasuki Desa Karangrejo Timur II/11 Surabaya. (031)8289620
18. Mochammad Yusuf Desa Oro-oro Dowo I/803 Malang. (0341)717424
19. Muchyiddin Jl.Brigjen.Slamet Riyadi VI/732 Malang. (0341)351872
20. Shobari Hasan Desa Gabusbanaran, Tembelang, Jombang. (0321)887410
21. Muchammad Salamun (Almarhum) Jl.Sayid Sholeman 41, Mancilan, Mojoagung, Jombang. (0321)495744
22. Sukirman (Almarhum) Desa Bulakrejo, Warujayeng, Nganjuk (0358)772420
23. Muchammad Chamim Desa Ngraseh, Dander, Bojonegoro. (0353)886039
24. Tasrichul Adib Aziz Desa Losari, Ploso , Jombang (0321)888760
25. Nurhadi Desa PangkahKulon, Ujungpangkah, Gresik. (031)-3943221
26. Munirul Muchtar Desa Blabak, Kandat, Kediri. (0354)411453
27. Nur Khozin Desa Genjong, Banyuarang, Ngoro, Jombang. (0321)710337
28. Mochammad Yakub Atim Jl.Purnawira(BTN) Sukajadi I Talang Kelapamuda Palembang  
29. Jawahir Bashir (Almarhum).    
30. Abdul Malik Plandaan Ploso Jombang (0321)887945
31. Bahrur Rozi Desa Losari, Ploso , Jombang  
32. Marsruchab Mu’thi Desa Losari, Ploso , Jombang (0321)885683
33. Dasa’ad Gustaman Jl.Brawijaya 52 Surabaya 0817315552
34. Mochammad Al-Ghozali Pasuruan  
35. Ahmad Banaji Kembang kuning Surabaya (031)5612125
36. Mochammad Tho’ib Mojokrapak , Tembelang, Jombang  
37. Muhtadi Bojonegoro  
38. Abdus salam Desa Kedung Rejo, Ploso, Jombang  
39. Luqman Fakih Desa Losari, Ploso, Jombang  
40. Muchsin Ngraseh, Dander, Bojonegoro  
41. Muchammad Sumadji Ngoro, Jombang  
42. Mukhiyar Losari, Ploso, Jombang  
43. Ikhsan Mojokerto  
44. Junaidi Abdillah Desa Losari, Ploso, Jombang  
 

Para pengunjung halaman ini kami mohon bantuan dapat memberikan informasi baik berupa Foto, alamat, maupun yang lainnya sebagai kelengkapan data diatas.

Terima kasih

LAMBANG THORIQOH SHIDDIQIYYAH

 Lambang ini diciptakan oleh KYAI MUCHAMMAD MUCHTAR MU’THI MURSYID THORIQOH SHIDDIQIYYAH, pada tanggal 4 April 1972 yang kemudian dimasukkan pula dalam TANDA ANGGOTA KELUARGA THORIQOH SHIDDIQIYYAH

1. TENTANG TULISAN “BISMILLAHIROHMANIRROHIM

Bismillahirohmanirrohim adalah ayat yang tertulis di tiap-tiap awal surat Al-Qur’an yang jumlahnya 114 surat, kecuali surat yang namanya, surat Al Baro’ah.
Artinya : Dengan Nama Alloh Yang Bersifat Penyayang dan Pengasih.
Tujuannya ayat tersebut ditulis di Tanda Anggota Keluarga Thoriqoh Shiddiqiyyah :

a. Agar para murid Shiddiqiyyah menginsyafi dan menyadari, bahwa Alloh itu betul-betul kasih sayang kepada hamba-Nya.

b. Dan para murid Shiddiqiyyah betul-betul merasakan cinta kasih sayangnya Allah di dalam dirinya dan di luar dirinya. Apabila cibta kasih sayangnya Alloh itu betul-betul sudah dirasakan di dalam hidupnya setiap hari dan setiap malam, pastilah akan timbul rasa cinta-nya terhadap Alloh. Apabila di dalam rasa qolbu itu sudah tumbuh rasa cinta terhadap Allah pastilah akan timbul syukurnya kepada Alloh

2. TENTANG TULISAN “WAMAA KHOLAQTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA’ BUDUN”

Artinya : Tiadalah Aku jadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadah.(QS:51:56)
Tujuan ayat tersebut dicantumkan di Tanda Keluarga Shiddiyyah. Agar orang-orang yang mengikuti Thoriqoh Shiddiqiyyah itu insyaf dan sadar, bahwa Tujuan Wujudnya itu menurut Al-Qur’an ialah untuk I B A D A H. Apabila Tujuan Wujudnya itu telah disadari dengan penuh kesadaran, pastilah tidak mudah melalaikan Ibadah kepada ALLOH, dimanapun, dalam keadaan bagaimanapun. Sebab akan dirasakan, bahwa meninggalkan Ibadah itu menurut Al-Qur’an berarti : Telah Menyimpang dari Tujuan Wujudnya.

