photo headerpage450x150_zpsa3a1299a.gif

Nasionalisme Yang Rapuh

 

my INDONESIABerbicara tentang pendidikan nasionalisme, mau tidak mau kita harus menyinggung pelajaran PKN karena idealnya PKN adalah salah satu alat negara unuk mendoktrin generasi muda dengan pemahaman nasionalisme sedini mungkin. Dalam PKN disinggung bagaimana fase-fase pembentukan negara kita hingga menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan sejarah menjelaskannya lebih rinci mulai dari kerajaan-kerajaan kecil, zaman penjajahan Belanda, diserahkan kepada Jepang lalu terbentuklah RIS setelah kemerdekaan hingga akhirnya NKRI berdiri sampai hari ini walaupun telah ada beberapa daerah yang melepaskan diri dan memilih untuk merdeka dari Indonesia. Salah satu hal yang menyebabkan ini terjadi adalah rapuhnya nasionalisme yang tertanam dalam hati bangsa Indonesia.

Seperti yang telah diungkapkan sebelunya, idealnya pelajaran PKN dapat menyampaikan ide pokok nasionalisme dan menghujamkannya  kuat- kuat  di dada- dada bangsa Indonesia. Tapi kenyataannya PKN malah dianggap suatu mata pelajaran yang tidak penting, mereka menganggap bahwa pelajaran PKN hanya mengajarkan norma- norma dalam masyarakat juga semangat nasionalisme, patriotisme dan hal- hal lainnya yang menyangkut ,masalah kependudukan dan tata kenegaraan  padahal PKN mempunyai maksud dan tujuan yang luhur, yaitu memberikan pemahan pada generasi muda terutama pelajar bahwa mendapatkan kemerdekaan negara dan tanah air adalah sesuatu yang sangat berharga apalagi kemerdekaan bukanlah sesuatu yang didapatkan dengan mudah. Bila perasaan menghargai sejarah dan  perjuangan para nasionalis itu telah ada maka secara otomatis nasionalisme akan muncul. Sayangnya banyak generasi muda khususnya para pelajar Indonesia yang tak bisa menghayati dan merenungkan makna sejarah dan betapa beratnya perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan sehingga kita bisa hidup bebas tanpa tekanan dan todongan senjata bangsa asing. Udara kebebasan yang kita hirup hari ini adalah penjelmaan dari setiap tetes darah dan keringat perjuangan mereka. Tapi perhargaan kita pada para pahlawan hanya terefleksi lewat peringatan Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan Nasional dan Hari kebangkitan Nasional.  Aroma nasionalime pun hanya tercium pekat saat bulan Agustus datang dan setelah agustus berakhir bendera-bendera merah putih diturunkan, lagu kebangsaan Indonesia Raya  samar-samar terdengar lalu menghilang. Lantas dengan apakah rasa nasionalisme generasi muda dipupuk?

 

Pelajaran PKN pun tak banyak berperan karena asumsi generasi muda tentang hal itu sulit dirubah. Pelajaran PKN diangap pelajaran yang membosankan, pelajaran PKN dianggap hanya sekedar teori, bahkan banyak pelajar menganggap PKN hanya sekedar cerita dan norma sederhana. Maka secara otomatis nasionalisme hanyalah wacana dan wacana tanpa realisasi kongkrit. Nasionalisme generasi muda Indonesia, masih sekedar wacana yang miskin realisasi.

156 total views, 2 views today

 photo BanggaJadiOrangIndonesia450x100_zps0d4b1445.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>