<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>I Love Indonesia &#187; NASIONALIS</title>
	<atom:link href="http://dirrga.com/category/nasionalis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dirrga.com</link>
	<description>Atas Berkat Rahmat Alloh Yang Maha Kuasa</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 02:04:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Esemka Mobil Karya Anak Bangsa</title>
		<link>http://dirrga.com/2012/01/06/esemka-mobil-karya-anak-bangsa/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2012/01/06/esemka-mobil-karya-anak-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 02:04:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Categorized]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>
		<category><![CDATA[NUSANTARA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1602</guid>
		<description><![CDATA[Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta, mengaku terkesan dengan penciptaan Mobil Esemka Rajawali. Menurut Gusti, mobil yang merupakan karya cipta anak-anak bangsa ini wajib dipromosikan. Kemenristek, kata Gusti, akan ikut membantu mempromosikan mobil yang populer setelah dipakai Walikota Solo, Jokowi, tersebut. &#34;Akan saya bicarakan dulu dengan jajaran kementerian. Mudah-mudahan bulan ini juga kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta, mengaku terkesan dengan penciptaan Mobil Esemka Rajawali. Menurut Gusti, mobil yang merupakan karya cipta anak-anak bangsa ini wajib dipromosikan. Kemenristek, kata Gusti, akan ikut membantu mempromosikan mobil yang populer setelah dipakai Walikota Solo, Jokowi, tersebut. &quot;Akan saya bicarakan dulu dengan jajaran kementerian. Mudah-mudahan bulan ini juga kami bisa bantu promosikan,&quot; kata Gusti saat menghadiri acara di Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), Kamis (5/8). Gusti mengaku belum memahami detail teknologi Mobil Esemka. Namun ia akan mengusahakan agar mobil tersebut bisa dipasarkan. Ia bahkan mengaku tertarik menggunakan mobil tersebut sepeti halnya Jokowi. Gusti tidak menampik jika mobil buatan siswa SMK Rajawali tersebut memiliki beberapa kekurangan. Namun, hal tersebut tidak membuat Esemka disebut murahan. Ia juga berjanji akan membantu menutupi kelemahan-kelemahan mobil tersebut. &quot;Kita kan punya audit teknologi. Kualitas teknologi mobil tersebut pasti bisa ditingkatkan lagi,&quot; ujar Gusti. Saat ini, beberapa kendaraan ciptaan anak-anak bangsa juga mendapatkan perhatian dari Kemenristek, salah satunya adalah bus ciptaan BPPT. Sebagai mantan menteri lingkungan hidup, Gusti juga berharap munculnya inovasi kendaraan ramah lingkungan. &quot;Karya anak-anak muda yang bermanfaat bagi bangsa seperti itu harus kita puji. Supaya mereka semakin terampil dan semakin semangat berinovasi,&quot; katanya.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2012%2F01%2F06%2Fesemka-mobil-karya-anak-bangsa%2F&amp;t=Esemka%20Mobil%20Karya%20Anak%20Bangsa" id="facebook_share_both_1602" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1602') || document.getElementById('facebook_share_icon_1602') || document.getElementById('facebook_share_both_1602') || document.getElementById('facebook_share_button_1602');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1602') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2012/01/06/esemka-mobil-karya-anak-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pahlawan Yang Terlupakan</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/11/09/pahlawan-yang-terlupakan/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/11/09/pahlawan-yang-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 13:04:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1582</guid>
		<description><![CDATA[&#160;1. Supriyadi Siapa sih yang tidak kenal dengan sosok pahlawan satu ini. Kalo elo-elo gak tau, tandanya pas pelajaran sejarah pada&#160;tidur di kelas ya, hehehe&#8230;Supriyadi adalah pahlawan nasional Indonesia, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/02/atas-berkat-rahmat-alloh.gif?w=393&amp;h=35&amp;h=35" title="AtasBerkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p><img align="left" alt="" class="alignnone" height="54" src="http://indonesiauser.files.wordpress.com/2011/06/i-love-indonesia-15.jpg?w=65&amp;h=55" title="I Love Indonesia" width="65" /></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="color:#(color);">&nbsp;</span>1. Supriyadi</p>
<p style="text-align: justify; ">Siapa sih yang tidak kenal dengan sosok pahlawan satu ini. Kalo elo-elo gak tau, tandanya pas pelajaran sejarah pada<img align="right" alt="" class="alignright" height="140" src="http://2.bp.blogspot.com/-81JU5HpL_wY/TpBtr3uAcbI/AAAAAAAALn0/j3CKxhr-wN4/s400/Pahlawan%2BRevolusi.jpg" style="text-align: -webkit-auto; " title="Pahlawan Yang Terlupakan" width="200" />&nbsp;tidur di kelas ya, hehehe&hellip;Supriyadi adalah pahlawan nasional Indonesia, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, namun tidak pernah muncul untuk menempati jabatan tersebut. Pada waktu itu, Supriyadi memimpin sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang orang Indonesia. Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah. Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho. Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya. Oleh karena itu, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap misterius hingga kini.<span id="more-1582"></span> Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang. Namun yang membikin sosok Supriyadi semakin misterius adalah banyaknya kemunculan orang-orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Salah satu yang cukup kontroversial adalah sebuah acara pembahasan buku &lsquo;Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno&rsquo;, yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang. Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan Kini berusia 88 tahun. Namun sampai sekarang pengakuan tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya, meski secara perawakan dan sejumlah saksi membenarkan klaim tersebut.</p>
<p style="text-align: justify; ">
	2. Tan Malaka<br />
	Salah satu sosok pahlawan nasional kita yang terlupakan. Mungkin salah sedikit (atau satu-satunya) sosok pahlawan yang memiliki kisah petualangan dari negara ke negara lain dan menjadi sosok yang paling dicari oleh Belanda dan banyak negara lain. Selain itu, pada masa revolusi kemerdekaan keberadaannya selalu dicari oleh para pejuang pada saat itu (termasuk oleh Bung Karno) karena hobinya melakukan penyamaran untuk menghindari mata-mata musuh, sehingga sosoknya selalu misterius dan tidak banyak yang mengenal dengan pasti seperti apa sosok yang bernama asli Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka itu. Namun sayangnya keberadaan dari tokoh aliran kiri ini hilang secara misterius dalam pergolakan revolusi kemerdekaan itu. Konon kabarnya Tan Malaka dibunuh pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya di daerah Kediri, Jawa Timur. Hingga kini makamnya tidak pernah bisa ditemukan.</p>
<p>	3. Gunadarma<br />
	Borobudur dan Gunadarma adalah dua nama yang tidak bisa terpisahkan. Dalam sejumlah literatur, Candi Borobudur diarsiteki oleh sekelompok kaum atau sekelompok brahmana yang meletakkan dasar pada sebuah tempat pemujaan nya dan kemudian entah beberapa waktu kemudian (kemungkinan bisa puluhan, ratusan atau malah ribuan) dibuatkan sebuah proyek mega raksasa, pemberian sebuah &ldquo;kulit&rdquo; yang katanya dikepalai oleh seorang arsitek bernama Gunadarma. Sedangkang siapa sebenarnya sekelompok kaum brahmana yang terdahulu tidak diketemukan catatan resmi tentang mereka, kemudian cerita tentang kepala penanggung jawab mega proyek pembuatan &ldquo;kulit&rdquo; situs tersebut yaitu Gunadarma juga tidak ada sebuah keterangan resmi mengenainya, bisa jadi kata Gunadarma adalah sebuah kata symbol dan bukan merupakan nama seseorang. Kalau memang benar Gunadarma yang mengarsiteki pembangunan Candi Borobudur, maka perlu kita acungi jempol (kalo perlu pake empat kaki!) bagaimana Gunadarma melakukan perencanaan yang tepat dengan kondisi teknologi yang pada saat itu belum begitu canggih. Namun sampai saat ini nama Gunadarma dan Borobudur itu sendiri masih menjadi misteri yang belum bisa diungkapkan dengan tuntas.</p>
<p>	4. Ki Panji Kusmin<br />
	Suatu ketika majalah Sastra, dengan cetakan tahun VI No. 48, Agustus 1968, memuat sebuah cerpen yang berjudul Langit Makin Mendung yang dikarang oleh Ki Panji Kusmin (diduga ini nama samaran). Cerpen ini bercerita tentang Nabi Muhammad yang memohon izin kepada Tuhan untuk menjenguk umatnya. Disertai malaikat Jibril, dengan menumpang Bouraq, Nabi mengunjungi Bumi. Namun Bouroq bertabrakan dengan satelit Sputnik sehingga Nabi serta Malaikat Jibril terlempar dan mendarat di atas Jakarta. Di situ Nabi menyaksikan betapa umatnya telah menjadi umat yang bobrok. Cerpen ini adalah sindiran terhadap laku keagamaan masyarakat luas yang &#39;&#39;menyimpang&#39;&#39; pada waktu yang belum jauh berselang dari terjadinya Tragedi 1965. Namun akibat penerbitan Cerpen yang bikin heboh umat ini, Ki Panji Kusmin dituduh telah melakukan penodaan terhadap agama karena mempersonifikasikan Tuhan, Nabi Muhammad, dan Malaikat Jibril. Tanpa ampun lagi H.B. Jassin selaku penanggung jawab majalah itu dibawa ke pengadilan dan dipaksa untuk mengungkap siapa sebenarnya Ki Panji Kusmin. H.B. Jassin menolak untuk mengungkap jati diri Ki Panji Kusmin. Untuk itu ia dituntut Pengadilan Tinggi Medan dan divonis in absentia berupa kurungan selama satu tahun dan masa percobaan dua tahun. Dan sampai saat ini pun identitas dari Ki Panji Kusmin tidak terungkap dan dibawa hingga ke liang lahat oleh H.B. Jassin.</p>
<p>	5. Imam Sayuti alias Tebo<br />
	Suatu hari, pada 1970 hiduplah sepasang suami-istri Fai dan Nasikah di lereng Gunung Watungan, Desa Wuluhan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Fai bekerja sebagai kuli bangunan, istrinya membantu mencari kayu di hutan Ambulu. Masih pengantin baru, konon mereka belum sempat berhubungan suami-istri, Fai pergi ke kota untuk bekerja di proyek. Fai pun pamit untuk jangka waktu lama. Ternyata, baru tiga hari pamitan, &#39;Fai&#39; pulang lagi menemui Nasikah. (Dipercaya sebagai gendruwo atau makhluk halus. Postur, cara bicara, suara, dan perilakunya persis Fai, sang suami asli). Nah, si gendruwo yang menyamar sebagai Fai ini kemudian menyetubuhi Nasikah. Nasikah, wanita desa itu, tenang-tenang saja karena menganggap &#39;laki-laki&#39; itu suaminya yang sah. Bulan ketujuh Nasikah hamil, Fai palsu pamit. Datanglah Fai yang asli. Maka gegerlah sudah keluarga baru ini. Untung saja, ulama terkemuka di Ambulu meminta Fai untuk bersabar karena istrinya tidak selingkuh. Ada pesan atau isyarat spiritual yang terjadi dengan istrinya. Lalu, lahirlah bayi penuh rambut di tubuh dengan bintik-bintik merah. Orang tuanya memberi nama Imam Sayuti. Tapi laki-laki kekar ini diberi nama gaib, Tebo, sesuai dengan petunjuk &#39;dari langit&#39;. Tebo kemudian diasuh oleh pasangan suami-istri ini layaknya anak mereka sendiri. Sosok ini cukup menarik perhatian ketika Tebo dititipkan oleh manajer Wahana Misteri (penyelenggara pameran yang berkaitan dengan hal-hal gaib) pada tahun 1990 dan menjadi bintang pameran di sana. Akhirnya kontroversi keberadaan sosok ini merebak. Tentu suatu hal yang ganjil jika ada makhluk alam lain bisa &rsquo;bersetubuh&rsquo; dengan manusia dan melahirkan manusia &rsquo;gado-gado&rsquo;. Hingga saat ini belum ada penelitian yang lebih ilmiah untuk membuktikan keberadaan &rsquo;makhluk&rsquo; ini.</p>