3. TENTANG TULISAN .” IYYAKA NA’BUDU WAIYYAKA NASTA’IN”

Artinya : “HANYA KEPADAMU TUHAN, KAMI BERIBADAH DAN HANYA KEPADAMU TUHAN KAMI MINTA TOLONG ” (QS: 1:4)
Tujuan ayat ini dicantumkan di Tanda Anggota Keluarga Shiddiqiyyah :

a. Agar orang-orang yang mengikuti Thoriqoh Shiddiqiyyah itu, tidak menyembah lainya ALLOH. Tidak menyembah batu, kayu, hayawan, Jin, syaithon, malaikat dan manusia. Hanyalah menyembah kepada ALLOH.

b. Dan agar selalu meminta pertolongan kepada ALLOH di dalam segala tujuan baik, agar tidak sombong, congkak merasa bisa mencapai segala tujuannya tersebut tanpa pertolongan

4. TENTANG GAMBAR ” GAMBAR POHON YANG BERBUAH”

Gambar Pohon yang berbuah, terletak di dalam lingkaran bulat telur adalah Lambang perumpamaannya : KALIMAT THOYYIBAH – LAA ILAAHA ILLALLOH.
Kalimat ” LAA ILAAHA ILLALLOH ” itulah Pokok Pangkal Ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah. Adapun yang membuat perumpamaan, bahwa kalimat “Laa ilaaha illalloh” diumpamakan pohon yang pokok batangnya terhunjam di bumi dan cabang yang di langit itu TUHAN sendiri, bukan manusia.Perumpamaan tersebut tercantum di dalam Kitab Suci Al-Qur’an Jus 13 / Surat 14 : Ibrohim / ayat nomor 24 – 25. Ayat tersebut telah tertulis melingkari gambar pohon tersebut.
Adapun bunyi ayat tersebut demikian :
” KALIMATAN THOYYIBATAN KASYAJAROTIN THOYYIBATIN ASHLUHAA TSAABITUN WAFAR’UHAA FIISAMAA I (24) TUU TII UKULAHAA KULLA HIININ BI IDZNI ROBBIHAA”(25).
Artinya : KALIMAH THOYYIBAH ( LAA ILAAHA ILLALLOH) ITU LAKSANA POHON YANG BAIK. POKOK BATANGNYA TETAP DI DALAM BUMI, DAN CABANGNYA DI LANGIT (24). DIDATANGKAN BUAHNYA SETIAP WAKTU KARENA DAPAT IZIN TUHANNYA

AKAR-NYA ADA ENAM :
Maksudnya akarnya pohon Thoyyibah itu ialah Rukun Iman Enam, yaitu :

a. Iman akan ALLOH.

b. Iman akan Malaikat-malaikat-nya ALLOH.

c. Iman akan Kitab-kitab-nya ALLOH

d. Iman akan Rosul-rosul-nya ALLOH.

e. Iman akan Hari Kiamat dan

f. Iman akan Taqdir ALLOH.

BATANG-NYA :
Yang dimaksud batangnya itu ialah Rukun Islam yang Nomor-1 (satu), yaitu : “SYAHADAT TAUHID dan SYAHADAT ROSUL”

CABANG-NYA ADA EMPAT :
Maksudnya cabang empat itu ialah Rukun Islam yang empat lainnya :

a. SHOLAT

b. ZAKAT

c. PUASA

d. HAJJI.

BUAH-NYA Ihsan atau Taqwalloh.

