<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>I Love Indonesia</title>
	<atom:link href="http://dirrga.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dirrga.com</link>
	<description>Atas Berkat Rahmat Alloh Yang Maha Kuasa</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 02:04:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Esemka Mobil Karya Anak Bangsa</title>
		<link>http://dirrga.com/2012/01/06/esemka-mobil-karya-anak-bangsa/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2012/01/06/esemka-mobil-karya-anak-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 02:04:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Categorized]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>
		<category><![CDATA[NUSANTARA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1602</guid>
		<description><![CDATA[Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta, mengaku terkesan dengan penciptaan Mobil Esemka Rajawali. Menurut Gusti, mobil yang merupakan karya cipta anak-anak bangsa ini wajib dipromosikan. Kemenristek, kata Gusti, akan ikut membantu mempromosikan mobil yang populer setelah dipakai Walikota Solo, Jokowi, tersebut. &#34;Akan saya bicarakan dulu dengan jajaran kementerian. Mudah-mudahan bulan ini juga kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta, mengaku terkesan dengan penciptaan Mobil Esemka Rajawali. Menurut Gusti, mobil yang merupakan karya cipta anak-anak bangsa ini wajib dipromosikan. Kemenristek, kata Gusti, akan ikut membantu mempromosikan mobil yang populer setelah dipakai Walikota Solo, Jokowi, tersebut. &quot;Akan saya bicarakan dulu dengan jajaran kementerian. Mudah-mudahan bulan ini juga kami bisa bantu promosikan,&quot; kata Gusti saat menghadiri acara di Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), Kamis (5/8). Gusti mengaku belum memahami detail teknologi Mobil Esemka. Namun ia akan mengusahakan agar mobil tersebut bisa dipasarkan. Ia bahkan mengaku tertarik menggunakan mobil tersebut sepeti halnya Jokowi. Gusti tidak menampik jika mobil buatan siswa SMK Rajawali tersebut memiliki beberapa kekurangan. Namun, hal tersebut tidak membuat Esemka disebut murahan. Ia juga berjanji akan membantu menutupi kelemahan-kelemahan mobil tersebut. &quot;Kita kan punya audit teknologi. Kualitas teknologi mobil tersebut pasti bisa ditingkatkan lagi,&quot; ujar Gusti. Saat ini, beberapa kendaraan ciptaan anak-anak bangsa juga mendapatkan perhatian dari Kemenristek, salah satunya adalah bus ciptaan BPPT. Sebagai mantan menteri lingkungan hidup, Gusti juga berharap munculnya inovasi kendaraan ramah lingkungan. &quot;Karya anak-anak muda yang bermanfaat bagi bangsa seperti itu harus kita puji. Supaya mereka semakin terampil dan semakin semangat berinovasi,&quot; katanya.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2012%2F01%2F06%2Fesemka-mobil-karya-anak-bangsa%2F&amp;t=Esemka%20Mobil%20Karya%20Anak%20Bangsa" id="facebook_share_both_1602" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1602') || document.getElementById('facebook_share_icon_1602') || document.getElementById('facebook_share_both_1602') || document.getElementById('facebook_share_button_1602');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1602') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2012/01/06/esemka-mobil-karya-anak-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kasih sayang seorang Ibu</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/12/22/kasih-sayang-seorang-ibu/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/12/22/kasih-sayang-seorang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 02:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Categorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1591</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Apa sumber&#160;motivasi&#160;terbesar dalam hidup? Mungkin jawaban yang tepat adalah CINTA!!&#160;Cinta di sini bukan hanya berarti hubungan sepasang insan berlainan jenis, namun lebih kepada cinta universal. &#160;Cinta seorang ibu / ortu pada anaknya atau sebaliknya.. Inilah kekuatan terbesar yang dimiliki yang bisa menjadi sumber motivasi bagi semua orang. Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/Atas-Berkat-Rahmat-Alloh13.gif" title="Atas Berkat Rahmat Alloh Yang Maha Kuasa" width="393" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><a href="http://dirrga.com/wp-content/uploads/I-Love-Indonesia-1.jpg"><img align="left" alt="" class="alignnone size-full wp-image-1592" height="42" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/I-Love-Indonesia-1.jpg" title="I Love Indonesia" width="50" /></a>Apa sumber&nbsp;<a href="http://antonhuang.com/" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; color: rgb(138, 138, 138); text-decoration: none; " title="motivasi">motivasi</a>&nbsp;terbesar dalam hidup? Mungkin jawaban yang tepat adalah CINTA!!&nbsp;Cinta di sini bukan hanya berarti hubungan sepasang insan berlainan jenis, namun lebih kepada cinta universal. &nbsp;Cinta seorang ibu / ortu pada anaknya atau sebaliknya.. Inilah kekuatan terbesar yang dimiliki yang bisa menjadi sumber motivasi bagi semua orang.<span id="more-1591"></span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bahagian nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : &ldquo;Makanlah nak, aku tidak lapar&rdquo; &mdash;&mdash;&mdash;-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia dapat memberikan sedikit makanan bergizi untuk pertumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan suduku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : &ldquo;Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan&rdquo; &mdash;&mdash;&mdash;-KEBOHONGAN IBU YANG KE DUA&nbsp;</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Sekarang aku sudah masuk Sekolah Menengah, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak mancis untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kepentingan hidup. Di kala musim sejuk tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak mancis. Aku berkata : &ldquo;Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.&rdquo; Ibu tersenyum dan berkata : &ldquo;Cepatlah tidur nak, aku tidak penat&rdquo; &mdash;&mdash;&mdash;-KEBOHONGAN IBU YANG KE TIGA</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi loceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : &ldquo;Minumlah nak, aku tidak haus!&rdquo; &mdash;&mdash;&mdash;-KEBOHONGAN IBU YANG KE EMPAT</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai keperluan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang pakcik yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : &ldquo;Saya tidak butuh cinta&rdquo; &mdash;&mdash;&mdash;-KEBOHONGAN IBU YANG KE LIMA</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pencen. Tetapi ibu tidak mahu, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, tetapi ibu berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : &ldquo;Saya ada duit&rdquo; &mdash;&mdash;&mdash;-KEBOHONGAN IBU YANG KE ENAM</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Setelah lulus dari ijazah, aku pun melanjutkan pelajaran untuk buat master dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universiti ternama di Amerika berkat sebuah biasiswa di sebuah syarikat swasta. Akhirnya aku pun bekerja di syarikat itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mahu menyusahkan anaknya, ia berkata kepadaku : &ldquo;Aku tak biasa tinggal negara orang&rdquo; &mdash;&mdash;&mdash;-KEBOHONGAN IBU YANG KE TUJUH</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanser usus, harus dirawat di hospital, aku yang berada jauh di seberang samudera atlantik terus segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perit, sakit sekali melihat ibuku dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : &ldquo;Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan&rdquo; &mdash;&mdash;&mdash;-KEBOHONGAN IBU YANG KE DELAPAN.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Setelah mengucapkan kebohongannya yang kelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : &ldquo;Terima kasih ibu..!&rdquo; Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktiviti kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pasangan kita, kita pasti lebih peduli dengan pasangan kita. Buktinya, kita selalu risau akan kabar pasangan kita, risau apakah dia sudah makan atau belum, risau apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah merisaukan kabar dari orangtua kita? Risau apakah orangtua kita sudah makan atau belum? Risau apakah orangtua kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi&hellip; Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orangtua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata &ldquo;MENYESAL&rdquo; di kemudian hari.</span></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F12%2F22%2Fkasih-sayang-seorang-ibu%2F&amp;t=Kasih%20sayang%20seorang%20Ibu" id="facebook_share_both_1591" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1591') || document.getElementById('facebook_share_icon_1591') || document.getElementById('facebook_share_both_1591') || document.getElementById('facebook_share_button_1591');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1591') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/12/22/kasih-sayang-seorang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Museum Batik</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/11/26/museum-batik/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/11/26/museum-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 03:35:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[MONUMEN & TUGUH]]></category>
		<category><![CDATA[NUSANTARA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1587</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Batik yang telah dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia oleh UNESCO merupakan suatu kebanggaan tersendiri&#160;bagi bangsa Indonesia. Hadi Nugroho adalah salah satu orang yang telah mengabadikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya ini dan telah mendirikan museum batik Yogyakarta dan sekaligus dia juga adalah pemiliki museum ini. &#160; &#160;&#160; Museum batik Yogyakarta didirikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><a href="http://dirrga.com/wp-content/uploads/Atas-Berkat-Rahmat-Alloh13.gif"><img alt="" class="alignnone size-full wp-image-1155" height="35" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/Atas-Berkat-Rahmat-Alloh13.gif" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></a></p>
<p style="text-align: justify; ">&nbsp;</p>
<div><a href="http://dirrga.com/wp-content/uploads/1-91.gif"><img align="left" alt="" class="alignleft size-full wp-image-1156" height="50" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/1-91.gif" title="I Love Indonesia" width="50" /></a>Batik yang telah dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia oleh UNESCO merupakan suatu kebanggaan tersendiri<img align="right" alt="" class="alignright" height="188" src="http://www.tokobajubatikonline.com/blog/wp-content/uploads/2011/04/museum-batik-yogyakarta.jpg" title="Museum Batik Jogya" width="250" />&nbsp;bagi bangsa Indonesia.</div>