<p>	6. Perobek Bendera Belanda Di Hotel Oranje<br />
	Peristiwa 10 November 1945 tentu tidak lepas dari dipicunya oleh salah satu peristiwa yang paling heroik, yaitu perobekan bendera Belanda di atas Hotel Oranje. Kisah ini dipicu oleh berita bahwa di Hotel Oranje di Tunjungan telah dikibarkan bendera Belanda merah-putih-biru oleh Mr Ploegman. Tentu saja hal tersebut tidak diterima oleh para arek-arek Suroboyo yang merasa pengibaran bendera tersebut dianggap sebagai penghinaan sebagai bangsa yang merdeka. Pada akhirnya Mr. Ploegman dibunuh oleh seorang pemuda mendekati dirinya tanpa ia ketahui dan menusukkan pisaunya bertubi-tubi. Pada saat itu Mr. Ploegman menghadapi ribuan massa di depan hotel yang menuntut penurunan bendera triwarna tersebut. Pada saat itu teriakan untuk menurunkan bendera kian membahana. Sejumlah pemuda telah membawa tangga untuk naik ke atap hotel, terdapat 8 sampai 10 pemuda. Dari atap ada yang naik ke tiang bendera dalam gemuruh teriakan, lalu bagian biru bendera itu pun dirobek, dan jadilah kini Sang Merah Putih yang berkibaran di angkasa. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yang menjadi perobek bendera tersebut? Dalam kondisi yang sangat kacau dan penuh massa, tentu tidak mudah bagi para saksi sejarah untuk mengetahui secara pasti siapakah yang melakukannya.</p>
<p>	7. Penulis Buku Darmogandhul<br />
	Mungkin di antara karya-karya sastra kuno berbahasa Jawa, kitab Darmogandhul adalah salah satu sastra Jawa yang sangat kontroversial. Selain isinya banyak memutarbalikkan ajaran agama tertentu, juga kitab ini sarat dengan sejumlah keganjilan-keganjilan sejarah sebenarnya. Walaupun menggunakan latar belakang kisah runtuhnya Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak Bintara, namun kisah Darmogandhul mencuatkan hal-hal yang tidak masuk akal pada zamannya. Senjata api baru dikenal sejak kedatangan bangsa Eropa ke bumi Nusantara. Darmogandhul ditulis setelah kedatangan bangsa Eropa, bukan pada saat peralihan kekuasaan dari Majapahit ke Demak Bintara. Lalu siapakah sebenarnya penulis kitab ini? Sampai saat ini belum ada yang bisa menunjukkan secara pasti siapakah pengarang kitab &rsquo;ngawur&rsquo; ini. Namun dari sejumlah analisis tulisan dan latar belakang sejarah dalam kitab itu, Darmogandhul ditulis pada masa penjajahan Belanda. Penulis Darmogandul bukan orang yang tahu persis sebab-sebab keruntuhan Majapahit yakni Perang Paregreg yang menghancurkan sistem politik dan kekuasaan Majapahit, juga hilangnya pengaruh agama Hindu. Kitab Darmogandhul diduga hanya produk rekayasa sastra Jawa yang dipergunakan untuk kepentingan penjajah Belanda.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F11%2F09%2Fpahlawan-yang-terlupakan%2F&amp;t=Pahlawan%20Yang%20Terlupakan" id="facebook_share_both_1582" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1582') || document.getElementById('facebook_share_icon_1582') || document.getElementById('facebook_share_both_1582') || document.getElementById('facebook_share_button_1582');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1582') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/11/09/pahlawan-yang-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemuda Indonesia</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/10/28/pemuda-indonesia/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/10/28/pemuda-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 14:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1576</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Negara Indonesia dibangun melalui peradaban yang sangat panjang dari jaman kerajaan hingga jaman modern. Otonomi daerah telah memberikan warna dalam perkembangan kepemimpinan di Indonesia. Golongan pemimpin identik dengan golongan tua di mana, para pemuda kurang diberikan kesempatan untuk dapat memimpin. Namun, patut untuk disadari bahwa batasan usia tidaklah menjamin kematangan seseorang untuk lebih maju. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/02/atas-berkat-rahmat-alloh.gif?w=393&amp;h=35&amp;h=35" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p><a href="www.dirrga.com"><img align="right" alt="" class="alignnone" height="122" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQyA_8mAyvm07IYV68ukpK5mjTJK_9cPhdrT6Fwq1DencRIOAg7FVUTTg" title="Bangga Indonesia" width="60" /></a></p>
<p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "><img align="left" alt="" class="alignnone" height="36" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/06/merah-putih.jpg?w=69&amp;h=52&amp;h=36" title="I Love Indonesia" width="69" /></p>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Negara Indonesia dibangun melalui peradaban yang sangat panjang dari jaman kerajaan hingga jaman modern. Otonomi daerah telah memberikan warna dalam perkembangan kepemimpinan di Indonesia. Golongan pemimpin identik dengan golongan tua di mana, para pemuda kurang diberikan kesempatan untuk dapat memimpin. Namun, patut untuk disadari bahwa batasan usia tidaklah menjamin kematangan seseorang untuk lebih maju. Pemimpin yang baik adalah seseorang yang dapat mengemban amanah perjuangan Bangsa Indonesia yang telah diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. &nbsp; &nbsp;&nbsp;<span id="more-1576"></span></span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Salah satu bukti yang membangkitkan semangat kaum muda Indonesia entah di sadari atau tidak adalah dengan adanya tayangan iklan yang menyatakan &ldquo;<em>belum tua belum boleh bicara</em>&rdquo;. Ini adalah suatu bukti teguran untuk para pemuda di Indonesia, sadar atau tidak tayangan tersebut sebetulnya telah memberikan semangat kepada para pemuda untuk angkat bicara atau siap menjadi pemimpin dengan bekal ilmu pengetahuan dan kemampuan intelektualitas dengan tidak melihat kedudukan dan jabatan orang tuanya.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Apabila melihat perjuangan Bangsa Indonesia atau sering dibilang sebagai masa kejayaan nusantara, justru yang membawa nusantara berjaya adalah sosok pemimpin dari seorang pemuda yang mempunyai kemauan keras untuk memajukan nusantara. Berkat pejuangan dan kemauan keras tersebut akhirnya nusantara berada dalam puncak kejayaan.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Sejarah Kerajaan Majapahit telah membuktikan, kemajuan kerajaan tersebut dipimpin di bawah seorang pemuda yakni Hayam Wuruk. Di mana Hayam Wuruk mendapatkan dukungan atau restu dari orang tuanya dan dari golongan tua untuk mengemban amanah memajukan nusantara. Namun, sekarang sungguh terbaik keadaanya, pemuda kurang diberikan kesempatan untuk menjadi pemimpin. Dominasi golongan tua telah menjadikan pemuda hanya sekadar &lsquo;anak bawang&rsquo;yang harus menuruti kehendak kaum tua.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Dalam sejarah Majapahit, Hayam Wuruk mendapatkan dukungan dari&nbsp; Tribuanatunggaldewi (orang tuanya) dan Orang yang mempunyai pengaruh yakni Gajah Mada (golongan tua). Sejarah membuktikan bahwa sosok Hayam Wuruk yang mendapatkan restu dari orang tua dan dukungan dari golongan tua telah sukses membawa kejayaan nusantara. Sekarang kenapa peran orang tua dan golongan tua kurang memberikan kesempatan kepada para pemuda, justru yang terjadi adalah hegemoni hak-hak kaum muda.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Misalnya, batas usia untuk menjadi seorang pemimpin begitu banyak menemui kendala bagi para pemuda, seolah-oleh menganggap anak muda sekarang belum mempunyai kemampuan untuk memimpin, dengan dalih masih labil secara mental dan masih banyak emosional dalam mengambil keputusan. Kalau mau belajar dari buah kelapa justru semakin tua semakin enteng, nyaring bunyinya, dan koplak. Ini membuktikan bahwa semakin tua orang dengan mudah melontarkan kata-kata namun terkadang hanya sebatas bicara tanpa bertindak.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Sejarah kemerdekaan Indonesia telah membuktikannya, perjuangan pemuda mendesak Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan adalah berkat perjuangan kaum muda pada saat itu. Entah apa yang akan terjadi saat sekarang apabila para pemuda tidak melakukan desakan terhadap golongan tua mungkin masih dalam penjajahan.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Batas usia akan membuktikan kematangan seseorang, tidaklah demikian dengan budaya sejarah Indonesia, justru dengan adanya doa dan dukungan orang tua serta golongan tua. Maka kepemimpinan pemuda sekarang tidaklah mustahil akan memberikan konstribusi yang dapat membawa ke jaman keemasan dengan bercermin pada sejarah masa lalu. Usia yang memberikan batasan kepada kaum muda dalam budaya Indonesia sebetulnya berpengaruh tanpa disadari. Sebagai bukti, remaja Indonesia telah banyak memberikan kontribusi dalam beberapa tahun terakhir seperti juara lomba bidang ilmu pengetahuan yang telah meraih emas dan masih banyak lagi sebagai bukti bahwa sebetulnya para pemuda dan masih banyak kemampuan lain yang belum terungkap.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Pemuda sebagai ujung tombak bangsa Indonesia ternyata secara tidak langsung telah dihegemoni tentang hak-haknya oleh golongan tua yang merasa telah mapan dan lebih berpengalaman. Dalih itulah yang selalu didengung-dengunkan oleh kaum tua untuk menghegemoni hak-hak pemuda Indonesia.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">HAM telah memberikan hak kepada seseorang untuk bebas berfikir namun, justru yang terjadi adalah hegemoni terhadap para intelektual muda. Intelektual muda seolah-olah hanya dijadikan sebagai alat pemuas kaum tua yang ingin mempertahankan hegemoninya tersebut. Salahkah, sekarang jika para pemuda Indonesia kurang dapat berkembang. Tentunya, hal itu tidak demikian adanya namun akibat belenggu hak-hak pemuda dalam mengembangkan dirinya yang selalu dihegemoni oleh golongan tua.