TANPA DAUN :
Adapun, di gambar pohon tanpa berdaun, karena dalam Al-Qur’an tidak diterangkan daunnya. Jadi kita gambar menurut apa adanya dalam Al-Qur’an. Tujuannya ayat dan lambang isi ayat tersebut dicantumkan dalam Tanda Anggota Keluarga Shiddiqiyyah :

a. Agar orang-orang yang mengokuti Thoriqoh Shiddiqiyyah itu tidak lupa, bahwa: Pokok Ajaran Shiddiqiyyah itu ialah DZIKIR LAA ILAAHA ILLALLOH DAN KALIMATAN / kalimat diumpamakan pohon yang baik, yang buahnya dapat dirasakan setiap waktu. BUAH-NYA IALAH TAQWALLOH

b. Dan agar mengerti, bagaimanapun baiknya pohon itu apabila tidak ditanam dengan baik-baik di dalam bumi, dan tidak dipelihara dengan se-baik-baiknya, tidak akan menghasilkan buah yang baik. Kalimat LAA ILAAHA ILLALLOH – Ibarat Pohon. Jiwanya tiap-tiap murid Shiddiqiyyah : Ibarat Bumi. Menjauhi sifat-sifat bathin yang tercela, dan memakai sifat-sifat bathin yang terpuji, adalah cara pemeliharaan-nya.

c. AT TAQWA , Ibarat Buahnya

5. TENTANG “DIDALAM LINGKARAN ITU ADA DUA MACAM WARNA BIRU TUA SEBELAH KANAN DAN BIRU MUDA SEBELAH KIRI”

Di dalam Lingkaran itu ada dua macam warna :

    * Biru Tua sebelah kanan

    * Biru muda sebelah kiri.

Dua macam warna itu adalah Lambang, ILMU HAQIQOT dan ILMU SYARI’AT. Biru Tua lambangnya, Lautan Ruhaniyah dan Lambangnya Ilmu Haqiqot. Biru Muda Lambangnya, Lautan Jasmaniyah dan Lambangnya ilmu Syari’at.

PENJELASAN HAQIQOT DAN SYARI’AT:

Undang-undang Al-Qur’an itu Garis Besarnya ada Dua Macam :

    * Undang-Undang yang berisi : P E R I N T A H.

    * Undang Undang yang berisi : L A R A N G A N.

Undang-undang Perintah itu terbagi dua :

1. Undang-undang Perintah yang ditujukan kepada bathin manusia. Umpamanya : Perintah Iman Kepada Alloh, Iman kepada Rosul-rosulnya Alloh, Malaikat-malaikatnya Alloh, Kitab-kitabnya Alloh, Taqdir, Hari Kiamat, Perintah Sabar, Perintah Tawakkal, dan lain-lainnya.

2. Undang-undang Perintah yang ditujukan kepada dhohirnya manusia. Umpamanya : Perintah Sholat, Zakat, Puasa, Hajji, dan lain-lainya.

Kemudian Undang-undang Larangan-nya Alloh dalam Al-Qur’an pun terbagi dua :

1. Undang-undang Larangan yang ditujukan kepada bathin manusia. Umpamanya Larangan tidak boleh berputus asa, tidak boleh dengki, hasud, tidak boleh takabbur dan lain-lainnya.

2. Undang undang Larangan Alloh yang ditujukan kepada Dhohir-nya Manusia, umpamanya : Larangan mencuri, minum arak, menipu, dan lain-lainnya.

Selanjutnya seluruh Undang-undang Perintah yang ditujukan kepada bathin manusia dan Undang undang Larangan yang ditujukan kepada bathin manusia dikumpulkan menjadi satu. Oleh para Ulama ahli Tasawuf ( Kebersihan bathin) diistilahkan : ILMU HAQIQOT. Kemudian Perintah-perintah Dhohir dan Larangan-larangan dhohir dikumpulkan menjadi satu, oleh para Ulama Ahli Tasawuf diberi istilah ILMU SYAR’AT.
Jadi : Haqiqot itu untuk mengatur bathin manusia dan Syari’at itu untuk mengatur dhohir manusia.
Adapun Lambang Lautan Haqiqot dan Lambang Lautan Syariat ini kedua-duanya diambilkan dari ayat Al-Qur’an : Juz 15 / QS: Al Kahfi :60  yang bunyinya :
“MAJMA’AL BAHROIN”
Artinya : KUMPUL-NYA DUA LAUTAN ”
Tujuannya ayat tersebut dilambangkan di dalam Tanda Anggota Keluarga Shiddiqiyyah ; Agar para Keluarga Shiddiqiyyah tidak melalaikan mengatur kebaikan jasmaninya dan ruhaninya, dhohirnya dan bathinnya. Agar jasmaninya dan ruhaninya sama-sama mengalami : KESEHATAN DAN KEBAHAGIAAN.

DELAPAN KESANGGUPAN

Kesanggupan menjadi warga thoriqoh Shiddiqiyyah susunan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah: Kyai Moch Muhtar Mu’thi

1. Sanggup Taat Kepada Alloh Ta’ala, Bakti Kepada Allah Ta’ala.

“Yaa ayyuhalladzina ‘aamanu athiulloha wa athi’ur rosuula” ( QS.An Nisa’:59 ).
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, Taatlah kamu kepada ALLOH dan kepada ROSUL-ROSUL.