<div>Hadi Nugroho adalah salah satu orang yang telah mengabadikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya ini dan telah mendirikan museum batik Yogyakarta dan sekaligus dia juga adalah pemiliki museum ini. &nbsp; &nbsp;&nbsp;<span id="more-1587"></span></div>
<div>Museum batik Yogyakarta didirikan pada tanggal 12 Mei 1977 di Jl. Dr. Sutomo No. 13 Yogyakarta dengan luas area sekitar 400 m<sup>2&nbsp;</sup>yang sekaligus juga dijadikan tempat tinggal pemiliknya. Lebih dari 1.200&nbsp;jenis batik&nbsp;telah menghiasi museum ini yang terdiri dari lembaran kain&nbsp;batik tulis,&nbsp;batik cap, canting (alat pembatik), dan wajan serta bahan pewarna, termasuk malam.</div>
<div>Di museum ini terdapat berbagai macam batik gaya Yogyakarta, Pekalongan, dan gaya tradisional lainnya dalam bentuk sarung, kain panjang, dll. Dengan motif yang kebanyakan adalah berupa pesisiran, pinggiran, esuk-sore, dan terang bulan.</div>
<div>Menurut sumber dari&nbsp;barahmus-museumsassociation.org, koleksi tertua dari museum ini berupa kain batik yang diproduksi pada tahun 1780. Setiap hari di museum ini juga masih aktif memproduksi kain batik tulis yang dipasarkan untuk umum maupun pesanan khusus dari lembaga maupun perorangan.</div>
<div>Koleksi menarik lainnya yang ada di museum batik Yogyakarta ini yang merupakan hasil karya dari pemiliknya sendiri adalah gambar presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, mantan presiden Soeharto, Megawati Soekarnoputri, Hamengkubuwono IX, potret wajah pahlawan Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro, sulaman wajah Paus Yohanes Paulus II dan Bunda Teresa.</div>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F11%2F26%2Fmuseum-batik%2F&amp;t=Museum%20Batik" id="facebook_share_both_1587" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1587') || document.getElementById('facebook_share_icon_1587') || document.getElementById('facebook_share_both_1587') || document.getElementById('facebook_share_button_1587');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1587') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/11/26/museum-batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pahlawan Yang Terlupakan</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/11/09/pahlawan-yang-terlupakan/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/11/09/pahlawan-yang-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 13:04:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1582</guid>
		<description><![CDATA[&#160;1. Supriyadi Siapa sih yang tidak kenal dengan sosok pahlawan satu ini. Kalo elo-elo gak tau, tandanya pas pelajaran sejarah pada&#160;tidur di kelas ya, hehehe&#8230;Supriyadi adalah pahlawan nasional Indonesia, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/02/atas-berkat-rahmat-alloh.gif?w=393&amp;h=35&amp;h=35" title="AtasBerkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p><img align="left" alt="" class="alignnone" height="54" src="http://indonesiauser.files.wordpress.com/2011/06/i-love-indonesia-15.jpg?w=65&amp;h=55" title="I Love Indonesia" width="65" /></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="color:#(color);">&nbsp;</span>1. Supriyadi</p>
<p style="text-align: justify; ">Siapa sih yang tidak kenal dengan sosok pahlawan satu ini. Kalo elo-elo gak tau, tandanya pas pelajaran sejarah pada<img align="right" alt="" class="alignright" height="140" src="http://2.bp.blogspot.com/-81JU5HpL_wY/TpBtr3uAcbI/AAAAAAAALn0/j3CKxhr-wN4/s400/Pahlawan%2BRevolusi.jpg" style="text-align: -webkit-auto; " title="Pahlawan Yang Terlupakan" width="200" />&nbsp;tidur di kelas ya, hehehe&hellip;Supriyadi adalah pahlawan nasional Indonesia, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, namun tidak pernah muncul untuk menempati jabatan tersebut. Pada waktu itu, Supriyadi memimpin sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang orang Indonesia. Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah. Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho. Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya. Oleh karena itu, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap misterius hingga kini.<span id="more-1582"></span> Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang. Namun yang membikin sosok Supriyadi semakin misterius adalah banyaknya kemunculan orang-orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Salah satu yang cukup kontroversial adalah sebuah acara pembahasan buku &lsquo;Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno&rsquo;, yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang. Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan Kini berusia 88 tahun. Namun sampai sekarang pengakuan tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya, meski secara perawakan dan sejumlah saksi membenarkan klaim tersebut.</p>
<p style="text-align: justify; ">
	2. Tan Malaka<br />
	Salah satu sosok pahlawan nasional kita yang terlupakan. Mungkin salah sedikit (atau satu-satunya) sosok pahlawan yang memiliki kisah petualangan dari negara ke negara lain dan menjadi sosok yang paling dicari oleh Belanda dan banyak negara lain. Selain itu, pada masa revolusi kemerdekaan keberadaannya selalu dicari oleh para pejuang pada saat itu (termasuk oleh Bung Karno) karena hobinya melakukan penyamaran untuk menghindari mata-mata musuh, sehingga sosoknya selalu misterius dan tidak banyak yang mengenal dengan pasti seperti apa sosok yang bernama asli Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka itu. Namun sayangnya keberadaan dari tokoh aliran kiri ini hilang secara misterius dalam pergolakan revolusi kemerdekaan itu. Konon kabarnya Tan Malaka dibunuh pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya di daerah Kediri, Jawa Timur. Hingga kini makamnya tidak pernah bisa ditemukan.</p>
<p>	3. Gunadarma<br />
	Borobudur dan Gunadarma adalah dua nama yang tidak bisa terpisahkan. Dalam sejumlah literatur, Candi Borobudur diarsiteki oleh sekelompok kaum atau sekelompok brahmana yang meletakkan dasar pada sebuah tempat pemujaan nya dan kemudian entah beberapa waktu kemudian (kemungkinan bisa puluhan, ratusan atau malah ribuan) dibuatkan sebuah proyek mega raksasa, pemberian sebuah &ldquo;kulit&rdquo; yang katanya dikepalai oleh seorang arsitek bernama Gunadarma. Sedangkang siapa sebenarnya sekelompok kaum brahmana yang terdahulu tidak diketemukan catatan resmi tentang mereka, kemudian cerita tentang kepala penanggung jawab mega proyek pembuatan &ldquo;kulit&rdquo; situs tersebut yaitu Gunadarma juga tidak ada sebuah keterangan resmi mengenainya, bisa jadi kata Gunadarma adalah sebuah kata symbol dan bukan merupakan nama seseorang. Kalau memang benar Gunadarma yang mengarsiteki pembangunan Candi Borobudur, maka perlu kita acungi jempol (kalo perlu pake empat kaki!) bagaimana Gunadarma melakukan perencanaan yang tepat dengan kondisi teknologi yang pada saat itu belum begitu canggih. Namun sampai saat ini nama Gunadarma dan Borobudur itu sendiri masih menjadi misteri yang belum bisa diungkapkan dengan tuntas.</p>
<p>	4. Ki Panji Kusmin<br />
	Suatu ketika majalah Sastra, dengan cetakan tahun VI No. 48, Agustus 1968, memuat sebuah cerpen yang berjudul Langit Makin Mendung yang dikarang oleh Ki Panji Kusmin (diduga ini nama samaran). Cerpen ini bercerita tentang Nabi Muhammad yang memohon izin kepada Tuhan untuk menjenguk umatnya. Disertai malaikat Jibril, dengan menumpang Bouraq, Nabi mengunjungi Bumi. Namun Bouroq bertabrakan dengan satelit Sputnik sehingga Nabi serta Malaikat Jibril terlempar dan mendarat di atas Jakarta. Di situ Nabi menyaksikan betapa umatnya telah menjadi umat yang bobrok. Cerpen ini adalah sindiran terhadap laku keagamaan masyarakat luas yang &#39;&#39;menyimpang&#39;&#39; pada waktu yang belum jauh berselang dari terjadinya Tragedi 1965. Namun akibat penerbitan Cerpen yang bikin heboh umat ini, Ki Panji Kusmin dituduh telah melakukan penodaan terhadap agama karena mempersonifikasikan Tuhan, Nabi Muhammad, dan Malaikat Jibril. Tanpa ampun lagi H.B. Jassin selaku penanggung jawab majalah itu dibawa ke pengadilan dan dipaksa untuk mengungkap siapa sebenarnya Ki Panji Kusmin. H.B. Jassin menolak untuk mengungkap jati diri Ki Panji Kusmin. Untuk itu ia dituntut Pengadilan Tinggi Medan dan divonis in absentia berupa kurungan selama satu tahun dan masa percobaan dua tahun. Dan sampai saat ini pun identitas dari Ki Panji Kusmin tidak terungkap dan dibawa hingga ke liang lahat oleh H.B. Jassin.</p>
<p>	5. Imam Sayuti alias Tebo<br />
	Suatu hari, pada 1970 hiduplah sepasang suami-istri Fai dan Nasikah di lereng Gunung Watungan, Desa Wuluhan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Fai bekerja sebagai kuli bangunan, istrinya membantu mencari kayu di hutan Ambulu. Masih pengantin baru, konon mereka belum sempat berhubungan suami-istri, Fai pergi ke kota untuk bekerja di proyek. Fai pun pamit untuk jangka waktu lama. Ternyata, baru tiga hari pamitan, &#39;Fai&#39; pulang lagi menemui Nasikah. (Dipercaya sebagai gendruwo atau makhluk halus. Postur, cara bicara, suara, dan perilakunya persis Fai, sang suami asli). Nah, si gendruwo yang menyamar sebagai Fai ini kemudian menyetubuhi Nasikah. Nasikah, wanita desa itu, tenang-tenang saja karena menganggap &#39;laki-laki&#39; itu suaminya yang sah. Bulan ketujuh Nasikah hamil, Fai palsu pamit. Datanglah Fai yang asli. Maka gegerlah sudah keluarga baru ini. Untung saja, ulama terkemuka di Ambulu meminta Fai untuk bersabar karena istrinya tidak selingkuh. Ada pesan atau isyarat spiritual yang terjadi dengan istrinya. Lalu, lahirlah bayi penuh rambut di tubuh dengan bintik-bintik merah. Orang tuanya memberi nama Imam Sayuti. Tapi laki-laki kekar ini diberi nama gaib, Tebo, sesuai dengan petunjuk &#39;dari langit&#39;. Tebo kemudian diasuh oleh pasangan suami-istri ini layaknya anak mereka sendiri. Sosok ini cukup menarik perhatian ketika Tebo dititipkan oleh manajer Wahana Misteri (penyelenggara pameran yang berkaitan dengan hal-hal gaib) pada tahun 1990 dan menjadi bintang pameran di sana. Akhirnya kontroversi keberadaan sosok ini merebak. Tentu suatu hal yang ganjil jika ada makhluk alam lain bisa &rsquo;bersetubuh&rsquo; dengan manusia dan melahirkan manusia &rsquo;gado-gado&rsquo;. Hingga saat ini belum ada penelitian yang lebih ilmiah untuk membuktikan keberadaan &rsquo;makhluk&rsquo; ini.</p>
<p>	6. Perobek Bendera Belanda Di Hotel Oranje<br />