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Sudah saatnyalah sekarang, kaum muda Indonesia bangkit dan memperjuangkan hak-haknya. Selama ini, pemuda sendiri telah dinanabobokan oleh golongan tua hanya sebagai alat belaka. Adakah keadilan HAM apabila para pemuda terus dibelengu oleh dongeng-dongeng yang selalu menceritakan golongan tua dalam memimpin bangsa ini.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Sebagai bukti konkrit, itu semua dapat dilihat dengan jelas sekali di dunia kampus. Dunia kampus yang dinilai sebagai pusat akademik namun kurang memberikan kebebasan secara psikologis bagi kaum muda untuk dapat berkarya. Dosen dianggap sebagai dewa yang maha tahu, mahasiwa dianggap orang yang sedang diajari untuk tahu tentang apa yang disampaikannya.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Bahkan, dalam organisasi kampus sendiri, senior selalu membanggakan dirinya dengan kata-kata &ldquo;bagimana organisasi ini mau maju, lihat dong perjuangan abang dan emba kalian tempo dulu&rdquo;. Sejujurnya kata tersebut kurang pantas untuk diucapkan oleh para senior di dunia akademik, sebab akan menimbulkan beban bukannya motivasi untuk maju dalam mengembangkan organisasi. Itulah bukti, bahwa hak kaum muda selalu mendapatkan tekanan dari golongan tua, senior dianggap paling tahu segala-galanya.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Pemuda sekarang harus dapat bangkit untuk memperjuangkan hak-haknya. Apabila ingin memajukan diri janganlah membiarkan terlena dalam buaian yang meninabobokan. Bangsa Indonesia sekarang sedang memerlukan pemuda yang tangguh dalam berjuang membawa kepada kejayaan. Sudah saatnyalah pemuda memperjuangkan hak-haknya agar dapat berkembang, selain itu juga golongan tua haruslah memberikan arahan kepada pemuda dan ibu bapak harus juga memberikan doa. Sebagai tradisi timur kita semua pecaya bahwa doa orang tua sangat manjur artinya dapat memberi kita kesenangan bahkan kesengsaraan.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Sesuai dengan pepatah Jawa &ldquo;<em>setetes banyu ngademi, seperci genik manasi</em>&rdquo;. Kata tersebut begitu sangat dalam artinya, bahwa doa orang tua akan memberikan kita kesejukan dan amarahnya akan mendatangkan malapetaka dalam kehidupan.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Begitu pentingnya doa orang tua dan dukungan golongan tua sebagai pengarah, jika pemuda diberikan kesempatan ini maka dengan melihat kejayaan nusantara tidaklah mustahil Indonesia akan menjadi lebih baik dari sekarang. Sebab, pemuda mempunyai mobilitas yang lebih tinggi, orang tua memberikan arah terhadap mobilitas pemuda, dan ibu memberikan kesejukan.</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"><br />
	</span></font></div>
<div><font class="Apple-style-span" face="Arial, sans-serif"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;">Hak-hak pemuda tersebut apabila diberikan kesempatan yang lebih adil dari sekarang, maka setidaknya Indonesia akan mempunyai rasa percaya diri yang lebih. Sekarang, rasa percaya diri pemuda tanpa disadari telah terjangkit virus yang sangat mematikan, yakni dalam hal pergaulan yang selalu dinilai dengan materi sampai dengan hilangnya harga diri yang terus dihegemoni. Maka, sudah selayaknya pemuda ke depan memiliki peran dalam memajukan nilai peradan nusantara yang telah lama dirindukan oleh banyak kalangan.</span></font></div>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F10%2F28%2Fpemuda-indonesia%2F&amp;t=Pemuda%20Indonesia" id="facebook_share_both_1576" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1576') || document.getElementById('facebook_share_icon_1576') || document.getElementById('facebook_share_both_1576') || document.getElementById('facebook_share_button_1576');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1576') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/10/28/pemuda-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jiwa Dan Semangat Pemuda</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/10/28/jiwa-dan-semangat-pemuda/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/10/28/jiwa-dan-semangat-pemuda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 13:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1560</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160;&#8220;Muda berkarya, tua kaya raya, mati masuk syurga&#8221; terkandung nilai filosofis dalam pepatah yang cukup populer tersebut. Sungguh alur kehidupan yang sangat ideal, diidam-idamkan hampir seluruh umat manusia dimuka bumi, sangat sempurna, dan tak lupa juga sangat sulit mewujudkannya, namun bukan berarti mustahil untuk bisa menggapainya. Jika demikian adanya, semestinya kita merenung tatkala mendengar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/Atas-Berkat-Rahmat-Alloh8.gif" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "><img align="left" alt="" class="alignnone" height="50" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/Garuda-Indonesia.gif" title="I Love Indonesia" width="50" /><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; line-height: 20px; ">&nbsp;&ldquo;Muda berkarya, tua kaya raya, mati masuk syurga&rdquo; terkandung nilai filosofis dalam pepatah yang cukup populer tersebut. Sungguh alur kehidupan yang sangat ideal, diidam-idamkan hampir seluruh umat manusia dimuka bumi, sangat sempurna, dan tak lupa juga sangat sulit mewujudkannya, namun bukan berarti mustahil untuk bisa menggapainya. Jika demikian adanya, semestinya kita merenung tatkala mendengar pepatah tersebut. Cobalah kita tengok, betapa kebahagiaan yang abadi yakni di syurga, bermula dari bagaimana kita hidup semasa muda di dunia. Kalau begitu, jelas sudah, bahwa ditangan pemudalah sebuah perubahan besar dapat tercipta. &nbsp; &nbsp;&nbsp;<span id="more-1560"></span></span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Pemuda dalam artian seseorang yang masih berusia muda, semestinya memiliki jiwa dan semangat muda pula. Begitulah setidaknya jika kita menengok kebelakang, tatkala para pemuda masa penjajahan, saling berebut kemerdekaan, mereka beramai-ramai membentuk beragam komunitas, menyiapkan konsep, membuat misi, serta mampu membuat suatu perubahan dari pergerakannya. Seperti halnya organisasi yang pertama kali dibentuk kala itu BUDI UTOMO yang merupakan awal pergerakan menuju Indonesia merdeka.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Menyoroti semangat menyala para pemuda zaman dahulu yang begitu kental dengan kobar perjuangan dan pengorbanan terhadap tanah air, namun kini, mungkin akan sangat sulit bila kita hendak menemukan tipikal karakter pemuda dengan semangat muda layaknya pemuda zaman dahulu. Betapa tidak, jika kita telaah, sebenarnya, pemuda masa kini adalah mereka yang serba lebih dalam mendapatkan segala hal. Status pendidikan lebih tinggi, perkembangan teknologi lebih canggih, cara berpikir lebih rasional. Lalu apakah dengan semua itu semangat muda para pemuda zaman sekarang lebih canggih pula dari pemuda zaman dulu? Oh sudah jelas, semangat demonstrasi mereka bahkan lebih anarkis, cara berpikir mereka lebih menekankan sikap emosional, penggunaan teknologipun tak kalah canggih dari teknologinya sendiri dengan sembarang mengumbar video-video tak senonoh ke dunia maya, apa tidak hebat?&nbsp;</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; text-indent: 36pt; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">Terlebih ketika tiba masa kelulusan anak SMA, dengan semangat muda yang menyala-nyala, mereka berani ugal-ugalan dijalanan sambil meneriakan yel-yel, dan bahkan saking kreatifnya, merekapun beramai-ramai mencorat-coreti seragam putih abu kebanggaannya. Mau tidak mau, image pemuda masa kini masih saja ter-cap jelek dalam pandangan masyarakat. Memang tidak semua pemuda Indonesia seperti itu, hanya saja yang selalu muncul kepermukaan adalah aksi-aksi negatif tersebut. Sepertinya akan sangat membanggakan bila chanel-chanel televisi ramai memberitakan bahwa kelulusan dihiasi aksi sujud syukur bersama dilapangan sekolah, misalnya. Tapi apa yang selalu kita lihat? Setiap memindahkan chanel TV, sudah dipastikan, semua memberitakan bahwasanya kelulusan dihiasi aksi bentrok antar sekolah, atau corat-coret seragam, motor-motoran di jalan, dan lain sebagainya. Sungguh ironis, inilah semangat muda para pemuda zaman sekarang.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; text-indent: 36pt; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">Tanpa kita sadari, faktor apakah yang menyebabkan aksi para pemuda Indonesia kini semakin terpuruk? Jauh dari gambaran para pemuda zaman dahulu yang jelas-jelas status pendidikannya saja lebih rendah. Apakah berasal dari faktor lingkungan? Sudah jelas. Apakah faktor gempuran teknologi yang semakin membutakan dan membuat mereka ketagihan? Tentu. Apakah karena rentannya pengaruh dari belahan bumi luar, terutama dari segi budaya yang hilir mudik menyapa generasi muda kita? Itu juga sudah barang benar. Namun pernahkah kita merenung, bahwasanya pertanyaan besar mengapa generasi muda hari ini begitu anarkis, emosional, dan tak tahu adab? Ternyata aksi-aksi negatif itu berasal dari penyakit hati yang tidak memperoleh pencegahan apalagi pengobatan.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; text-indent: 36pt; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">Setiap lembaga pendidikan sudah tentu memiliki tujuan yang mulia. Yakni turut mencerdaskan dan memperbaiki moral bangsa. Kurikulum dirancang sedemikian rupa demi kelancaran menggapai tujuan tersebut. Disisplin peraturan dibuat sedemikian ketat untuk mencegah aksi pelanggaran dan menjaga ketertiban. Fasilitas terus dilengkapi demi menopang kegiatan belajar mengajar yang ideal. Semua diciptakan demi menggapai satu tujuan. Namun tanpa kita sadari, yang lebih penting dari sekedar mencerdaskan dan memperbaiki moral bangsa adalah menciptakan karakter beradab dan berakhlak mulia dalam jiwa setiap anak bangsa.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; text-indent: 36pt; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">Kebanyakan sistem pendidikan di negeri kita lebih menekankan anak untuk dijejali pelajaran-pelajaran yang menuntut otak untuk terus berpikir, namun sangat sedikit yang menuntut hati untuk ikut tergerak. Pelajaran agama hanya menjadi kurikulum semata, tanpa masuk lebih jauh kedalam hati dan kesadaran anak. Fenomena aksi korup para politikus yang notabene adalah orang-orang yang berpendidikan merupakan contoh pahit yang harus kita telan, bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup, perlu penyeimbang yang mengontrol setiap aksi dari kecerdasan intelektual tersebut, yang tiada lain adalah kecerdasan spiritual. Kecerdasan spirituallah yang kemudian mampu membentuk sebuah karakter dalam diri anak.