Taat Kepada Alloh : Melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh ALLOH TA’ALA dan menjauhi yang dilarang oleh ALLOH TA’ALA.
Taat Kepada Rosululloh : Melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh ROSULULLOH dan menjauhi apa-apa yang dilarang oleh ROSULULLOH.
Kesemua hal tersebut menurut kemampuan kita masing-masing.

2. Sanggup Taat Kepada Rosululloh, Bakti Kepada Rosululloh.

“Yaa ayyuhalladzina ‘aamanu athiulloha wa athi’ur rosuula” ( QS.An Nisa’:59 ).
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, Taatlah kamu kepada ALLOH dan kepada ROSUL-ROSUL.

Taat Kepada Alloh : Melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh ALLOH TA’ALA dan menjauhi yang dilarang oleh ALLOH TA’ALA.
Taat Kepada Rosululloh : Melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh ROSULULLOH dan menjauhi apa-apa yang dilarang oleh ROSULULLOH.
Kesemua hal tersebut menurut kemampuan kita masing-masing.

3. Sanggup Taat Bakti Kepada Orang Tua ( Ibu – Bapak ).

Alloh berfirman : “Anisykurli Waliwaalidaika Ilayal Masyir ” (QS: Luqman :14).
Artinya :
Hendaklah beryukur kepada KU dan kepada dua orang IBU-BAPAKMU, hanya kepada KU lah kembalimu.

a. Kita wajib bersyukur kepada ALLOH TA’ALA karena ALLOH TA’ALA yang menciptakan wujud kita, yang menciptakan orang-orang tua kita, yang menciptakan alam yang menjadi kebutuhan-kebutuhan hidup kita, yang menciptakan petunjuk-petunjuk untuk jalan keselamatan hidup kita di dunia sampai akhirat. Oleh sebab itu wajib kita bersyukur.

b. Dan wajib syukur kepada orang tua kita terutama kepada Ibu kita, terutama kepada Ibu kita, terutama kepada Ibu kita. Karena orang tua kita itulah yang dijadikan jalan oleh ALLOH TA’ALA, kita wujud di dunia ini.

INGATLAH KESUSAHAN IBU KITA :

• Susah payah waktu mengandung kita selama 9 bulan 10 hari.
• Susah payah waktu melahirkan kita.
• Susah payah menjaga diri kita setelah kita lahir sampai dewasa.

Oleh sebab itu, Wajib syukur kepada orangtua kita meskipun orang tua kita bersifat kufur, dholim, musyrik, apalagi mukmin.
Kita wajib membenci sifat kufur, dholim, syirik akan tetapi janganlah membenci kepada orang yang memiliki sifat-sifat tersebut.
SYUKUR kepada orang tua kita, merupakan bakti kita kepada orang tua :

• Hendaklah menjaga sopan santun perkataan,tingkah laku kepada orang tua.
• Janganlah berkata keras, janganlah berkata tidak sopan.
• Cintailah orang tua.
• Bantulah orang tua dengan pikiran,jiwa,tenaga,harta benda.
• Ikutilah perintahnya,asal tidak bertentangan dengan perintah ALLAH.
• Bila kita diperintah syirik,janganlah diikuti. Akan tetapi wajiblah bersikap baik kepada orang tua.
• Ingatlah !
Syukur kepada orang tua itu perintah ALLAH. Apabila kita tidak bersyukur kepada orang tua, artinya kita menentang perintah ALLAH.
• Apabila orang tua kita telah meninggal, doakan ruhnya. Mudah-mudahan mendapatkan rahmat ALLAH.
Peliharalah makamnya baik-baik.

4. Sanggup Bakti Kepada Sesama Manusia.

Alloh Berfirman :
“WA AHSIN KAMAA AHSANALLOHU ILAIKA WALA TABGHIL FASADA FIL ARDLI INNALLOHA LAA YUHIBBUL MUHSIDIEN” (Al Qoshosh :17)
Berbuat baiklah kamu sebagaimana ALLAH telah berbuat baik kepadamu dan janganlah membuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya ALLAH TA’ALA tidak suka kepada orang yang berbuat kerusakan.

QOLA ROSULULLOHI SHOLLALLOHU ALAIHI WASALLAM : ” MAN LAM YASYKURINNAASA LAM YASYKURILLAH.” (An Abi Sa’iid rowahu Ahmad, wa Turmudzi –Jamius Shoghir / mim/ 314). Artinya :
Bersabda Rosululloh SAW : Barang siapa yang tidak syukur kepada manusia, berarti tidak syukur kepada ALLAH. Bakti kepada manusia itulah syukur kepada manusia.