	Peristiwa 10 November 1945 tentu tidak lepas dari dipicunya oleh salah satu peristiwa yang paling heroik, yaitu perobekan bendera Belanda di atas Hotel Oranje. Kisah ini dipicu oleh berita bahwa di Hotel Oranje di Tunjungan telah dikibarkan bendera Belanda merah-putih-biru oleh Mr Ploegman. Tentu saja hal tersebut tidak diterima oleh para arek-arek Suroboyo yang merasa pengibaran bendera tersebut dianggap sebagai penghinaan sebagai bangsa yang merdeka. Pada akhirnya Mr. Ploegman dibunuh oleh seorang pemuda mendekati dirinya tanpa ia ketahui dan menusukkan pisaunya bertubi-tubi. Pada saat itu Mr. Ploegman menghadapi ribuan massa di depan hotel yang menuntut penurunan bendera triwarna tersebut. Pada saat itu teriakan untuk menurunkan bendera kian membahana. Sejumlah pemuda telah membawa tangga untuk naik ke atap hotel, terdapat 8 sampai 10 pemuda. Dari atap ada yang naik ke tiang bendera dalam gemuruh teriakan, lalu bagian biru bendera itu pun dirobek, dan jadilah kini Sang Merah Putih yang berkibaran di angkasa. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yang menjadi perobek bendera tersebut? Dalam kondisi yang sangat kacau dan penuh massa, tentu tidak mudah bagi para saksi sejarah untuk mengetahui secara pasti siapakah yang melakukannya.</p>
<p>	7. Penulis Buku Darmogandhul<br />
	Mungkin di antara karya-karya sastra kuno berbahasa Jawa, kitab Darmogandhul adalah salah satu sastra Jawa yang sangat kontroversial. Selain isinya banyak memutarbalikkan ajaran agama tertentu, juga kitab ini sarat dengan sejumlah keganjilan-keganjilan sejarah sebenarnya. Walaupun menggunakan latar belakang kisah runtuhnya Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak Bintara, namun kisah Darmogandhul mencuatkan hal-hal yang tidak masuk akal pada zamannya. Senjata api baru dikenal sejak kedatangan bangsa Eropa ke bumi Nusantara. Darmogandhul ditulis setelah kedatangan bangsa Eropa, bukan pada saat peralihan kekuasaan dari Majapahit ke Demak Bintara. Lalu siapakah sebenarnya penulis kitab ini? Sampai saat ini belum ada yang bisa menunjukkan secara pasti siapakah pengarang kitab &rsquo;ngawur&rsquo; ini. Namun dari sejumlah analisis tulisan dan latar belakang sejarah dalam kitab itu, Darmogandhul ditulis pada masa penjajahan Belanda. Penulis Darmogandul bukan orang yang tahu persis sebab-sebab keruntuhan Majapahit yakni Perang Paregreg yang menghancurkan sistem politik dan kekuasaan Majapahit, juga hilangnya pengaruh agama Hindu. Kitab Darmogandhul diduga hanya produk rekayasa sastra Jawa yang dipergunakan untuk kepentingan penjajah Belanda.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F11%2F09%2Fpahlawan-yang-terlupakan%2F&amp;t=Pahlawan%20Yang%20Terlupakan" id="facebook_share_both_1582" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1582') || document.getElementById('facebook_share_icon_1582') || document.getElementById('facebook_share_both_1582') || document.getElementById('facebook_share_button_1582');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1582') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/11/09/pahlawan-yang-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemuda Indonesia</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/10/28/pemuda-indonesia/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/10/28/pemuda-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 14:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1576</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Negara Indonesia dibangun melalui peradaban yang sangat panjang dari jaman kerajaan hingga jaman modern. Otonomi daerah telah memberikan warna dalam perkembangan kepemimpinan di Indonesia. Golongan pemimpin identik dengan golongan tua di mana, para pemuda kurang diberikan kesempatan untuk dapat memimpin. Namun, patut untuk disadari bahwa batasan usia tidaklah menjamin kematangan seseorang untuk lebih maju. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/02/atas-berkat-rahmat-alloh.gif?w=393&amp;h=35&amp;h=35" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p><a href="www.dirrga.com"><img align="right" alt="" class="alignnone" height="122" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQyA_8mAyvm07IYV68ukpK5mjTJK_9cPhdrT6Fwq1DencRIOAg7FVUTTg" title="Bangga Indonesia" width="60" /></a></p>
<p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "><img align="left" alt="" class="alignnone" height="36" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/06/merah-putih.jpg?w=69&amp;h=52&amp;h=36" title="I Love Indonesia" width="69" /></p>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Negara Indonesia dibangun melalui peradaban yang sangat panjang dari jaman kerajaan hingga jaman modern. Otonomi daerah telah memberikan warna dalam perkembangan kepemimpinan di Indonesia. Golongan pemimpin identik dengan golongan tua di mana, para pemuda kurang diberikan kesempatan untuk dapat memimpin. Namun, patut untuk disadari bahwa batasan usia tidaklah menjamin kematangan seseorang untuk lebih maju. Pemimpin yang baik adalah seseorang yang dapat mengemban amanah perjuangan Bangsa Indonesia yang telah diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. &nbsp; &nbsp;&nbsp;<span id="more-1576"></span></span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Salah satu bukti yang membangkitkan semangat kaum muda Indonesia entah di sadari atau tidak adalah dengan adanya tayangan iklan yang menyatakan &ldquo;<em>belum tua belum boleh bicara</em>&rdquo;. Ini adalah suatu bukti teguran untuk para pemuda di Indonesia, sadar atau tidak tayangan tersebut sebetulnya telah memberikan semangat kepada para pemuda untuk angkat bicara atau siap menjadi pemimpin dengan bekal ilmu pengetahuan dan kemampuan intelektualitas dengan tidak melihat kedudukan dan jabatan orang tuanya.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Apabila melihat perjuangan Bangsa Indonesia atau sering dibilang sebagai masa kejayaan nusantara, justru yang membawa nusantara berjaya adalah sosok pemimpin dari seorang pemuda yang mempunyai kemauan keras untuk memajukan nusantara. Berkat pejuangan dan kemauan keras tersebut akhirnya nusantara berada dalam puncak kejayaan.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Sejarah Kerajaan Majapahit telah membuktikan, kemajuan kerajaan tersebut dipimpin di bawah seorang pemuda yakni Hayam Wuruk. Di mana Hayam Wuruk mendapatkan dukungan atau restu dari orang tuanya dan dari golongan tua untuk mengemban amanah memajukan nusantara. Namun, sekarang sungguh terbaik keadaanya, pemuda kurang diberikan kesempatan untuk menjadi pemimpin. Dominasi golongan tua telah menjadikan pemuda hanya sekadar &lsquo;anak bawang&rsquo;yang harus menuruti kehendak kaum tua.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Dalam sejarah Majapahit, Hayam Wuruk mendapatkan dukungan dari&nbsp; Tribuanatunggaldewi (orang tuanya) dan Orang yang mempunyai pengaruh yakni Gajah Mada (golongan tua). Sejarah membuktikan bahwa sosok Hayam Wuruk yang mendapatkan restu dari orang tua dan dukungan dari golongan tua telah sukses membawa kejayaan nusantara. Sekarang kenapa peran orang tua dan golongan tua kurang memberikan kesempatan kepada para pemuda, justru yang terjadi adalah hegemoni hak-hak kaum muda.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Misalnya, batas usia untuk menjadi seorang pemimpin begitu banyak menemui kendala bagi para pemuda, seolah-oleh menganggap anak muda sekarang belum mempunyai kemampuan untuk memimpin, dengan dalih masih labil secara mental dan masih banyak emosional dalam mengambil keputusan. Kalau mau belajar dari buah kelapa justru semakin tua semakin enteng, nyaring bunyinya, dan koplak. Ini membuktikan bahwa semakin tua orang dengan mudah melontarkan kata-kata namun terkadang hanya sebatas bicara tanpa bertindak.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Sejarah kemerdekaan Indonesia telah membuktikannya, perjuangan pemuda mendesak Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan adalah berkat perjuangan kaum muda pada saat itu. Entah apa yang akan terjadi saat sekarang apabila para pemuda tidak melakukan desakan terhadap golongan tua mungkin masih dalam penjajahan.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Batas usia akan membuktikan kematangan seseorang, tidaklah demikian dengan budaya sejarah Indonesia, justru dengan adanya doa dan dukungan orang tua serta golongan tua. Maka kepemimpinan pemuda sekarang tidaklah mustahil akan memberikan konstribusi yang dapat membawa ke jaman keemasan dengan bercermin pada sejarah masa lalu. Usia yang memberikan batasan kepada kaum muda dalam budaya Indonesia sebetulnya berpengaruh tanpa disadari. Sebagai bukti, remaja Indonesia telah banyak memberikan kontribusi dalam beberapa tahun terakhir seperti juara lomba bidang ilmu pengetahuan yang telah meraih emas dan masih banyak lagi sebagai bukti bahwa sebetulnya para pemuda dan masih banyak kemampuan lain yang belum terungkap.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Pemuda sebagai ujung tombak bangsa Indonesia ternyata secara tidak langsung telah dihegemoni tentang hak-haknya oleh golongan tua yang merasa telah mapan dan lebih berpengalaman. Dalih itulah yang selalu didengung-dengunkan oleh kaum tua untuk menghegemoni hak-hak pemuda Indonesia.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">HAM telah memberikan hak kepada seseorang untuk bebas berfikir namun, justru yang terjadi adalah hegemoni terhadap para intelektual muda. Intelektual muda seolah-olah hanya dijadikan sebagai alat pemuas kaum tua yang ingin mempertahankan hegemoninya tersebut. Salahkah, sekarang jika para pemuda Indonesia kurang dapat berkembang. Tentunya, hal itu tidak demikian adanya namun akibat belenggu hak-hak pemuda dalam mengembangkan dirinya yang selalu dihegemoni oleh golongan tua.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Sudah saatnyalah sekarang, kaum muda Indonesia bangkit dan memperjuangkan hak-haknya. Selama ini, pemuda sendiri telah dinanabobokan oleh golongan tua hanya sebagai alat belaka. Adakah keadilan HAM apabila para pemuda terus dibelengu oleh dongeng-dongeng yang selalu menceritakan golongan tua dalam memimpin bangsa ini.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Sebagai bukti konkrit, itu semua dapat dilihat dengan jelas sekali di dunia kampus. Dunia kampus yang dinilai sebagai pusat akademik namun kurang memberikan kebebasan secara psikologis bagi kaum muda untuk dapat berkarya. Dosen dianggap sebagai dewa yang maha tahu, mahasiwa dianggap orang yang sedang diajari untuk tahu tentang apa yang disampaikannya.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Bahkan, dalam organisasi kampus sendiri, senior selalu membanggakan dirinya dengan kata-kata &ldquo;bagimana organisasi ini mau maju, lihat dong perjuangan abang dan emba kalian tempo dulu&rdquo;. Sejujurnya kata tersebut kurang pantas untuk diucapkan oleh para senior di dunia akademik, sebab akan menimbulkan beban bukannya motivasi untuk maju dalam mengembangkan organisasi. Itulah bukti, bahwa hak kaum muda selalu mendapatkan tekanan dari golongan tua, senior dianggap paling tahu segala-galanya.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Pemuda sekarang harus dapat bangkit untuk memperjuangkan hak-haknya. Apabila ingin memajukan diri janganlah membiarkan terlena dalam buaian yang meninabobokan. Bangsa Indonesia sekarang sedang memerlukan pemuda yang tangguh dalam berjuang membawa kepada kejayaan. Sudah saatnyalah pemuda memperjuangkan hak-haknya agar dapat berkembang, selain itu juga golongan tua haruslah memberikan arahan kepada pemuda dan ibu bapak harus juga memberikan doa. Sebagai tradisi timur kita semua pecaya bahwa doa orang tua sangat manjur artinya dapat memberi kita kesenangan bahkan kesengsaraan.