&nbsp;&nbsp;Membimbing pola hidup si anak dengan apa yang Ia yakini dalam hatinya. Cobalah tengok, mereka sekawanan anak muda yang ugal-ugalan dijalan itu adalah mereka yang kering kerontang jiwa spiritualnya. Tandus, tidak terairi. Itulah sebab dari hanya selalu mengunggul-unggulkan pendidikan lahiriah saja.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; text-indent: 36pt; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">Dalam pergaulan sehari-hari, ilmu alam, sosial atau bahkan matematika sekalipun tidak akan mampu angkat biacara. Yang berperan kala itu adalah ilmu-ilmu yang mengajarkan ketauladanan, adab, sopan santun, yang hanya bisa dapatkan dari ilmu keagamaan. Inilah yang seharusnya menjadi standar kualitas setiap lembaga pendidikan, dan pedoman bagi setiap orang tua.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; text-indent: 36pt; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">Tanpa hati, mana mungkin seseorang akan tergerak untuk melakukan suatu perubahan. Jika perubahan yang diciptakan berbentuk positif, itu karena berasal dari niat hati yang positif. Sebaliknya, jika perubahan yang diciptakan berbentuk negatif, sudah barang pasti berasal dari niat hati yang juga negatif.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify; text-indent: 36pt; "><span style="background-color:#fff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; ">Maka, tatkala kita mengetahui akan hal tersebut, bahwa ditangan pemudalah suatu perubahan tercipta, dan perubahan positif timbul karena niat hati yang positif pula, sepantasnyalah bagi kita untuk mengevaluasi diri, apakah hati ini telah mampu tergerak untuk menciptakan sebuah perubahan besar, dan apakah semangat muda yang berkobar dalam diri kita ini akan berbuah positif. Bila sudah begitu, tinggal menunggu waktu, kapan icon baru pemuda bangsa muncul dengan bibit unggulnya, serta mampu memberikan pengaruh besar bagi dirinya khususnya, dan masyarakat pada umumnya.</span></span></div>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F10%2F28%2Fjiwa-dan-semangat-pemuda%2F&amp;t=Jiwa%20Dan%20Semangat%20Pemuda" id="facebook_share_both_1560" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1560') || document.getElementById('facebook_share_icon_1560') || document.getElementById('facebook_share_both_1560') || document.getElementById('facebook_share_button_1560');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1560') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/10/28/jiwa-dan-semangat-pemuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Generasi Militer Indonesia</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/10/04/generasi-militer-indonesia/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/10/04/generasi-militer-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 14:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>
		<category><![CDATA[SERBA-SERBI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1572</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Militer sulit dilepaskan dari dunia politik. Apalagi, di Indonesia yang mempunyai sejarah panjang tentang keterlibatan &#160;militer dalam penentuan arah politik kekuasaan.&#160;Di era Orde Baru militer menjadi sangat penting dan dominan. Ini karena arena pengaderan para pemimpin nasional berbasis di militer. Sebagian besar pemimpin, baik di level pusat maupun daerah, dipegang para jenderal. &#160; &#160; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/02/atas-berkat-rahmat-alloh.gif?w=393&amp;h=35&amp;h=35" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; "><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(94, 94, 94); font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 12px; "><img align="right" alt="" class="alignnone" height="77" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRwl1tLKNeLh27NlJWz5cb6Z5-19T5GylsFdVAE1zWx7zOk7t1RTouQsw" title="Tentara Indonesai Dan Generasinya" width="116" /></span></p>
<div style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><img align="left" alt="" class="alignnone" height="75" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/Garuda-Indonesia.gif" title="I Love Indonesia" width="75" />Militer sulit dilepaskan dari dunia politik. Apalagi, di Indonesia yang mempunyai sejarah panjang tentang keterlibatan</font></span></div>
<div style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif">&nbsp;militer dalam penentuan arah politik kekuasaan.&nbsp;Di era Orde Baru militer menjadi sangat penting dan dominan. Ini karena arena pengaderan para pemimpin nasional berbasis di militer. Sebagian besar pemimpin, baik di level pusat maupun daerah, dipegang para jenderal.</font></span></div>
<div style="text-align: justify; ">&nbsp;</div>
<div style="text-align: justify; ">&nbsp;</div>
<div style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif">Para jenderal pun mengader anaknya di Lembah Tidar, markas Akabri, tempat menempa perwira muda. Hingga cukup banyak jenderal yang memiliki anak yang juga militer. Banyak juga yang punya menantu militer.Militer di Indonesia pun sudah menjadi dinasti. Soeharto, kendati ketiga putranya (Sigit, Bambang, dan Tommy) tak berminat menjadi militer, toh punya menantu militer, <br />
		</font></span></div>
<div style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span id="more-1572"></span><br />
		</font></span></div>
<div style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif">Prabowo Subianto. Di era Orde Baru, menantu Soeharto itu menjadi the brightest star, bintang paling bersinar di antara bintang.</font></span></div>
<div style="text-align: justify; ">&nbsp;</div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Dengan cepat Prabowo mencapai bintang. Dari lulusan Akabri angkatan 1974, dia lulusan termuda yang menggapai bintang di pundak. Bahkan, di usia yang sangat belia, 46 tahun, pria yang kawin dengan anak keempat Soeharto, Titi Soeharto, itu menggapai bintang tiga. Bukan hanya Soeharto yang menanam&acirc; menantu di militer. Try Sutrisno pun mempunyai menantu anggota TNI yang cemerlang. Yakni, Jenderal Ryamizard Ryacudu, yang sudah pensiun dari kursi KSAD (kepala staf Angkatan Darat).</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><br />
		</font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Jenderal (pur) Achmad Tahir, mantan ketua LVRI (Lembaga Veteran RI) juga bermenantu militer yang berkarir berkilau. Putrinya, Linda, berumah tangga dengan Jenderal (pur) Agum Gumelar. Keduanya bahkan pernah menjadi menteri yang membidangi pos dan telekomunikasi. Achmad Tahir menjabat Menparpostel, sedangkan Agum pernah menjadi menteri perhubungan dan postel.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Namun, yang paling fenomenal adalah keluarga Letjen (pur) Sarwo Edi Wibowo. Mantan komandan RPKAD itu mempunyai tiga menantu militer dan seorang putra yang juga memilih jalan hidup untuk mengabdi sebagai pasukan TNI. Tiga putri Sarwo Edi, yakni Wirahasti Cendrawasih, Kristiani Herawati, dan Mastuti Rahayu memilih para perwira TNI sebagai pendamping hidup. Mereka meneruskan tradisi kehidupan ayah ibunya yang berpindah-pindah kota mengikuti tugas militer.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><br />
		</font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Kini, ketiga menantu Sarwo Edi memegang posisi strategis dalam bangsa ini. Tentu yang pertama disebut adalah Jenderal (pur) Susilo Bambang Yudhoyono, suami Kristiani Herawati, yang kini menjadi presiden negeri ini. Lalu, Letjen TNI Erwin Sudjono, suami Wirahasti Cendrawasih, yang memegang posisi startegis sebagai Pangkostrad. Sedangkan Kolonel (pur) Hadi Utomo, suami Mastuti Rahayu, kini menjadi ketua umum Partai Demokrat, partai yang menjadi kendaraan politik SBY.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Bukan hanya itu. Sarwo Edi juga mempunyai anak kandung yang mewarisi karir di dunia militer. Yakni, Pramono Edi Wibowo yang kini berbintang satu dengan jabatan wakil komandan Kopassus. Dia menjadi pimpinan pasukan elite TNI-AD itu, seperti jejak yang pernah dilalui almarhum ayahnya.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">&nbsp;<br />
		Saya yakin, bila Sarwo Edhi masih hidup, dia akan bangga dengan prestasi para anak dan menantunya. Terutama kepada SBY yang mencapai kursi tertinggi di negeri ini, sebagai presiden RI. Melebihi prestasi Sarwo Edi, pensiunan bintang tiga, serta pernah menjabat dubes di Korsel.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Sarwo Edhi juga tentu akan bangga dengan menantu lain serta anak kandungnya, Pramono Edi Wibowo. Para anak menantunya itu adalah orang pilihan yang menggapai karir dengan susah payah.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><br />
		</font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">SBY mampu menapaki karir militer dengan jabatan terakhir militer aktif Kassospol. Dia dikenal sebagai jenderal cerdas dan sudah teruji di segala medan. Dia lulusan terbaik Akabri 1973 dan selalu menjadi terbaik di setiap tugas pendidikan yang diikuti.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Erwin Sudjono pun demikian. Sebelum SBY menggapai Istana, Erwin dikenal sebagai perwira menonjol. Sejumlah jabatan strategis sudah diraih, termasuk Pangdiv II Kostrad di Malang dan Pangdam Tanjungpura. Prestasi tempurnya di antaranya komandan Pasukan Reaksi Cepat saat diberlakukan status &acirc;&euro;&trade;darurat militer&acirc;&euro;&trade; di Aceh.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Pramono Edi Prabowo juga mempunyai catatan karir militer yang sangat bagus. Dia teruji bersikap netral saat menjadi ajudan Presiden Megawati. Padahal, saat itu Mega harus berhadapan dengan SBY dalam pemilihan presiden.</p>
<p>		Tentu sebagai presiden, SBY berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi prestasi para saudaranya akan memantik rumor tak menguntungkan. Sebagai contoh, saat Erwin dipromosikan sebagai Pangkostrad dengan bintang tiga, sempat timbul rumor KKN. Tentu itu dibantah karena Erwin telah berkarir di TNI lebih dari 30 tahun dengan berbagai pengalaman di lapangan. Dia cukup layak menempati pos Pangkostrad.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Namun, di sisi lain, tentu posisi para saudaranya itu semakin memantapkan posisi SBY. Tak bisa dipungkiri jabatan Pangkostrad yang ditempati Erwin Sudjono dan Wadanjen Kopassus yang diduduki Pramono Edi Wibowo merupakan posisi strategis untuk mengamankan presiden.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><br />