Ingatlah kita setiap hari menerima kebaikan dari masyarakat. Oleh Karena Itu:
Berbuat baiklah kepada masyarakat dengan perkataan, pikiran, hati dan harta benda.
Ingatlah kita hidup bersama-sama masyarakat.
Sadarlah bahwa kebutuhan hidup kita dalam setiap harinya dipenuhi oleh masyarakat.

5. Sanggup Bakti Kepada Negara Republik Indonesia (Untuk warga negara Indonesia).

Pada tanggal 18 Agustus 1945, telah berdiri Negara Republik Indonesia yang berdasarkan :
• Pancasila
• Undang-Undang Dasar 1945

Tujuan Negara Republik Indonesia didirikan oleh bangsa Indonesia:
• Untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.
• Untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.
• Untuk memajukan kesejahteraan umum.
• Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
• Untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan: Kemerdekaan, Perdamaian abadi dan Keadilan sosial.

Bagaimanakah jadinya kalau kita tidak memiliki negara, pastilah tidak ada yang melindungi bangsa, tak ada yang melindungi tanah air, tak ada yang memajukan kesejahteraan umum, tak ada yang mencerdaskan kehidupan bangsa dan tidak mungkin dapat ikut menertibkan dunia. Oleh sebab itu : Wajib Bakti kepada Negara kita.

Haruslah melaksanakan apa-apa yang telah ditentukan oleh negara. BAKTI KEPADA NEGARA , itulah syukur kita sebagai warga negara.
Alloh berfirman:
“WASYKURULLOH BALDATUN THOYYIBATUN WAROBBUN GHOFUUR” (QS.As Saba’:15)
Artinya : Hendaklah kamu beryukur kepada Nya (ALLOH), Negara baik dan Alloh Dzat yang Maha Pengampun.
SYUKUR kepada ALLOH TA’ALA yang dihubungkan dengan Negara adalah SYUKUR sebagai warga negara setelah SYUKUR sebagai manusia.

6. Sanggup Cinta Tanah Air Indonesia (Untuk warga negara Indonesia).

• TANAH AIR adalah tempat yang menerima kedatangan kita.
• Diri kita tersusun dari unsur Tanah dan Air.
• Tanahnya kita tempati dan Air-nya kita minum. Udaranya kita hirup, hasil buah-buahannya kita makan.

OLEH SEBAB itu : Kita haruslah cinta kepada Tanah Air.
Cinta Kepada Tanah Air adalah sebagian daripada iman.
Iman adalah pokok pangkal Agama.
Qola Rusululloh SAW : “HUBBUL WATHON MINAL IMAN”
Artinya: Sabda Rosululloh SAW : Cinta Tanah Air itu bagian dari Iman.

CINTA TANAH AIR, realisasinya adalah :
• Kita bangun sebaik-baiknya.
• Untuk Kebaikan bersama.
• Kita membelanya.

7. Sanggup Mengamalkan Thoriqoh Shiddqiiyyah.

QOLA ROSULULLOH SHOLLALLOHU ALAIHI WASALLAM : ” MAN’AMILA BIMAA’ALIMA WAROTSAHULLOHU ILMA MAALAM YA’LAM” (Rowahu abu Na’im fil Hilliyatil Auliya’i.).
Artinya : Barang siapa mengamalkan suatu yang telah diketahui, ALLOH mewariskan sesuatu yang belum diketahui.

1. THORIQOH merupakan ILMU.
2. Apabila diamalkan akan berkembang baik.
3. Tanpa diamalkan tidak akan berbuah kebaikan.
4. Oleh sebab itu amalkanlah sebaik-baiknya.

8. Sanggup Menghargai Waktu

• Waktu kita itulah umur kita.
• Umur kita itulah pokok modal kita.
• Tiap-tiap nafas yang keluar dari kita adalah merupkan berlian-berlian ma’nawi.
• Janganlah berlian-berlian tersebut, kita buang percuma puluhan ribu tiap hari.
• Pergunakanlah modal berlian umur itu untuk perniagaan :
(1). AAMANU
(2). ‘AMILUSH SHOLIHAATI.
(3). TAWAASHOW BILHAQQI
(4). TAWAASHOW BISH SHOBRI.

PELAJARAN THORIQOH SHIDDIQIYYAH

 

161 total views, 4 views today