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Sesuai dengan pepatah Jawa &ldquo;<em>setetes banyu ngademi, seperci genik manasi</em>&rdquo;. Kata tersebut begitu sangat dalam artinya, bahwa doa orang tua akan memberikan kita kesejukan dan amarahnya akan mendatangkan malapetaka dalam kehidupan.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Begitu pentingnya doa orang tua dan dukungan golongan tua sebagai pengarah, jika pemuda diberikan kesempatan ini maka dengan melihat kejayaan nusantara tidaklah mustahil Indonesia akan menjadi lebih baik dari sekarang. Sebab, pemuda mempunyai mobilitas yang lebih tinggi, orang tua memberikan arah terhadap mobilitas pemuda, dan ibu memberikan kesejukan.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Hak-hak pemuda tersebut apabila diberikan kesempatan yang lebih adil dari sekarang, maka setidaknya Indonesia akan mempunyai rasa percaya diri yang lebih. Sekarang, rasa percaya diri pemuda tanpa disadari telah terjangkit virus yang sangat mematikan, yakni dalam hal pergaulan yang selalu dinilai dengan materi sampai dengan hilangnya harga diri yang terus dihegemoni. Maka, sudah selayaknya pemuda ke depan memiliki peran dalam memajukan nilai peradan nusantara yang telah lama dirindukan oleh banyak kalangan.</span></font></div>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F10%2F28%2Fpemuda-indonesia%2F&amp;t=Pemuda%20Indonesia" id="facebook_share_both_1576" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1576') || document.getElementById('facebook_share_icon_1576') || document.getElementById('facebook_share_both_1576') || document.getElementById('facebook_share_button_1576');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1576') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/10/28/pemuda-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jiwa Dan Semangat Pemuda</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/10/28/jiwa-dan-semangat-pemuda/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/10/28/jiwa-dan-semangat-pemuda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 13:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1560</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160;&#8220;Muda berkarya, tua kaya raya, mati masuk syurga&#8221; terkandung nilai filosofis dalam pepatah yang cukup populer tersebut. Sungguh alur kehidupan yang sangat ideal, diidam-idamkan hampir seluruh umat manusia dimuka bumi, sangat sempurna, dan tak lupa juga sangat sulit mewujudkannya, namun bukan berarti mustahil untuk bisa menggapainya. Jika demikian adanya, semestinya kita merenung tatkala mendengar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/Atas-Berkat-Rahmat-Alloh8.gif" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "><img align="left" alt="" class="alignnone" height="50" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/Garuda-Indonesia.gif" title="I Love Indonesia" width="50" /><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; line-height: 20px; ">&nbsp;&ldquo;Muda berkarya, tua kaya raya, mati masuk syurga&rdquo; terkandung nilai filosofis dalam pepatah yang cukup populer tersebut. Sungguh alur kehidupan yang sangat ideal, diidam-idamkan hampir seluruh umat manusia dimuka bumi, sangat sempurna, dan tak lupa juga sangat sulit mewujudkannya, namun bukan berarti mustahil untuk bisa menggapainya. Jika demikian adanya, semestinya kita merenung tatkala mendengar pepatah tersebut. Cobalah kita tengok, betapa kebahagiaan yang abadi yakni di syurga, bermula dari bagaimana kita hidup semasa muda di dunia. Kalau begitu, jelas sudah, bahwa ditangan pemudalah sebuah perubahan besar dapat tercipta. &nbsp; &nbsp;&nbsp;<span id="more-1560"></span></span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Pemuda dalam artian seseorang yang masih berusia muda, semestinya memiliki jiwa dan semangat muda pula. Begitulah setidaknya jika kita menengok kebelakang, tatkala para pemuda masa penjajahan, saling berebut kemerdekaan, mereka beramai-ramai membentuk beragam komunitas, menyiapkan konsep, membuat misi, serta mampu membuat suatu perubahan dari pergerakannya. Seperti halnya organisasi yang pertama kali dibentuk kala itu BUDI UTOMO yang merupakan awal pergerakan menuju Indonesia merdeka.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Menyoroti semangat menyala para pemuda zaman dahulu yang begitu kental dengan kobar perjuangan dan pengorbanan terhadap tanah air, namun kini, mungkin akan sangat sulit bila kita hendak menemukan tipikal karakter pemuda dengan semangat muda layaknya pemuda zaman dahulu. Betapa tidak, jika kita telaah, sebenarnya, pemuda masa kini adalah mereka yang serba lebih dalam mendapatkan segala hal. Status pendidikan lebih tinggi, perkembangan teknologi lebih canggih, cara berpikir lebih rasional. Lalu apakah dengan semua itu semangat muda para pemuda zaman sekarang lebih canggih pula dari pemuda zaman dulu? Oh sudah jelas, semangat demonstrasi mereka bahkan lebih anarkis, cara berpikir mereka lebih menekankan sikap emosional, penggunaan teknologipun tak kalah canggih dari teknologinya sendiri dengan sembarang mengumbar video-video tak senonoh ke dunia maya, apa tidak hebat?&nbsp;</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; text-indent: 36pt; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">Terlebih ketika tiba masa kelulusan anak SMA, dengan semangat muda yang menyala-nyala, mereka berani ugal-ugalan dijalanan sambil meneriakan yel-yel, dan bahkan saking kreatifnya, merekapun beramai-ramai mencorat-coreti seragam putih abu kebanggaannya. Mau tidak mau, image pemuda masa kini masih saja ter-cap jelek dalam pandangan masyarakat. Memang tidak semua pemuda Indonesia seperti itu, hanya saja yang selalu muncul kepermukaan adalah aksi-aksi negatif tersebut. Sepertinya akan sangat membanggakan bila chanel-chanel televisi ramai memberitakan bahwa kelulusan dihiasi aksi sujud syukur bersama dilapangan sekolah, misalnya. Tapi apa yang selalu kita lihat? Setiap memindahkan chanel TV, sudah dipastikan, semua memberitakan bahwasanya kelulusan dihiasi aksi bentrok antar sekolah, atau corat-coret seragam, motor-motoran di jalan, dan lain sebagainya. Sungguh ironis, inilah semangat muda para pemuda zaman sekarang.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; text-indent: 36pt; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">Tanpa kita sadari, faktor apakah yang menyebabkan aksi para pemuda Indonesia kini semakin terpuruk? Jauh dari gambaran para pemuda zaman dahulu yang jelas-jelas status pendidikannya saja lebih rendah. Apakah berasal dari faktor lingkungan? Sudah jelas. Apakah faktor gempuran teknologi yang semakin membutakan dan membuat mereka ketagihan? Tentu. Apakah karena rentannya pengaruh dari belahan bumi luar, terutama dari segi budaya yang hilir mudik menyapa generasi muda kita? Itu juga sudah barang benar. Namun pernahkah kita merenung, bahwasanya pertanyaan besar mengapa generasi muda hari ini begitu anarkis, emosional, dan tak tahu adab? Ternyata aksi-aksi negatif itu berasal dari penyakit hati yang tidak memperoleh pencegahan apalagi pengobatan.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; text-indent: 36pt; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">Setiap lembaga pendidikan sudah tentu memiliki tujuan yang mulia. Yakni turut mencerdaskan dan memperbaiki moral bangsa. Kurikulum dirancang sedemikian rupa demi kelancaran menggapai tujuan tersebut. Disisplin peraturan dibuat sedemikian ketat untuk mencegah aksi pelanggaran dan menjaga ketertiban. Fasilitas terus dilengkapi demi menopang kegiatan belajar mengajar yang ideal. Semua diciptakan demi menggapai satu tujuan. Namun tanpa kita sadari, yang lebih penting dari sekedar mencerdaskan dan memperbaiki moral bangsa adalah menciptakan karakter beradab dan berakhlak mulia dalam jiwa setiap anak bangsa.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; text-indent: 36pt; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">Kebanyakan sistem pendidikan di negeri kita lebih menekankan anak untuk dijejali pelajaran-pelajaran yang menuntut otak untuk terus berpikir, namun sangat sedikit yang menuntut hati untuk ikut tergerak. Pelajaran agama hanya menjadi kurikulum semata, tanpa masuk lebih jauh kedalam hati dan kesadaran anak. Fenomena aksi korup para politikus yang notabene adalah orang-orang yang berpendidikan merupakan contoh pahit yang harus kita telan, bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup, perlu penyeimbang yang mengontrol setiap aksi dari kecerdasan intelektual tersebut, yang tiada lain adalah kecerdasan spiritual. Kecerdasan spirituallah yang kemudian mampu membentuk sebuah karakter dalam diri anak.&nbsp;&nbsp;Membimbing pola hidup si anak dengan apa yang Ia yakini dalam hatinya. Cobalah tengok, mereka sekawanan anak muda yang ugal-ugalan dijalan itu adalah mereka yang kering kerontang jiwa spiritualnya. Tandus, tidak terairi. Itulah sebab dari hanya selalu mengunggul-unggulkan pendidikan lahiriah saja.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; text-indent: 36pt; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">Dalam pergaulan sehari-hari, ilmu alam, sosial atau bahkan matematika sekalipun tidak akan mampu angkat biacara. Yang berperan kala itu adalah ilmu-ilmu yang mengajarkan ketauladanan, adab, sopan santun, yang hanya bisa dapatkan dari ilmu keagamaan. Inilah yang seharusnya menjadi standar kualitas setiap lembaga pendidikan, dan pedoman bagi setiap orang tua.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; text-indent: 36pt; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">Tanpa hati, mana mungkin seseorang akan tergerak untuk melakukan suatu perubahan. Jika perubahan yang diciptakan berbentuk positif, itu karena berasal dari niat hati yang positif. Sebaliknya, jika perubahan yang diciptakan berbentuk negatif, sudah barang pasti berasal dari niat hati yang juga negatif.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; text-indent: 36pt; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">Maka, tatkala kita mengetahui akan hal tersebut, bahwa ditangan pemudalah suatu perubahan tercipta, dan perubahan positif timbul karena niat hati yang positif pula, sepantasnyalah bagi kita untuk mengevaluasi diri, apakah hati ini telah mampu tergerak untuk menciptakan sebuah perubahan besar, dan apakah semangat muda yang berkobar dalam diri kita ini akan berbuah positif. Bila sudah begitu, tinggal menunggu waktu, kapan icon baru pemuda bangsa muncul dengan bibit unggulnya, serta mampu memberikan pengaruh besar bagi dirinya khususnya, dan masyarakat pada umumnya.</span></span></div>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F10%2F28%2Fjiwa-dan-semangat-pemuda%2F&amp;t=Jiwa%20Dan%20Semangat%20Pemuda" id="facebook_share_both_1560" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1560') || document.getElementById('facebook_share_icon_1560') || document.getElementById('facebook_share_both_1560') || document.getElementById('facebook_share_button_1560');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1560') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/10/28/jiwa-dan-semangat-pemuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Generasi Militer Indonesia</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/10/04/generasi-militer-indonesia/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/10/04/generasi-militer-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 14:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>