		</font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Pangkostrad memegang kendali atas 33 batalyon dengan sekitar 30 ribu pasukan yang menyebar di Indonesia. Ini satuan tempur terbesar di negeri ini yang bisa digerakkan setiap saat. Dengan kekuatan seperti itu, tampaknya, posisi Pangkostrad sangat penting dalam mengamankan negara. Sejumlah petinggi TNI pernah merasakan jabatan ini. Misalnya, Soeharto saat peristiwa G 30 S PKI, Jenderal Wiranto, dan Prabowo Subianto.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Posisi Pramono tak kalah penting. Kopassus yang dia pimpin (sebagai Wadanjen) adalah satuan elite TNI-AD. Pasukan ini mempunyai reputasi mengagumkan, termasuk saat dipimpin Sarwo Edhi. Markas besar Kopassus di Cijantung, yang masih dalam area Jakarta. Ini tentu sangat strategis dengan posisi Istana Negara di ibu kota. Saat ini Pramono adalah Wadanjen, dan tidak tertutup kemungkinan promosi ke Danjen.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><br />
		</font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Dalam situasi genting, selain Panglima TNI, tiga jabatan militer di ibu kota akan sangat penting. Ketiganya adalah Pangksotrad, Pangdam Jaya, dan Danjen Kopassus. Tampaknya dengan konfigurasi para petinggi militer saat ini, SBY semakin tenang.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Ke depan pun, SBY tak perlu ragu. Promosi terbuka sangat mungkin bagi Erwin dan Pramono. Untuk dua atau tiga tahun mendatang bukan tak mungkin muncul di level lebih tinggi. Seperti Panglima TNI atau KSAD. Toh, kalau mereka promosi bukan terlalu berlebihan karena mereka adalah kader yang sudah teruji.</span></font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><br />
		</font></div>
<div style="text-align: justify; "><font class="Apple-style-span" color="#5e5e5e" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif"><span style="font-size:12px;">Dan perlu diingat lagi. Masih ada generasi ketiga Sarwo Edhi, yakni Lettu Agus Harimurti Yudhoyono dan Lettu Danang, putra Erwin. Kita tinggal menunggu perjalanan sejarah</span></font></div>
</div>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F10%2F04%2Fgenerasi-militer-indonesia%2F&amp;t=Generasi%20Militer%20Indonesia" id="facebook_share_both_1572" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1572') || document.getElementById('facebook_share_icon_1572') || document.getElementById('facebook_share_both_1572') || document.getElementById('facebook_share_button_1572');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1572') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/10/04/generasi-militer-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemerdekaan, Berbangsa, Beragama</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/08/16/kemerdekaan-berbangsa-beragama/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/08/16/kemerdekaan-berbangsa-beragama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 14:10:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1556</guid>
		<description><![CDATA[&#34;Bulan Suci Ramadhan dan Dirgahayu Indonesia&#8221; &#160; Bangsa ini lahir dari &#8220;gelora darah&#8221; dan &#8220;air mata&#8221; putra-putri bangsa. Gelora darah merupakan hikayat semangat juang yang diteriakkan secara lantang pada dunia bahwa bangsa ini bisa melepaskan belenggu dari penjajah dan menjadi bangsa yang merdeka, kata terakhir dari juang ini adalah darah penghabisan. Lain halnya dengan &#8220;air [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/02/atas-berkat-rahmat-alloh.gif?w=393&amp;h=35&amp;h=35" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p style="text-align: center; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">&quot;Bulan Suci Ramadhan dan Dirgahayu Indonesia&rdquo;</span></p>
<p style="text-align: center; ">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify; "><img align="left" alt="" class="alignleft" height="39" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/06/merah-putih.jpg?w=99&amp;h=52" title="I Love Indonesia" width="75" /><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">Bangsa ini lahir dari &ldquo;gelora darah&rdquo; dan &ldquo;air mata&rdquo; putra-putri bangsa. Gelora darah merupakan hikayat semangat juang yang diteriakkan secara lantang pada dunia bahwa bangsa ini bisa melepaskan belenggu dari penjajah dan menjadi bangsa yang merdeka, kata terakhir dari juang ini adalah darah penghabisan. Lain halnya dengan &ldquo;air mata&rdquo; yang kita kenal sebagai bahasa yang paling rumit dimaknakan secara telanjang sebagai pengakuan kenyatan yang absurd. Kehadirannya lebih ditopang oleh pensuasanaan rasa yang menyentuh aspek nurani kemanusiaan, baik rasa lara ataupun rasa bahagia seringkali menggenang air mata. Perjalanan bangsa inipun dalam menggapai kemerdekaan tidak terlepas dari balutan semangat juang dan bingkaian darah yang bermuara dilautan air mata. Darah dan airmata bangsa ini menetaskan rekomendasi sejarah kemerdekaan 17 Agustus 1945, dimana tangal ini merahimi lahirnya ikrar kemerdekaan yang selama 3-1/2 abad bangsa ini dijajah oleh Belanda, Portugis, Inggris, dan Jepang yang hingga detik ini masih basah dalam memori sejarah.<span id="more-1556"></span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">Bulan &ldquo;Agustus&rdquo; bagi bangsa Indonesia merupakan kesan pertama sejarah kedaulatan yang menebarkan aroma keberanian dan kesatuan pada dunia. Dengan kuda iktiar penjajahan yang telah mendera dimensi ruang dan waktu, membatasi secara paksa gerak jasmani dan rohani harus kita ganyang bersama. Waktu itu Jangankan menikmati sepotong roti, keinginan untuk menikmatinya saja merupakan kesalahan, tersenyum adalah suatu penghianatan dari sebuah komitmen perjuangan dalam merebutkan hak, harkat dan martabat bangsa Indonesia. Komitmen perjuangan untuk bangsa Indonesia dan semangat persatuan terbingkis dalam kain suci yang kita namakan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia, kemerdekaan ini meniscayakan lahirnya misi suci kebhinekaan menjadi ketunggalikaan. Kemajmukan, keanikaragaman tetap ada dalam satu muara bendera merah-putih. Dirgahayu seperti yang telah dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 merupakan peletakan cita dasar pembangunan setelah sekian lama hanya terpajang sebagai lukisan ide bersama. Deklarasi suci ibarat busur panah yang lepas dari anak panahnya dan melesat tepat di jantung hati rakyat Indonesia, merupakan penegasan bahwa bangsa Indonesia punya semangat juang untuk melepaskan tali pengikat yang sudah menjadi benalu bagi bangsa indonesia tercinta ini.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">&ldquo;Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia&rdquo; sebagai jalur awal dari semangat juang berupa darah dan air mata, untuk mempertahankan kedaulatan bangsa, sampai detik ini pun, ghiroh perjuangan kemerdekan bangsa ini masih terus berkelindang seolah menjadi irama gemuruh anak negri dalam memburu sebuah cita ideal yakni &ldquo;Indonesia menjadi Negri yang Robbani&rdquo; (Sabda orang Sufi) kemerdekaan dalam nauangan merah &ndash; putih, menuju sebuah tatanan kehidupan yang tentaram adil dan makmur serta diridhoi oleh Allah SWT merupakan peniscayaan sebagai mana cita pendiri bangasa.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">Mengurai cita ideal &ldquo; indonesia menjadi Negri Yang Robbani&rdquo; hingga menjadi refleksi nyata maka peleburan dalam wadah penyucian diri merupakan sebuah peniscayaan. Hal ini di amini oleh para ulama&rsquo; mistik agama samawi. Salah satu Prosesi penyucian diri bagi umat islam ialah dilakukan pada bulan suci ramadhan, dimana bulan rahamdhan ini penuh dengan bingkaian nilai-nilai berkah dan magfirah. Hingga merupakan sebuah kewajaran jika menanti bulan ini peduh dengan lupan rindu, karna kehadirannya tidak terasa sudah satu tahun kita menanti, namun kedatangannya menjadi sumber gemuruh ombak rasa yang membahagiakan.<br />
	Bagi bangsa ini bulan ramadhan kali ini merupakan bulan yang penuh dengan nilai-nilai kemerdekaan serta memori indah perjuangan menuju momentum kemerdekaan, dimana proses bangasa ini diproklamirkan pada 65 tahun yang lalu bertepatan pada bulan suci ramadhan, momentum kemerdekaan bangsa pada bulan ramadhan masih merayap dalam memori sejarah dalam otak kanan maupun otak kiri kita.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">Namuan bercermen pada 65 tahun yang lalu, jika kita lihat dari sudut pandang apapun tentang makna kemerdekaan hari ini harus diorentasikan pada penyucian diri, yang nantinya akan menjadi serpihan-serpihan kita semua untuk menyucikan bangsa ini dari ketertingalan, menjujung tinggi keadilan, kejujuran serta menyucikan bangsa ini dari label bangsa yang korup dengan menjunjung harkat matrtabat secara bersama demi persatuan tahah air tercinta, hingga persatuan itu menjadi wujud kesempurnaan bagi bangsa Indonisia dimata dunia. Tugas kita sebagai Rakyat Indonesia yaitu menjaga persatuan dan memajukan bangsa Indonesia merupakan penghormatan yang paling tinggi kepada bangsa, yang mampu memancarkan sinar terang pada bendera mirah putih, hingga dimata dunia kemuliaan menyertai anak bangsa. Amin ya robbal alamin.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">Ahir kata semuga bulan suci kali ini menjadi perenungan agar bangsa kita bangkit dari keterpurukan, (Baca: Politik dagang sapi, penguasa Yang Dzalim, pengacara dan polisi yang bisa dibeli) serta keluar dari jurang kemiskinan dan kebodohan.&nbsp;</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; ">Selamat menunaikan ibadah Puasa dan Salam Merdeka !!!</span></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F08%2F16%2Fkemerdekaan-berbangsa-beragama%2F&amp;t=Kemerdekaan%2C%20Berbangsa%2C%20Beragama" id="facebook_share_both_1556" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1556') || document.getElementById('facebook_share_icon_1556') || document.getElementById('facebook_share_both_1556') || document.getElementById('facebook_share_button_1556');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1556') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/08/16/kemerdekaan-berbangsa-beragama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kejujuran Dan Puasa</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/07/31/kejujuran-dan-puasa/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/07/31/kejujuran-dan-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 13:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>