		<category><![CDATA[SERBA-SERBI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1572</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Militer sulit dilepaskan dari dunia politik. Apalagi, di Indonesia yang mempunyai sejarah panjang tentang keterlibatan &#160;militer dalam penentuan arah politik kekuasaan.&#160;Di era Orde Baru militer menjadi sangat penting dan dominan. Ini karena arena pengaderan para pemimpin nasional berbasis di militer. Sebagian besar pemimpin, baik di level pusat maupun daerah, dipegang para jenderal. &#160; &#160; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/02/atas-berkat-rahmat-alloh.gif?w=393&amp;h=35&amp;h=35" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; "><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(94, 94, 94); font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 12px; "><img align="right" alt="" class="alignnone" height="77" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRwl1tLKNeLh27NlJWz5cb6Z5-19T5GylsFdVAE1zWx7zOk7t1RTouQsw" title="Tentara Indonesai Dan Generasinya" width="116" /></span></p>
<div style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><img align="left" alt="" class="alignnone" height="75" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/Garuda-Indonesia.gif" title="I Love Indonesia" width="75" />Militer sulit dilepaskan dari dunia politik. Apalagi, di Indonesia yang mempunyai sejarah panjang tentang keterlibatan</font></span></div>
<div style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif">&nbsp;militer dalam penentuan arah politik kekuasaan.&nbsp;Di era Orde Baru militer menjadi sangat penting dan dominan. Ini karena arena pengaderan para pemimpin nasional berbasis di militer. Sebagian besar pemimpin, baik di level pusat maupun daerah, dipegang para jenderal.</font></span></div>
<div style="text-align: justify; ">&nbsp;</div>
<div style="text-align: justify; ">&nbsp;</div>
<div style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif">Para jenderal pun mengader anaknya di Lembah Tidar, markas Akabri, tempat menempa perwira muda. Hingga cukup banyak jenderal yang memiliki anak yang juga militer. Banyak juga yang punya menantu militer.Militer di Indonesia pun sudah menjadi dinasti. Soeharto, kendati ketiga putranya (Sigit, Bambang, dan Tommy) tak berminat menjadi militer, toh punya menantu militer, <br />
		</font></span></div>
<div style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span id="more-1572"></span><br />
		</font></span></div>
<div style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif">Prabowo Subianto. Di era Orde Baru, menantu Soeharto itu menjadi the brightest star, bintang paling bersinar di antara bintang.</font></span></div>
<div style="text-align: justify; ">&nbsp;</div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Dengan cepat Prabowo mencapai bintang. Dari lulusan Akabri angkatan 1974, dia lulusan termuda yang menggapai bintang di pundak. Bahkan, di usia yang sangat belia, 46 tahun, pria yang kawin dengan anak keempat Soeharto, Titi Soeharto, itu menggapai bintang tiga. Bukan hanya Soeharto yang menanam&acirc; menantu di militer. Try Sutrisno pun mempunyai menantu anggota TNI yang cemerlang. Yakni, Jenderal Ryamizard Ryacudu, yang sudah pensiun dari kursi KSAD (kepala staf Angkatan Darat).</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><br />
		</font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Jenderal (pur) Achmad Tahir, mantan ketua LVRI (Lembaga Veteran RI) juga bermenantu militer yang berkarir berkilau. Putrinya, Linda, berumah tangga dengan Jenderal (pur) Agum Gumelar. Keduanya bahkan pernah menjadi menteri yang membidangi pos dan telekomunikasi. Achmad Tahir menjabat Menparpostel, sedangkan Agum pernah menjadi menteri perhubungan dan postel.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Namun, yang paling fenomenal adalah keluarga Letjen (pur) Sarwo Edi Wibowo. Mantan komandan RPKAD itu mempunyai tiga menantu militer dan seorang putra yang juga memilih jalan hidup untuk mengabdi sebagai pasukan TNI. Tiga putri Sarwo Edi, yakni Wirahasti Cendrawasih, Kristiani Herawati, dan Mastuti Rahayu memilih para perwira TNI sebagai pendamping hidup. Mereka meneruskan tradisi kehidupan ayah ibunya yang berpindah-pindah kota mengikuti tugas militer.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><br />
		</font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Kini, ketiga menantu Sarwo Edi memegang posisi strategis dalam bangsa ini. Tentu yang pertama disebut adalah Jenderal (pur) Susilo Bambang Yudhoyono, suami Kristiani Herawati, yang kini menjadi presiden negeri ini. Lalu, Letjen TNI Erwin Sudjono, suami Wirahasti Cendrawasih, yang memegang posisi startegis sebagai Pangkostrad. Sedangkan Kolonel (pur) Hadi Utomo, suami Mastuti Rahayu, kini menjadi ketua umum Partai Demokrat, partai yang menjadi kendaraan politik SBY.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Bukan hanya itu. Sarwo Edi juga mempunyai anak kandung yang mewarisi karir di dunia militer. Yakni, Pramono Edi Wibowo yang kini berbintang satu dengan jabatan wakil komandan Kopassus. Dia menjadi pimpinan pasukan elite TNI-AD itu, seperti jejak yang pernah dilalui almarhum ayahnya.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">&nbsp;<br />
		Saya yakin, bila Sarwo Edhi masih hidup, dia akan bangga dengan prestasi para anak dan menantunya. Terutama kepada SBY yang mencapai kursi tertinggi di negeri ini, sebagai presiden RI. Melebihi prestasi Sarwo Edi, pensiunan bintang tiga, serta pernah menjabat dubes di Korsel.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Sarwo Edhi juga tentu akan bangga dengan menantu lain serta anak kandungnya, Pramono Edi Wibowo. Para anak menantunya itu adalah orang pilihan yang menggapai karir dengan susah payah.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><br />
		</font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">SBY mampu menapaki karir militer dengan jabatan terakhir militer aktif Kassospol. Dia dikenal sebagai jenderal cerdas dan sudah teruji di segala medan. Dia lulusan terbaik Akabri 1973 dan selalu menjadi terbaik di setiap tugas pendidikan yang diikuti.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Erwin Sudjono pun demikian. Sebelum SBY menggapai Istana, Erwin dikenal sebagai perwira menonjol. Sejumlah jabatan strategis sudah diraih, termasuk Pangdiv II Kostrad di Malang dan Pangdam Tanjungpura. Prestasi tempurnya di antaranya komandan Pasukan Reaksi Cepat saat diberlakukan status &acirc;&euro;&trade;darurat militer&acirc;&euro;&trade; di Aceh.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Pramono Edi Prabowo juga mempunyai catatan karir militer yang sangat bagus. Dia teruji bersikap netral saat menjadi ajudan Presiden Megawati. Padahal, saat itu Mega harus berhadapan dengan SBY dalam pemilihan presiden.</p>
<p>		Tentu sebagai presiden, SBY berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi prestasi para saudaranya akan memantik rumor tak menguntungkan. Sebagai contoh, saat Erwin dipromosikan sebagai Pangkostrad dengan bintang tiga, sempat timbul rumor KKN. Tentu itu dibantah karena Erwin telah berkarir di TNI lebih dari 30 tahun dengan berbagai pengalaman di lapangan. Dia cukup layak menempati pos Pangkostrad.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Namun, di sisi lain, tentu posisi para saudaranya itu semakin memantapkan posisi SBY. Tak bisa dipungkiri jabatan Pangkostrad yang ditempati Erwin Sudjono dan Wadanjen Kopassus yang diduduki Pramono Edi Wibowo merupakan posisi strategis untuk mengamankan presiden.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><br />
		</font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Pangkostrad memegang kendali atas 33 batalyon dengan sekitar 30 ribu pasukan yang menyebar di Indonesia. Ini satuan tempur terbesar di negeri ini yang bisa digerakkan setiap saat. Dengan kekuatan seperti itu, tampaknya, posisi Pangkostrad sangat penting dalam mengamankan negara. Sejumlah petinggi TNI pernah merasakan jabatan ini. Misalnya, Soeharto saat peristiwa G 30 S PKI, Jenderal Wiranto, dan Prabowo Subianto.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Posisi Pramono tak kalah penting. Kopassus yang dia pimpin (sebagai Wadanjen) adalah satuan elite TNI-AD. Pasukan ini mempunyai reputasi mengagumkan, termasuk saat dipimpin Sarwo Edhi. Markas besar Kopassus di Cijantung, yang masih dalam area Jakarta. Ini tentu sangat strategis dengan posisi Istana Negara di ibu kota. Saat ini Pramono adalah Wadanjen, dan tidak tertutup kemungkinan promosi ke Danjen.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><br />
		</font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Dalam situasi genting, selain Panglima TNI, tiga jabatan militer di ibu kota akan sangat penting. Ketiganya adalah Pangksotrad, Pangdam Jaya, dan Danjen Kopassus. Tampaknya dengan konfigurasi para petinggi militer saat ini, SBY semakin tenang.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Ke depan pun, SBY tak perlu ragu. Promosi terbuka sangat mungkin bagi Erwin dan Pramono. Untuk dua atau tiga tahun mendatang bukan tak mungkin muncul di level lebih tinggi. Seperti Panglima TNI atau KSAD. Toh, kalau mereka promosi bukan terlalu berlebihan karena mereka adalah kader yang sudah teruji.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><br />
		</font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Dan perlu diingat lagi. Masih ada generasi ketiga Sarwo Edhi, yakni Lettu Agus Harimurti Yudhoyono dan Lettu Danang, putra Erwin. Kita tinggal menunggu perjalanan sejarah</span></font></div>
</div>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F10%2F04%2Fgenerasi-militer-indonesia%2F&amp;t=Generasi%20Militer%20Indonesia" id="facebook_share_both_1572" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1572') || document.getElementById('facebook_share_icon_1572') || document.getElementById('facebook_share_both_1572') || document.getElementById('facebook_share_button_1572');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1572') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/10/04/generasi-militer-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa PKI ?</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/09/29/mengapa-pki/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/09/29/mengapa-pki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 13:45:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1565</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Penanaman kapital di Indonesia pada sejak akhir abad ke-XIX meningkat dengan cepat, yang membawa perubahan besar dalam kehidupan ekonomi dan sosial di Indonesia. Untuk mengerjakan bahan-bahan mentah, imperialisme Belanda mendirikan pabrik-pabrik, membikin pelabuhan-pelabuhan dan jalan-jalan kereta-api. Tetapi, semuanya itu sekali-kali bukanlah untuk memajukan Indonesia, melainkan untuk mengintensifkan penghisapan kolonial terhadap Rakyat Indonesia. &#160; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/Atas-Berkat-Rahmat-Alloh8.gif" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span _fck_bookmark="1" style="display: none; ">&nbsp;</span></p>
<p style="text-indent: 1em; color: rgb(0, 0, 0); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; font-family: Helvetica, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin-left: 6%; margin-right: 6%; text-align: justify; "><span style="color:#(color);"><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: normal; "><img align="left" alt="" class="alignnone" height="50" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/02/1-91.gif?w=100&amp;h=100" title="I Love Indonesai" width="50" /></span>Penanaman kapital di Indonesia pada sejak akhir abad ke-XIX meningkat dengan cepat, yang membawa perubahan besar dalam kehidupan ekonomi dan sosial di Indonesia.</span></span></p>
<p style="text-indent: 1em; color: rgb(0, 0, 0); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; font-family: Helvetica, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin-left: 6%; margin-right: 6%; text-align: justify; "><span style="color:#(color);"><span style="background-color:#fff;">Untuk mengerjakan bahan-bahan mentah, imperialisme Belanda mendirikan pabrik-pabrik, membikin pelabuhan-pelabuhan dan jalan-jalan kereta-api. Tetapi, semuanya itu sekali-kali bukanlah untuk memajukan Indonesia, melainkan untuk mengintensifkan penghisapan kolonial terhadap Rakyat Indonesia. &nbsp; &nbsp;&nbsp;<span id="more-1565"></span></span></span></p>
<p style="text-indent: 1em; color: rgb(0, 0, 0); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; font-family: Helvetica, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin-left: 6%; margin-right: 6%; text-align: justify; "><span style="color:#(color);"><span style="background-color:#fff;">Dengan demikian pengaruh kapitalisme menjadi merasuk ke dalam masyarakat Indonesia, yang mendorong lahirnya klas-klas baru dalam masyarakat Indonesia, yaitu :&nbsp;<em style="word-spacing: 0.2em; ">Klas proletar, intelektual&nbsp;</em>dan<em style="word-spacing: 0.2em; ">&nbsp;borjuasi&nbsp;</em><em style="word-spacing: 0.2em; ">Indonesia</em><em style="word-spacing: 0.2em; ">.</em></span></span></p>
<p style="text-indent: 1em; color: rgb(0, 0, 0); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; font-family: Helvetica, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin-left: 6%; margin-right: 6%; text-align: justify; "><span style="color:#(color);"><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span">Lahirnya klas proletar mendorong berdirinya organisasi serikat buruh. Di banyak tempat di Indonesia mulai berdiri serikat buruh &#8211; serikat buruh, seperti serikat buruh pelabuhan, serikat buruh kereta-api, serikat buruh percetakan dan serikat buruh &#8211; serikat buruh di pabrik-pabrik lainnya.</span></span></span></p>
<p style="text-indent: 1em; color: rgb(0, 0, 0); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; font-family: Helvetica, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin-left: 6%; margin-right: 6%; text-align: justify; "><span style="color:#(color);"><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span">Pada tahun 1905 berdirilah serikat buruh kereta-api yang bernama SS-Bond (Staats-Spoor Bond). Dalam tahun 1908 berdirilah Perkumpulan Pegawai Spoor dan Trem (Vereniging van Spoor en Tram Personeel &#8211; VSTP), suatu<strong>&nbsp;</strong>serikat buruh kereta-api yang militan ketika itu.</span></span></span></p>
<p style="text-indent: 1em; color: rgb(0, 0, 0); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; font-family: Helvetica, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin-left: 6%; margin-right: 6%; text-align: justify; "><span style="color:#(color);"><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span">Serikat buruh &#8211; serikat buruh ini merupakan sekolah-sekolah politik bagi massa kaum buruh. Tetapi, perjuangan serikat buruh adalah perjuangan yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan langsung daripada para anggotanya, untuk perbaikan upah dan syarat-syarat kerja, suatu perjuangan yang terbatas pada<strong>&nbsp;</strong>soal-soal sosial ekonomi. Kesadaran yang diperoleh lewat aksi-aksi dan pemogokan-pemogokan belumlah mencapai tingkat kesadaran-klas yang sempurna, tetapi baru pada tingkat kesadaran pertentangan antara mereka sebagai buruh-upahan terhadap majikannya itu sendiri yang memeras tenaganya, tingkat kesadaran yang elementer, kesadaran yang masih terbatas untuk memperjuangkan nasibnya sendiri, nasib golongannya.</span></span></span></p>
<p style="text-indent: 1em; color: rgb(0, 0, 0); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; font-family: Helvetica, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin-left: 6%; margin-right: 6%; text-align: justify; "><span style="color:#(color);"><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span">Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan gerakan buruh, kesadaran politik dan orgarisasi klas buruh pun meningkat pula. Klas buruh menghendaki suatu organisasi yang tidak hanya membatasi diri pada perjuangan serikat buruh, sebab hanya dengan organisasi serikat buruh, sistim kapitalisme, yang merupakan sumber kemiskinan dan kesengsaraan bagi seluruh massa pekerja, tidaklah dapat diitumbangkan. Untuk menumbangkan sistim kapitalisme, klas buruh harus menjalankan perjuangan politik yang revolusioner, klas buruh harus mempunyai partai politik.</span></span></span></p>
<p style="text-indent: 1em; color: rgb(0, 0, 0); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; font-family: Helvetica, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin-left: 6%; margin-right: 6%; text-align: justify; "><span style="color:#(color);"><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span">Tingkat kesadaran klas buruh inilah yang mendorong berdirinya suatu partai politik, yang merupakan alat untuk memperjuangkan cita-cita dan politik daripada klas buruh. Partai politik klas buruh ini tidaklah hanya untuk memimpin perjuangan klas buruh guna perbaikan upah dan syarat-syarat kerja kaum buruh, akan tetapi sampai dengan untuk merombak susunan masyarakat yang memaksa seseorang yang tidak bermilik harus menjual tenaganya kepada kaum kapitalis.</span></span></span></p>
<p style="text-indent: 1em; color: rgb(0, 0, 0); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; font-family: Helvetica, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin-left: 6%; margin-right: 6%; text-align: justify; "><span style="color:#(color);"><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span">Pada bulan Mei tahun 1914 di Semarang telah berdiri Perkumpulan Sosial-Demokratis Indonesia (Indiskhe Sociaal Democratiskhe Vereniging &#8212; ISDV), suatu organisasi politik yang menghimpun intelektual-intelektual revolusioner bangsa Indonesia dan Belanda. Tujuannya ialah untuk menyebarkan Marxisme di kalangan kaum buruh dan Rakyat Indonesia. Perkumpulan Sosial-Demokratis Indonesia inilah yang pada tanggal 23 Mei tahun 1920 berubah nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).</span></span></span></p>
<p style="text-indent: 1em; color: rgb(0, 0, 0); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; font-family: Helvetica, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin-left: 6%; margin-right: 6%; text-align: justify; "><span style="color:#(color);"><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span">Lahirnya PKI merupakan peristiwa yang sangat penting bagi perjuangan kemerdekaan Rakyat Indonesia. Pemberontakan kaum tani yang tidak teratur dan bersifat perjuangan sedaerah atau sesuku dalam melawan imperialisme Belanda, yang terus menerus mengalami kegagalan, sejak PKI berdiri, menjadi diganti dengan perjuangan proletariat yang terorganisasi dan yang memimpin perjuangan kaum tani dan gerakan revolusioner lainnya.</span></span></span></p>
<p style="text-indent: 1em; color: rgb(0, 0, 0); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; font-family: Helvetica, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin-left: 6%; margin-right: 6%; text-align: justify; "><span style="color:#(color);"><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span">Pecahnya Revolusi Oktober di Rusia tahun 1917 sangat berpengaruh pada proletariat Indonesia. Lahirnya PKI<strong>&nbsp;</strong>dan perkembangannya tidaklah dapat dipisahkan dari pengaruh kemenangan Revolusi Oktober itu.</span></span></span></p>
<p style="text-indent: 1em; color: rgb(0, 0, 0); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; font-family: Helvetica, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin-left: 6%; margin-right: 6%; text-align: justify; "><span style="color:#(color);"><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span">Kemenangan Revolusi Oktober Besar di Rusia itu telah membangkitkan kesadaran Rakyat-Rakyat jajahan. Revolusi Oktober, memberi keyakinan kepada Rakyat Indonesia, bahwa imperialisme Belanda pasti dapat digulingkan, dan Rakyat Indonesia akan dapat mendirikan negara Indonesia yang bebas dan merdeka.</span></span></span></p>
<p style="text-indent: 1em; color: rgb(0, 0, 0); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; font-family: Helvetica, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin-left: 6%; margin-right: 6%; text-align: justify; "><span style="color:#(color);"><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span">Jadi Partai Komunis Indonesia lahir dalam zaman imperialisme, sesudah di Indonesia ada klas buruh, sesudah di Indonesia berdiri serikatburuh-serikatburuh dan Perkumpulan Sosial Demokratis Indonesia, yaitu organisasi politik yang pertama daripada kaum Marxis Indonesia, sesudah Revolusi Oktober tahun 1917.</span></span></span></p>
<p style="text-indent: 1em; color: rgb(0, 0, 0); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; font-family: Helvetica, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin-left: 6%; margin-right: 6%; text-align: justify; "><span style="color:#(color);"><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span">Lahirnya PKI bukanlah suatu hal yang kebetulan, melainkan suatu hal yang sesuai dengan perkembangan sejarah, suatu hal yang wajar. PKI adalah anak zaman yang lahir pada waktunya.</span></span></span></p>