		<category><![CDATA[RELIGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1527</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Di era materialisme dewasa ini, kejujuran telah banyak dicampakkan dari tata pergaulan sosial-ekonomi-politik dan disingkirkan dari bingkai kehidupan manusia. Fenomena ketidak jujuran benar-benar telah menjadi realitas sosial yang menggelisahkan. Drama ketidakjujuran saat ini telah berlangsung sedemikian transparan dan telah menjadi semacam rahasia umum yang merasuk ke berbagai wilayah kehidupan manusia. &#160; &#160;&#160; Sosok manusia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/Atas-Berkat-Rahmat-Alloh8.gif" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 5px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 15px; -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><font face="Arial, Helvetica"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Verdana, sans-serif; line-height: normal; -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; "><img align="left" alt="" class="alignnone" height="54" src="http://indonesiauser.files.wordpress.com/2011/06/i-love-indonesia-15.jpg?w=65&amp;h=55" title="I Love Indonesia" width="65" /></span>Di era materialisme dewasa ini, kejujuran telah banyak dicampakkan dari tata pergaulan sosial-ekonomi-politik dan disingkirkan dari bingkai kehidupan manusia. Fenomena ketidak jujuran benar-benar telah menjadi realitas sosial yang menggelisahkan. Drama ketidakjujuran saat ini telah berlangsung sedemikian transparan dan telah menjadi semacam rahasia umum yang merasuk ke berbagai wilayah kehidupan manusia. &nbsp; &nbsp;&nbsp;<span id="more-1527"></span></font></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 5px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 15px; -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><font face="Arial, Helvetica">Sosok manusia jujur telah menjadi makhluk langka di bumi ini. Kita lebih mudah mencari orang-orang pintar daripada orang-orang jujur. Keserakahan dan ketamakan kepada materi kebendaan, mengakibatkan manusia semakin jauh dari nilai-nilai kejujuran dan terhempas dalam kubangan materialisme dan hedonisme yang cendrungmenghalalkan segala cara.&nbsp;<br />
	Pada masa sekarang, banyak manusia tidak mempedulikan jalan-jalan yang halal dan haram dalam mencari uang dan jabatan . Sehingga kita sering mendengar ungkapan-ungkapan kaum materialis, &ldquo;Mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal&rdquo;. Bahkan selalu diucapkan orang,&rdquo;kalau jujur akan terbujur&rdquo;,&rdquo;kalau lurus akan kurus&rdquo;,kalau ihklas akan tergilas&rdquo;.&nbsp;<br />
	Ungkapan-ungkapan itu menunjukkan bahwa manusia zaman kini telah dilanda penyakit mental yang luar biasa, yaitu penyakit korup dan ketidak jujuran.&nbsp;<br />
	Nabi muhammad Saw pernah mempredeksi, bahwa suatu saat nanti, diakhir zaman,manusia dalam mencari harta,tidak mempedulikan lagi mana yang halal dan mana yang haram. (HR Muslim).&nbsp;<br />
	Ramalan Nabi pada masa kini telah menjadi realitas sosial yang mengerikan, bahkan implikasinya telahmenjadi patologi sosial yang parah, seperti menjamurnya korupsi, pungli, suap, sogok,uang pelicin dsb. Banyak kita temukan pencuri-pencuri berdasi melakukan penyimpangan-penyimpangan dalam mengelola proyek. Manusia berlomba-lomba mengejar kekayaan dan kemewahan dunia secara massif, tanpa mempedulikan garisan-garisan syariah dan moralitas.&nbsp;<br />
	Era reformasi yang telah berlangsung lebih 10 tahun, dengan tekad untuk memberantas segala bentuk kolusi,korupsi dan nepotisme, -bahkan telah ditetapkan lewat Tap MPR- belum menunjukkan tanda-tanda dan hasil yang mengembirakan,sebab, praktek kolusi,korupsi dan suap menyuap masih saja menjadi kebiasaan masyarakat kita . Untuk mengatasi dan mengurangi segala destruktip tersebut, puasa merupakan ibadah yang paling ampuh dan efektif, asalkan pelaksanaan puasa tersebut dilakukan dengan dasar iman yang mantap kepada Allah, dan ihtisab (mawas diri), serta penghayatan yang mendalam tentanghikmat yang terkandung di dalam puasa Ramadhan.&nbsp;<br />
	Puasa melatih kejujuran&nbsp;<br />
	Berbeda dengan sifat ibadah yang ada, puasa adalah ibadah sirriyah (rahasia). Dikatakan sirriyah, karena yang mengetahui seseorang itu berpuasa atau tidak, hanyalah orang yang berpuasa itu sendiri dan Allah SWT.&nbsp;<br />
	Dalam ibadah puasa, kita dilatih dan dituntut untuk berlaku jujur. Kita dapat saja makan dan minum seenaknya di tempat sunyi yang tidak terlihat seorangpun. Namun kita tidak akan mau makan atau minum, karena kita sedang berpuasa. Padahal, tidak ada orang lain yang tahu apakah kita puasa atau tidak. Namun kita yakin, perbuatan kita itu dilihat Allah swt..&nbsp;<br />
	Orang yang sedang berpuasa juga dapat dengan leluasa berkumur sambil menahan setetes air segar ke dalam kerongkongan, tanpa sedikitpun diketahui orang lain. Perbuatan orang itu hanya diketahui oleh orang yangbersangkutan. Hanya Allah dan diri si shaim itu saja yang benar-benar mengetahui kejujuran atau kecurangan dalam menjalankan ibadah puasa. Tetapi dengan ibadah puasa, kita tidak berani berbuat seperti itu, takut puasa batal.&nbsp;<br />
	Orang yang berpuasa dilatih untuk menyadari kehadiran Tuhan. Ia dilatih untuk menyadari bahwa segala aktifitasnya pasti diketahui dan diawasi oleh Allah SWT.Apabila kesadaran ketuhanan ini telah menjelma dalam diri seseorang melalui training dan didikan puasa, maka Insya Allah akan terbangun sifat kejujuran.&nbsp;<br />
	Jika manusia jujur telah lahir, dan menempati setiap sektor dan instansi, lembaga bisnis atau lembaga apa saja, maka tidak adalagi korupsi, pungli, suap-menyuap dan penyimpangan-penyimpangan moral lainnya.&nbsp;<br />
	Kejujuran merupakan mozaik yang sangat mahal harganya. Bila pada diri seorang manusia telah melekat sifat kejujuran, maka semua pekerjaan dan kepercayaan yang diamanahkan kepadanya dapat di selesaikandengan baik dan terhindar dari penyelewengan-penyelewengan. Kejujuran juga menjamin tegaknya keadilan dan kebenaran.&nbsp;<br />
	Secara psikologis, kejujuran mendatangkan ketentraman jiwa. Sebaliknya, seorang yang tidak jujur akan tega menutup-nutupi kebenaran dan tega melakukan kezaliman terhadap hak orang lain.Ketidakjujuran selalu meresahkan masyarakat, yang pada gilirannnya mengancam stabilitas sosial. Ketidak jujuran selalu berimplikasi kepada ketidakadilan. Sebab orang yang tidak jujur akan tega menginjak-injak keadilan demi keuntungan material pribadi atau golongannya.&nbsp;<br />
	Berlaku jujur, sungguh menjadi bermakna pada masa sekarang,, masa yang penuh dengan kebohongan dan kepalsuan. Pentingnya kejujuran telah banyak disapaikan Rasulullah SAW. Diriwayatkat bahwa, Rasulullah pernah didatangi oleh seorang pezina yang ingin taubat dengan sebenarnya. Rasulullah menerimanya dengan satu syarat, yaitu,agar orang tersebutberlaku jujur dan tidak bohong&nbsp;<br />
	Syarat yang kelihatan sangat ringan untuk sebuah pertaubatan besar, tetapi penerapannya dalam segala aspek kehidupan sangat berat.Dan ternyata syarat jujur tersebut sangat ampuh untuk menghentikan perbuatan zina. Jika ia tetap berzina secara sembunyi-sembunyi, lalu bagaimana ia harus menjawab jika Rasulullah menanyainya tentang apakah ia masih berzina atau tidak.Untuk menghindari berbohong kepada Nabi, maka si pezina mengakhiri prilakunya yang dusta itu dan kemudian benar-benar bertaubat dengan penuh penghayatan.&nbsp;<br />
	Dari riwayat itu dapat ditarik kesimpulan, bahwa kejujuran sangat signifikan dalam membersihkan prilaku menyimpang, seperti korupsi, kolusi, penipuan, manipulasi, suap-menyuap dan sebagainya.&nbsp;<br />
	Dewasa ini kesadaran untuk menumbuhkan sifat kejujuran sebagai buah dari ibadah puasa, kiranya perlu mendapat perhatian serius. Pendidikan kejujuran yang melekat pada ibadah puasa, perlu dikembangkan sebagaibagian dari kehidupan riel dalam masyarakat. Sebab apabila kejujuran telah disingkirkan, maka kondisi masyarakat akan runyam. Korupsi dan kolusi terjadi di mana-mana, pungli merajalela, kemungkaran sengaja dibeking oleh oknum-oknum tertentu demi mendapatkan setoran uang.&nbsp;<br />
	Fenomena kebohongan dan tersingkirnya sifat kejujuran, mengantarkan masyarakat dan bangsa kita pada beberapa musibah nasional yang berlangsung secara beruntun dan silih berganti tiada henti. Terjadinya malapetaka berupa krisis ekonomi yang melanda bangsa Indonesia adalah cermin paling jelas dari makin hilangnya sukma. kejujuran dan semakin mekarnya kepalsuan dalam kehidupan bangsa kita.&nbsp;<br />
	Dalam menghadapi kasus-kasus yang gawat seperti itu, pesan-pesan profetik keagamaan seperti pesan luhur ibadah puasa dapat ditransformasikan untuk membongkar sangkar kepalsuan dan mem bangun kejujuran.&nbsp;<br />
	Ada yang secara pesimis berpendapat, bahwa membangun kejujuran pada era materialismeadalah suatu utopia (angan-angan) mengingat mengakarnya sifat ketidak jujuran dalam masyarakat dan bangsa kita. Sebagai orang beriman yang menyandang peringkat khairah ummah, sikap pesimis di atas harus dibuang jauh-jauh.Sebab gerakan amarma&rsquo;ruf nahi mungkar yang dilandasi iman, harus tetap dilancarkan, agar konstelasi dunia ini tidak semakin parah.&nbsp;<br />
	</font></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 5px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 15px; -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; text-align: justify; "><span style="color:#e6e6fa;"><font face="Arial, Helvetica"><strong>PENUTUP&nbsp;</strong><br />
	Realitas menunjukkan, bahwa kesemarakan ramadhan dari tahun ke tahun semakin meningkat, namun ironisnya, bersamaan dengan itu penyimpangan dan ketidakjujuran masih berjalan terus. Padahal, suatu bulan kita dilatih dan didik untuk berlaku jujur, menjadi orang yang dapat dipercaya. Bila selama satu bulan itu, orang-orang yang berpuasa benar-benar berlatih secara serius dengan penuh penghayatan terhadap hikmah puasa, maka pancaran kejujuran akan terpantul dari dalam jiwa mereka. Kalau puasa Ramadhan yang dilakukan tidak melahirkan manusia-manusia jujur, berarti kualitas puasa orangtersebut masih sebatas lapar dan dahaga. Karena puasa yang dilakukan tidak memantulkan refleksi kejujuran. Kalau orang yang berpuasa, masih mau menerima suap dari orang-orang yang mencari pekerjaan, berarti kualitas ibadah orang tersebut masih sangat rendah. Kalau orang yang berpuasa, masih mau melakukan mark up dalam proyek, korupsi dan kolusi, berarti puasa yang dilakukan masih jauh dari tujuan puasa.&nbsp;<br />