<p><span _fck_bookmark="1" style="display: none; ">&nbsp;</span></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F09%2F29%2Fmengapa-pki%2F&amp;t=Mengapa%20PKI%20%3F" id="facebook_share_both_1565" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1565') || document.getElementById('facebook_share_icon_1565') || document.getElementById('facebook_share_both_1565') || document.getElementById('facebook_share_button_1565');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1565') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/09/29/mengapa-pki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemerdekaan, Berbangsa, Beragama</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/08/16/kemerdekaan-berbangsa-beragama/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/08/16/kemerdekaan-berbangsa-beragama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 14:10:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1556</guid>
		<description><![CDATA[&#34;Bulan Suci Ramadhan dan Dirgahayu Indonesia&#8221; &#160; Bangsa ini lahir dari &#8220;gelora darah&#8221; dan &#8220;air mata&#8221; putra-putri bangsa. Gelora darah merupakan hikayat semangat juang yang diteriakkan secara lantang pada dunia bahwa bangsa ini bisa melepaskan belenggu dari penjajah dan menjadi bangsa yang merdeka, kata terakhir dari juang ini adalah darah penghabisan. Lain halnya dengan &#8220;air [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/02/atas-berkat-rahmat-alloh.gif?w=393&amp;h=35&amp;h=35" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p style="text-align: center; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">&quot;Bulan Suci Ramadhan dan Dirgahayu Indonesia&rdquo;</span></p>
<p style="text-align: center; ">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify; "><img align="left" alt="" class="alignleft" height="39" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/06/merah-putih.jpg?w=99&amp;h=52" title="I Love Indonesia" width="75" /><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">Bangsa ini lahir dari &ldquo;gelora darah&rdquo; dan &ldquo;air mata&rdquo; putra-putri bangsa. Gelora darah merupakan hikayat semangat juang yang diteriakkan secara lantang pada dunia bahwa bangsa ini bisa melepaskan belenggu dari penjajah dan menjadi bangsa yang merdeka, kata terakhir dari juang ini adalah darah penghabisan. Lain halnya dengan &ldquo;air mata&rdquo; yang kita kenal sebagai bahasa yang paling rumit dimaknakan secara telanjang sebagai pengakuan kenyatan yang absurd. Kehadirannya lebih ditopang oleh pensuasanaan rasa yang menyentuh aspek nurani kemanusiaan, baik rasa lara ataupun rasa bahagia seringkali menggenang air mata. Perjalanan bangsa inipun dalam menggapai kemerdekaan tidak terlepas dari balutan semangat juang dan bingkaian darah yang bermuara dilautan air mata. Darah dan airmata bangsa ini menetaskan rekomendasi sejarah kemerdekaan 17 Agustus 1945, dimana tangal ini merahimi lahirnya ikrar kemerdekaan yang selama 3-1/2 abad bangsa ini dijajah oleh Belanda, Portugis, Inggris, dan Jepang yang hingga detik ini masih basah dalam memori sejarah.<span id="more-1556"></span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">Bulan &ldquo;Agustus&rdquo; bagi bangsa Indonesia merupakan kesan pertama sejarah kedaulatan yang menebarkan aroma keberanian dan kesatuan pada dunia. Dengan kuda iktiar penjajahan yang telah mendera dimensi ruang dan waktu, membatasi secara paksa gerak jasmani dan rohani harus kita ganyang bersama. Waktu itu Jangankan menikmati sepotong roti, keinginan untuk menikmatinya saja merupakan kesalahan, tersenyum adalah suatu penghianatan dari sebuah komitmen perjuangan dalam merebutkan hak, harkat dan martabat bangsa Indonesia. Komitmen perjuangan untuk bangsa Indonesia dan semangat persatuan terbingkis dalam kain suci yang kita namakan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia, kemerdekaan ini meniscayakan lahirnya misi suci kebhinekaan menjadi ketunggalikaan. Kemajmukan, keanikaragaman tetap ada dalam satu muara bendera merah-putih. Dirgahayu seperti yang telah dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 merupakan peletakan cita dasar pembangunan setelah sekian lama hanya terpajang sebagai lukisan ide bersama. Deklarasi suci ibarat busur panah yang lepas dari anak panahnya dan melesat tepat di jantung hati rakyat Indonesia, merupakan penegasan bahwa bangsa Indonesia punya semangat juang untuk melepaskan tali pengikat yang sudah menjadi benalu bagi bangsa indonesia tercinta ini.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">&ldquo;Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia&rdquo; sebagai jalur awal dari semangat juang berupa darah dan air mata, untuk mempertahankan kedaulatan bangsa, sampai detik ini pun, ghiroh perjuangan kemerdekan bangsa ini masih terus berkelindang seolah menjadi irama gemuruh anak negri dalam memburu sebuah cita ideal yakni &ldquo;Indonesia menjadi Negri yang Robbani&rdquo; (Sabda orang Sufi) kemerdekaan dalam nauangan merah &ndash; putih, menuju sebuah tatanan kehidupan yang tentaram adil dan makmur serta diridhoi oleh Allah SWT merupakan peniscayaan sebagai mana cita pendiri bangasa.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">Mengurai cita ideal &ldquo; indonesia menjadi Negri Yang Robbani&rdquo; hingga menjadi refleksi nyata maka peleburan dalam wadah penyucian diri merupakan sebuah peniscayaan. Hal ini di amini oleh para ulama&rsquo; mistik agama samawi. Salah satu Prosesi penyucian diri bagi umat islam ialah dilakukan pada bulan suci ramadhan, dimana bulan rahamdhan ini penuh dengan bingkaian nilai-nilai berkah dan magfirah. Hingga merupakan sebuah kewajaran jika menanti bulan ini peduh dengan lupan rindu, karna kehadirannya tidak terasa sudah satu tahun kita menanti, namun kedatangannya menjadi sumber gemuruh ombak rasa yang membahagiakan.<br />
	Bagi bangsa ini bulan ramadhan kali ini merupakan bulan yang penuh dengan nilai-nilai kemerdekaan serta memori indah perjuangan menuju momentum kemerdekaan, dimana proses bangasa ini diproklamirkan pada 65 tahun yang lalu bertepatan pada bulan suci ramadhan, momentum kemerdekaan bangsa pada bulan ramadhan masih merayap dalam memori sejarah dalam otak kanan maupun otak kiri kita.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">Namuan bercermen pada 65 tahun yang lalu, jika kita lihat dari sudut pandang apapun tentang makna kemerdekaan hari ini harus diorentasikan pada penyucian diri, yang nantinya akan menjadi serpihan-serpihan kita semua untuk menyucikan bangsa ini dari ketertingalan, menjujung tinggi keadilan, kejujuran serta menyucikan bangsa ini dari label bangsa yang korup dengan menjunjung harkat matrtabat secara bersama demi persatuan tahah air tercinta, hingga persatuan itu menjadi wujud kesempurnaan bagi bangsa Indonisia dimata dunia. Tugas kita sebagai Rakyat Indonesia yaitu menjaga persatuan dan memajukan bangsa Indonesia merupakan penghormatan yang paling tinggi kepada bangsa, yang mampu memancarkan sinar terang pada bendera mirah putih, hingga dimata dunia kemuliaan menyertai anak bangsa. Amin ya robbal alamin.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">Ahir kata semuga bulan suci kali ini menjadi perenungan agar bangsa kita bangkit dari keterpurukan, (Baca: Politik dagang sapi, penguasa Yang Dzalim, pengacara dan polisi yang bisa dibeli) serta keluar dari jurang kemiskinan dan kebodohan.&nbsp;</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">Selamat menunaikan ibadah Puasa dan Salam Merdeka !!!</span></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F08%2F16%2Fkemerdekaan-berbangsa-beragama%2F&amp;t=Kemerdekaan%2C%20Berbangsa%2C%20Beragama" id="facebook_share_both_1556" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1556') || document.getElementById('facebook_share_icon_1556') || document.getElementById('facebook_share_both_1556') || document.getElementById('facebook_share_button_1556');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1556') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/08/16/kemerdekaan-berbangsa-beragama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Tertua</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/08/02/masjid-tertua/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/08/02/masjid-tertua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 13:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANGUNAN]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[NUSANTARA]]></category>
		<category><![CDATA[RELIGI]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1532</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia kaya akan bangunan kuno bersejarah yang hingga kini terawat dengan baik, termasuk masjid.&#160;Berikut ini adalah&#160;10 Masjid Tertua di Indonesia, semua masjid-masjid ini dibangun di tanah air kita indonesia. Beberapa masjid berikut berumur mulai dari sekitar 700-400 tahun. Masjid Saka Tunggal (1288) Masjid Saka Tunggal terletak di Desa Cikakak Kecamatan&#160;Wangon dibangun pada tahun 1288 sebagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/Atas-Berkat-Rahmat-Alloh8.gif" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; "><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: Arial, Verdana, sans-serif; line-height: normal; "><img align="left" alt="" class="alignnone" height="73" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/Bangga-Indonesia5.jpg" title="I Love Indonesia" width="75" /></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Indonesia kaya akan bangunan kuno bersejarah yang hingga kini terawat dengan baik, termasuk masjid.&nbsp;Berikut ini adalah&nbsp;<em>10 Masjid Tertua di Indonesia</em>, semua masjid-masjid ini dibangun di tanah air kita indonesia. Beberapa masjid berikut berumur mulai dari sekitar 700-400 tahun.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><span id="more-1532"></span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><strong>Masjid Saka Tunggal (1288)</strong></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; "><span style="color:#e6e6fa;"><img align="left" alt="" border="0" height="113" src="http://solocybercity.files.wordpress.com/2011/08/masjidsakatunggal.jpg?w=300" style="padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-left-color: rgb(221, 221, 221); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; " width="150" /></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Masjid Saka Tunggal terletak di Desa Cikakak Kecamatan&nbsp;Wangon dibangun pada tahun 1288 sebagaimana terukir di Guru Saka (Pilar Utama) masjid. Proses pembangunan masjid kuno ini ditulis dalam buku karangan Kyai Mustolih, pendiri masjid.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Setiap tanggal 27 rajab diadakan ziarah di masjid dan membersihkan makam Kyai Jaro Mustolih. Masjid ini terletak sekitar 30 km dari kota Purwokerto. Disebut Saka Tunggal karena di masjid ini di tengahnya ada satu tiang (saka tunggal) sebagai maksud gambaran bahwa Allah itu satu.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><strong>Masjid Wapauwe (1414)</strong><br />
	<img align="right" alt="masjid tua wapauwe" height="113" src="http://www.tribunnews.com/foto/bank/images/masjid-tua-wapauwe.jpg" style="padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-left-color: rgb(221, 221, 221); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; " title="masjid tua wapauwe" width="150" /></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Masjid ini masih terawat dengan baik, dibangun tahun 1414 masehi di Maluku sebagai pusat penyebaran Islam di Maluku masa lampau.&nbsp; Mulanya masjid ini bernama Masjid Wawane karena dibangun di lereng Gunung Wawane oleh Pernada Jamilu, keturunan Kesultanan Islam Jailolo dari Moloku Kie Raha (Maluku Utara).</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Kedatangan perdana Jamilu ke tanah Hitu sekitar tahun 1400&nbsp; M, yakni untuk mengembangkan ajaran Islam pada lima negeri di sekitar pegunungan Wawane yakni Assen, Wawane, Atetu, Tehala dan Nukuhaly, yang sebelumnya sudah dibawa oleh mubaligh dari negeri Arab.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Masjid Wapauwe hanya berukuran 10 x 10 meter, sedangkan bangunan tambahan yang merupakan serambi berukuran 6,35 x 4,75 meter. Tipologi bangunannya berbentuk empat bujur sangkar. Bangunan asli pada saat pendiriannya tidak mempunyai serambi. Konstruksi bangunan induk dirancang tanpa memakai paku atau pasak kayu pada setiap sambungan kayu.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><strong>Masjid Ampel (1421)</strong><br />
	<img align="left" alt="" border="0" height="113" src="http://solocybercity.files.wordpress.com/2011/08/masjidampel.jpg?w=300" style="padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-left-color: rgb(221, 221, 221); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; " width="150" /><br />
	Masjid Ampel adalah sebuah masjid kuno yang berada di bagian utara Kota Surabaya, Jawa Timur. Masjid ini didirikan oleh Sunan Ampel, dan didekatnya terdapat kompleks makam Sunan Ampel.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Saat ini Masjid Ampel merupakan salah satu daerah tujuan wisata religi di Surabaya. Masjid ini dikelilingi oleh bangunan berarsitektur Tiongkok dan Arab. Di samping kiri halaman Masjid Ampel, terdapat sebuah sumur yang diyakini merupakan sumur yang bertuah.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><strong>Masjid Agung Demak (1474)</strong><br />
	<img align="right" alt="" border="0" height="85" src="http://solocybercity.files.wordpress.com/2011/08/masjid_demak.jpg?w=300" style="padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-left-color: rgb(221, 221, 221); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; " width="150" /></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Masjid Agung Demak adalah salah satu mesjid yang tertua di Indonesia. Masjid ini terletak di desa Kauman, Demak, Jawa tengah. Masjid ini dipercayai pernah merupakan tempat berkumpulnya para Wali Songo untuk penyebaran agama Islam.&nbsp; Bahkan para wali bermusyawarah di masjid Demak untuk membahas penyebaran agama Islam di Indonesia</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Masjid ini didirikan oleh Raden Patah rada pertama dari Kesultanan Demak Bintoro pada abad 15 masehi.&nbsp; Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut Saka Guru. Tiang ini konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai Saka Tatal bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut saka Majapahit.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Konon ketika Sunan Kalijaga kesulitan memperoleh kayu jati, akhirnya mengumpulkan tatal-tatal dan diikat menjadi sebuah tiang yang hingga kini masih dilestarikan. Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para abdinya. Di sana juga terdapat sebuah museum, yang berisi berbagai hal mengenai riwayat berdirinya Masjid Agung Demak.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><strong>Masjid Sultan Suriansyah (1526)</strong></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><img align="left" alt="masjid sultan suriansyah" height="104" src="http://www.tribunnews.com/foto/bank/images/masjid-sultan-suriansyah.jpg" style="padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-left-color: rgb(221, 221, 221); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; " title="masjid sultan suriansyah" width="150" /></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Masjid Sultan Suriansyah dibangun tahun 1526 oleh Raja Banjar pertama di Kalimantan Selatan. Masjid ini terletak di utara Kecamatan Kesehatan, Banjarmasin Utara, Banjarmasin, daerah yang dikenal sebagai Banjar Lama merupakan ibukota Kesultanan Banjar untuk pertama kalinya.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Arsitektur tahap konstruksi dan atap tumpang tindih, merupakan masjid bergaya tradisional Banjar. Gaya masjid tradisional di Banjar mihrabnya memiliki atap sendiri terpisah dengan bangunan utama. Masjid ini dibangun di tepi sungai di Kecamatan Kesehatan. Hingga kini masjid Sultan Suriansyah terawat dengan baik dan makin ramai.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><strong>Masjid Menara Kudus (1549)</strong><br />
	<img align="right" alt="" border="0" height="113" src="http://solocybercity.files.wordpress.com/2011/08/menarakudus.jpg?w=300" style="padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-left-color: rgb(221, 221, 221); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; " width="150" /></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Mesjid Menara Kudus dibangun oleh Sunan Kudus (termasuk Wali Songo) tahun 1549 masehi atau 956 hijriah di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Masjid ini, konon dibangun menggunakan batu dari Baitul Maqdis dari Palestina untuk peletakan batu pertamanya.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Sebagaimana sering terlihat di kalender, Masjid ini berbentuk unik dengan menara seperti candi dan sebagai perpaduan budaya Islam dengan Hindu. Hingga kini masjid ini berdiri megah dan ramai pengunjung.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><strong>Masjid Agung Banten (1552)</strong><br />
	<img align="left" alt="" border="0" height="224" src="http://solocybercity.files.wordpress.com/2011/08/masjidagungbanten.jpg?w=200" style="padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-left-color: rgb(221, 221, 221); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; " width="150" /></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Masjid Agung Banten termasuk masjid tua yang penuh nilai sejarah. Setiap harinya masjid ini ramai dikunjungi para peziarah yang datang tak hanya dari Banten dan Jawa Barat, tapi juga dari berbagai daerah di pulau Jawa.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Masjid Agung Banten terletak di kompleks bangunan masjid di Desa Banten Lama, sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang. Masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), Sultan pertama Kasultanan Demak. Ia adalah putra pertama Sunan Gunung Jati.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda China. Ini adalah karya arsitektur China yang bernama Tjek Nan Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Di masjid ini juga terdapat komplek makam sultan-sultan Banten serta keluarganya. Yaitu makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara di sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin, dan lainnya.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Menara yang menjadi ciri khas sebuah masjid juga dimiliki Masjid Agung Banten. Terletak di sebelah timur masjid, menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><strong>Masjid Mantingan (1559)</strong><br />
	<img align="right" alt="" border="0" height="113" src="http://solocybercity.files.wordpress.com/2011/08/masjidmantingan.jpg?w=300" style="padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-left-color: rgb(221, 221, 221); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; " width="150" /></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Masjid Mantingan adalah masjid kuno di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jawa Tengah. Masjid ini didirikan oleh Kesultanan Demak pada tahun 1559.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Model bangunan masjidi Mantingan masih kental dengan arsitektur China, seperti&nbsp; ubin lantai tinggi dan kereta api-undakannya dengan mendatangkan bahan dari&nbsp; Makao.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Dinding luar dan dalam dihiasi dengan piring tembikar bergambar biru, sedang dinding sebelah tempat imam&nbsp; dihiasi dengan relief persegi bergambar margasatwa, dan penari penari diukir di batu kuning tua.<br />
	Pengawasan pekerjaan konstruksi masjid ini tak lain adalah Babah Liem Mo Han. Di dalam kompleks masjid terdapat makam Sultan Hadlirin, suami dari Kanjeng Ratu Kalinyamat dan adik ipar Sultan Trenggono, penguasa terakhir Demak. Selain itu ada juga makam Waliullah Mbah Abdul Jalil, yang disebut sebagai nama lain Syekh Siti Jenar.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><strong>Masjid Al-Hilal Katanga (1603)</strong><br />
	<img align="left" alt="" border="0" height="113" src="http://solocybercity.files.wordpress.com/2011/08/masjid-al-hilal-katangka-300x225.jpg?w=300" style="padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-left-color: rgb(221, 221, 221); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; " width="150" /></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Masjid ini dibangun pada tahun 1603 masehi pada masa pemerintahan Taja Gowa-24, Aku Manga&rsquo;ragi Daeng-Manrabbiakaraeng Lakiung, Sultan Alauddin. Kemudian pada tahun 1605 m, masjid ini benar-benar dirubah untuk diberi nama Masjid Katangka di Gowa.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Masjid berukuran 14,1 x struktur 14,4 meter dan sebuah bangunan tambahan 4,1 x 14,4 meter. Tinggi bangunan 11,9 meter dan 90 meter dinding tebel, bahan baku dari batu bata dengan atap ubin dan lantai porselen. Lokasi di Katangka, Gowa.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><strong>Masjid Tua Palopo (1604)</strong><br />
	<img align="right" alt="" border="0" height="101" src="http://solocybercity.files.wordpress.com/2011/08/mesjidtuapalopo.jpg?w=300" style="padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-left-color: rgb(221, 221, 221); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; " width="150" /></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Madjid Tua Palopo, didirikan oleh Raja Luwu bernama Sultan Abdullah Matinroe pada tahun 1604 m. Masjid ini memiliki luas 15 meter persegi diberi nama&nbsp; Orang Tua, karena usia yang sudah tua.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;">Sedangkan nama Palopo diambil dari kata dalam bahasa Bugis dan Luwu memiliki dua arti, penganan yang terbuat dari campuran beras ketan dan air gula. Atau memasukkan pasak dalam lubang tiang bangunan. Kedua makna memiliki hubungan dengan proses pembangunan Masjid tua Palopo ini.</span></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F08%2F02%2Fmasjid-tertua%2F&amp;t=Masjid%20Tertua" id="facebook_share_both_1532" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1532') || document.getElementById('facebook_share_icon_1532') || document.getElementById('facebook_share_both_1532') || document.getElementById('facebook_share_button_1532');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1532') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/08/02/masjid-tertua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