	Kalau pasca puasa Ramadhan, kejujuran semakin tipis atau sirna,pungli,korupsi dan kolusi tetap menjadi kebiasaan, barang kali puasa yang dilakukan tidak didasari iman, tetapi mungkin ia melakukan puasa hanya karena mengikuti tradisi. Untuk mewujudkan manusia jujur, perlu peningkatan iman dan penghayatan kesadaran kehadiran Tuhan. Tanpa upaya ini, kejujuran tak kan lahir dari orang yang berpuasa Cara awalnya ialah dengan mengikuti Training ESQ atau Pesantren Qalbu. Hasilnya sudah terbukti secara sifnifikan di mana-mana. BanyakBUMN omzetnya meningkat secara signifikan setelah para direktur dan managernya ikut training ESQ (Emosional Spitual Quentiont). Yang dilaksanakan oleh Ary Ginanjar Agustian.&nbsp;</font></span></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F07%2F31%2Fkejujuran-dan-puasa%2F&amp;t=Kejujuran%20Dan%20Puasa" id="facebook_share_both_1527" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1527') || document.getElementById('facebook_share_icon_1527') || document.getElementById('facebook_share_both_1527') || document.getElementById('facebook_share_button_1527');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1527') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/07/31/kejujuran-dan-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yogyakarta Wilayah Pertama NKRI</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/06/13/yogyakarta-wilayah-pertama-nkri/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/06/13/yogyakarta-wilayah-pertama-nkri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 13:47:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1391</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah pertama di Negara Kesatuan Republik Indonesia pascaproklamasi kemerdekaan pada 1945, setelah Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang berkuasa di Keraton Yogyakarta saat itu menyatakan bergabung. &#34;Pascaproklamasi, Yogyakarta dalam hal ini wilayah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman merupakan wilayah pertama NKRI, setelah Sri Sultan HB IX dan Sri Paku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">&nbsp;<img alt="" class="aligncenter" height="35" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/02/atas-berkat-rahmat-alloh.gif?w=393&amp;h=35&amp;h=35" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img align="left" alt="" class="alignleft" height="54" src="http://indonesiauser.files.wordpress.com/2011/06/i-love-indonesia-15.jpg?w=65&amp;h=55" title="I Love Indonesia" width="65" /><img align="right" alt="" class="alignnone" height="150" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/01/25/1607125p.JPG" title="Istana Negara Gedung Agung, Yogyakarta" width="300" /><span style="color: rgb(230, 230, 250);"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px;">Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah pertama di Negara Kesatuan Republik Indonesia pascaproklamasi kemerdekaan pada 1945, setelah Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang berkuasa di Keraton Yogyakarta saat itu menyatakan bergabung. &quot;Pascaproklamasi, Yogyakarta dalam hal ini wilayah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman merupakan wilayah pertama NKRI, setelah Sri Sultan HB IX dan Sri Paku Alam VIII melalui maklumat 5 September 1945 menyatakan bergabung dengan NKRI,&quot; kata kerabat Keraton Yogyakarta, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo, dalam orasi budaya memperingati hari ulang tahun penerbit Galangpress, di Yogyakarta, Kamis (5/5/2011) malam.<span id="more-1391"></span></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(230, 230, 250);"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px;">Menurut dia, saat itu tidak ada satu kerajaan ataupun negara-negara bentukan Belanda yang menyatakan bergabung dengan NKRI sehingga Yogyakarta merupakan wilayah pertama di NKRI.</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(230, 230, 250);"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px;">&quot;Pernyataan bergabungnya Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman ke dalam NKRI memiliki nilai strategis yang luar biasa karena saat itu, meskipun Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya, namun kolonialis Belanda selalu menyatakan mana wilayahmu sebagai sebuah negara,&quot; katanya.</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(230, 230, 250);"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px;">Ia mengatakan, pernyataan bergabungnya Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman yang merupakan satu-satunya kerajaan di Nusantara yang tidak berada di bawah kolonial Belanda memiliki arti yang sangat penting.</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(230, 230, 250);"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px;">&quot;Dengan pernyataan bergabungnya wilayah Yogyakarta ke NKRI waktu itu, menjadikan negara yang baru merdeka tersebut memiliki wilayah kedaulatan, dan langkah ini pun kemudian diikuti wilayah-wilayah lain, termasuk negara-negara atau kerajaan-kerajaan di Nusantara yang dibentuk Belanda,&quot; katanya.</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(230, 230, 250);"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px;">Prabukusumo mengatakan, ini merupakan sejarah besar NKRI atas keistimewaan Yogyakarta sehingga jika tidak ada pengakuan bergabungnya Daerah Istimewa Yogyakarta maka NKRI juga tidak ada.</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(230, 230, 250);"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px;">&quot;Ini merupakan pengorbanan luar biasa dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII yang sangat luar biasa, dari sebelumnya sebagai seorang penguasa penuh atas wilayah Yogyakarta menjadi harus mengikuti aturan Pemerintah NKRI,&quot; katanya.</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(230, 230, 250);"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px;">Ia mengatakan, pengorbanan yang tidak kalah pentingnya adalah ketika NKRI berdiri harus mencetak Oeang/uang Republik Indonesia (ORI) sehingga harus ada jaminan uang emas di Bank Indonesia.</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(230, 230, 250);"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px;">&quot;Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan ikhlas memberikan emas batangan milik Keraton Yogyakarta sebagai jaminan, dan sampai saat ini keluarga Keraton tidak pernah mengungkit-ungkit serta meminta kembali,&quot; katanya.</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(230, 230, 250);"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px;">Oleh karena itu, menurut dia, perjuangan untuk penetapan Sultan dan Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan rangkaian sejarah bangsa ini.</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(230, 230, 250);"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px;">&quot;Penentuan gubernur melalui mekanisme penetapan merupakan hak politik Sultan sesuai amanat 5 September 1945, dan Yogyakarta merupakan daerah istimewa dari sejarah, kontrak pemerintahan, serta kepala daerah,&quot; katanya.</span></span></span></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F06%2F13%2Fyogyakarta-wilayah-pertama-nkri%2F&amp;t=Yogyakarta%20Wilayah%20Pertama%20NKRI" id="facebook_share_both_1391" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1391') || document.getElementById('facebook_share_icon_1391') || document.getElementById('facebook_share_both_1391') || document.getElementById('facebook_share_button_1391');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1391') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/06/13/yogyakarta-wilayah-pertama-nkri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soekarno Lahir di Surabaya</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/06/07/soekarno-lahir-di-surabaya/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/06/07/soekarno-lahir-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 02:03:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>
		<category><![CDATA[NUSANTARA]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1384</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Budayawan asal Blitar, Jawa Timur, Andreas Edison, membenarkan jika Presiden pertama RI,&#160;Soekarno, memang lahir di Surabaya, bukan di Blitar.&#160;&#34;Kalau merunut sejarah, memang beliau lahir di Surabaya. Kalau di Blitar, itu karena memang mengikuti orangtua dan untuk menempuh pendidikan,&#34; katanya di Blitar. Ia mengemukakan hal itu dalam menanggapi rencana pemasangan prasasti di rumah kelahiran Soekarno [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><img alt="" class="aligncenter" height="35" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/02/atas-berkat-rahmat-alloh.gif?w=393&amp;h=35&amp;h=35" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p style="text-align: center; ">&nbsp;</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#f0ffff;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: normal; "><img align="left" alt="" class="alignleft" height="52" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/06/merah-putih.jpg?w=99&amp;h=52" title="I Love Indonesia" width="99" /></span>Budayawan asal Blitar, Jawa Timur, Andreas Edison, membenarkan jika Presiden pertama RI,<span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: normal; "><img align="right" alt="" class="alignright" height="102" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/08/07/2025217620X310.jpg" title="Soekarno Presiden Pertama RI" width="200" /></span>&nbsp;Soekarno, memang lahir di Surabaya, bukan di Blitar.&nbsp;&quot;Kalau merunut sejarah, memang beliau lahir di Surabaya. Kalau di Blitar, itu karena memang mengikuti orangtua dan untuk menempuh pendidikan,&quot; katanya di Blitar.</span></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#f0ffff;">Ia mengemukakan hal itu dalam menanggapi rencana pemasangan prasasti di rumah kelahiran Soekarno di Jalan Pandean IV/40 Surabaya, Jawa Timur, pada 6 Juni mendatang.&nbsp;Menurut Andreas, sekolah Bung Karno juga bukan hanya di Blitar, melainkan pernah juga di Tulungagung. Saat itu, usianya baru enam tahun. &nbsp; &nbsp;&nbsp;<span id="more-1384"></span></span></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#f0ffff;">Ditanya mengapa Bung Karno sampai sekolah di Tulungagung, Andreas yang juga anggota KPU Kota Blitar selama dua periode itu mengatakan, jika saat kecil Bung Karno sering sakit, maka ia dibawa ke kakeknya. Kakeknya yang bernama Hardjodikrama dan tinggal di Tulungagung dikenal mempunyai ilmu kebatinan.</span></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#f0ffff;">&quot;Setelah dibawa ke rumah kakeknya, dia sempat sembuh, lalu dibawa pulang ke Blitar, lalu sakit lagi. Namun setelah dibawa ke Tulungaung, ia kembali sembuh hingga akhirnya sekolah di tempat itu,&quot; katanya.</span></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#f0ffff;">Ia juga menyebut bahwa umur 12 tahun, Bung Karno juga pindah ke Mojokerto untuk sekolah di lembaga pendidikan milik orang-orang Belanda, setelah lulus angka I (semacam pendidikan dasar), hingga kembali melanjutkan sekolah di Hoogere Burger School (HBS) yang didirikan HOS Tjokroaminoto.</span></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#f0ffff;">&quot;Bung Karno juga pernah sekolah di Surabaya saat menempuh pendidikan semacam sekolah menengah atas (SMA) dan kontrak di rumah HOS Tjokroaminoto di Jalan Peneleh, Surabaya,&quot; katanya.</span></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#f0ffff;">Oleh karena itu, ia mendukung rencana Peter A Rohi, Ketua Umum Soekarno Institute, yang akan memasang prasasti di rumah kelahiran Bung Karno di Jalan Pandean IV/40 Surabaya.</span></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#f0ffff;">&quot;Soekarno itu dibuatkan patung di mana saja tetap layak karena memang bumi Bung Karno itu milik Indonesia. Di Bengkulu juga punya, apalagi di Surabaya,&quot; katanya.</span></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#f0ffff;">Pihaknya tidak khawatir jika rencana pembuatan prasasti itu berpengaruh pada turunnya jumlah wisatawan di Blitar. Ia menyebut, Blitar tetap akan menjadi bagian dari Bung Karno karena makamnya ada di Blitar.</span></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#f0ffff;">Sebuah prasasti akan dipasang di rumah kelahiran Presiden pertama Indonesia tersebut pada 6 Juni mendatang. Jalan yang sekarang berubah menjadi Jalan Pandean IV/40, Surabaya, tersebut semula merupakan rumah kontrakan keluarga Bung Karno dengan nama Jalan Lawang Seketeng.</span></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify; "><span style="color:#f0ffff;">Rencana pemasangan prasasti oleh Soekarno Institute sengaja digelar pada 6 Juni 2011 karena disamakan dengan tanggal kelahiran Soekarno, yakni 6 Juni 1901.</span></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F06%2F07%2Fsoekarno-lahir-di-surabaya%2F&amp;t=Soekarno%20Lahir%20di%20Surabaya" id="facebook_share_both_1384" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1384') || document.getElementById('facebook_share_icon_1384') || document.getElementById('facebook_share_both_1384') || document.getElementById('facebook_share_button_1384');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1384') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/06/07/soekarno-lahir-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HUT Surabaya</title>
		<link>http://dirrga.com/2011/05/28/hut-surabaya/</link>
		<comments>http://dirrga.com/2011/05/28/hut-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 May 2011 02:44:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NASIONALIS]]></category>
		<category><![CDATA[NUSANTARA]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirrga.com/?p=1376</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Surabaya secara resmi berdiri pada tahun 1293. Tanggal peristiwa yang diambil adalah kemenangan&#160;Raden Wijaya, Raja pertama Mojopahit melawan pasukan Cina. Peranan Surabaya sebagai kota pelabuhan sangat penting sejak lama. Saat itu sungai&#160;Kalimas merupakan sungai yang dipenuhi perahu-perahu yang berlayar menuju pelosok Surabaya. Kota Surabaya juga sangat berkaitan dengan revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejak penjajahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><img alt="" class="alignnone" height="35" src="http://dirrga.com/wp-content/uploads/Atas-Berkat-Rahmat-Alloh8.gif" title="Atas Berkat Rahmat Alloh" width="393" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; line-height: 1.5; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><img align="left" alt="" class="alignnone" height="75" src="http://dirrga.files.wordpress.com/2011/02/1-91.gif?w=100&amp;h=100" style="font-family: Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: normal; " title="I Love Indonesia" width="75" /><span style="color:#ffffe0;">Surabaya secara resmi berdiri pada tahun 1293. Tanggal peristiwa yang diambil adalah kemenangan&nbsp;Raden Wijaya, Raja pertama Mojopahit melawan pasukan Cina.<span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: normal; "><img align="right" alt="" class="alignnone" height="94" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT4QUSuTQb2VMWQA--M63w_E5sMVo-NdcQZzrLoJcoIifEp9445MRhfTp4" title="Pemkot Surabaya" width="75" /><img align="right" alt="" class="alignnone" height="53" src="http://www.surabaya.go.id/eng/images/kiri/sparkling_small.gif" title="HUT Surabaya" width="100" /></span></span></p>
<div align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px; ">Peranan Surabaya sebagai kota pelabuhan sangat penting sejak lama. Saat itu sungai</span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px; ">&nbsp;Kalimas merupakan sungai yang dipenuhi perahu-perahu yang berlayar menuju pelosok Surabaya.</span></span></div>
<div align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;"><img align="right" alt="" class="alignnone" height="136" src="http://www.surabaya.go.id/eng/images/info/sejarah/hoteloranye1911.jpg" title="Soerabaja Tempo Doeloe" width="200" /></span></div>
<p align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; line-height: 1.5; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;">Kota Surabaya juga sangat berkaitan dengan revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejak penjajahan Belanda maupun Jepang, rakyat Surabaya (Arek Suroboyo) bertempur habis-habisan untuk merebut kemerdekaan. Puncaknya pada tanggal 10 Nopember 1945, Arek Suroboyo berhasil menduduki Hotel Oranye (sekarang Hotel Mojopahit) yang saat itu menjadi simbol kolonialisme. Karena kegigihannya itu, maka setiap tanggal 10 Nopember, Indonesia memperingatinya sebagai hari Pahlawan. &nbsp; &nbsp;&nbsp;<span id="more-1376"></span></span></p>
<p align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; line-height: 1.5; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;">Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I berangka 1358 M. Dalam prasasti tersebut terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa ditepian sungai Berantas sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang sungai tersebut.</span></p>
<div align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;"><br />
	</span></div>
<p align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; line-height: 1.5; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;">Surabaya (Churabhaya) juga tercantum dalam pujasastra Negara Kertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca tentang perjalanan pesiar baginda Hayam Wuruk pada tahun 1385 M dalam pupuh XVII (bait ke 5, baris terakhir)</span></p>
<div align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;"><br />
	</span></div>
<p align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; line-height: 1.5; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;">Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M Pprasasti Trowulan) dan 1365 M (Negara Kertagama), para ahli menduga bahwa Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut.</span></p>
<div align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;"><br />
	</span></div>
<p align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; line-height: 1.5; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;">Menurut hipotesis Von Faber, Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat pemukiman baru bagi prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan tahun 1270 M. Hipotesis yang lain mengatakan bahwa Surabaya dulu bernama Ujung Galuh.</span></p>
<div align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;"><br />
	</span></div>
<p align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; line-height: 1.5; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;">Versi lain mengatakan bahwa nama Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup dan mati Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon setelah mengalahkan tentara Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah Keraton di Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu Buaya, Jayengrono makin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu Sura. Adu kekuatan dilakukan dipinggir sungai Kalimas dekat Peneleh. Perkelahian adu kesaktian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal kehabisan tenaga.</span></p>
<div align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;"><br />
	</span></div>
<p align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; line-height: 1.5; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;">Kata &ldquo; SURABAYA &ldquo; juga sering diartikan secara filosofis sebagai lambang perjuangan antara darat dan air, antara tanah dan air. Selain itu dari kata Surabaya juga muncul mitos pertempuran antara ikan Suro (Sura) dan Boyo (Baya atau Buaya), yang menimbulkan dugaan bahwa nama Surabaya muncul setelah terjadinya peperangan antara ikan Sura dan Buaya (Baya)</span></p>
<div align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;"><br />
	</span></div>
<p align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; line-height: 1.5; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;">Supaya tidak menimbulkan kesimpang-siuran dalam masyarakat maka Walikotamdya Kepala Daerah Tingkat II Surabaya, dijabat oleh Bapak Soeparno, mengeluarkan Surat Keputusan No. 64/WK/75 tentang penetapan hari jadi kota Surabaya. Surat Keputusan tersebut menetapkan tanggal 31 Mei 1293 sebagai tanggal hari jadi kota Surabaya. Tanggal tersebut ditetapkan atas kesepakatan sekelompok sejarahwan yang dibentuk oleh Pemerintah Kota bahwa nama Surabaya berasal dari kata &ldquo;Sura ing Bhaya&rdquo; yang berarti &ldquo; Keberanian menghadapi bahaya &ldquo; diambil dari babak dikalahkannya pasukan Mongol oleh pasukan Jawa pimpinan Raden Wijaya pada tanggal 31 Mei 1293.</span></p>
<div align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;"><br />
	</span></div>
<p align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; line-height: 1.5; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;">Tentang simbol kota Surabaya yang berupa ikan Sura dan Buaya terdapat banyak sekali cerita. Salah satu yang terkenal tentang pertarungan ikan Sura dan Buaya diceritakan oleh LCR. Breeman seorang pimpinan Nutspaarbank di Surabaya pada tahun 1918.</span></p>
<div align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;"><br />
	</span></div>
<p align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; line-height: 1.5; color: rgb(34, 34, 34); font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; "><span style="color:#ffffe0;">Masih banyak cerita lain tentang makna dan semangat Surabaya. Semuanya mengilhami pembuatan lambang-lambang Kota Surabaya. Lambang kota Surabaya yang berlaku sampai saat ini ditetapkan oleh DPDRS kota besar Surabaya yang keputusan No. 34/DPRS tanggal 19 Juni 1955 diperkuat dengan Keputusan Presiden R.I No. 193 tahun 1955 tanggal 14 Desember 1956.</span></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fdirrga.com%2F2011%2F05%2F28%2Fhut-surabaya%2F&amp;t=HUT%20Surabaya" id="facebook_share_both_1376" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1376') || document.getElementById('facebook_share_icon_1376') || document.getElementById('facebook_share_both_1376') || document.getElementById('facebook_share_button_1376');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1376') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirrga.com/2011/05/28/hut-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

