Demokrasi Politik Menuju Demokrasi Sosial

“Kekurangan yang krusial yang diderita oleh ‘elit modern’ di kebanyakan negara, adalah tiadanya hubungan organis antara mereka dengan rakyat, baik di medan politik, sosial maupun budaya, dan bahkan di medan keruhanian dan keagamaan. Karena itu, ketika kita mengatakan bahwa “semua orang menuntut demokrasi” maka kata ‘semua’ disini menyesatkan karena ia bukanlah ‘semua’ secara aktual, melainkan ‘semua’ dalam arti potensial dan kemungkinan belaka…” Pada masa Romawi, tuntutan akan demokrasi dengan pengertian; “Pemerintahan dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat”, tidak seperti sekarang.

Tuntutan demokrasi saat itu hanya sebuah upaya untuk mewujudkan satu masyarakat yang tidak mengklasifikasikan anggota masyarakatnya, antara tuan dan hamba, atau kaum ningrat di satu pihak dan budak-budak di pihak lain. Artinya ada tuntutan persamaan antara individu yang satu dengan individu yang lain. Adapun sekarang, konsep demokrasi telah dihubungkan dengan ide tentang pemilu. Maka memberikan ‘hak pilih’ bagi semua individu dalam masyarakat, laki-laki atau perempuan, merupakan sebuah semangat persamaan (egaliter) yang realistis saat ini. Meskipun pemilu tidak mewakili makna dari demokrasi, akan tetapi merupakan bagian dari demokrasi, namun agar pemilu mampu menjadi saran representasi hak rakyat, ia harus dibangun berdasarkan demokrasi itu sendiri, yakni berdasarkan kesamaan dalam hal peluang (potential chance), kemungkinan-kemungkinan (potential possibility) dan penggunaan berbagai sarana (potential equipment). Jika tidak, maka demokrasi hanya akan menghasilkan para penguasa dari kelompok tertentu atau kelas tertentu, yakni kelas yang selalu berkuasa dalam kondisi masyarakat yang masih membutuhkan persamaan hak. Yaitu persamaan hak dalam kebebasan politik agar rakyat dapat melaksanakan kewajiban memilih dan persamaan hak dalam kebebasan ekonomi yang memungkinkan setiap individu dapat melakukan kegiatan ekonomi sesuai dengan sarana-sarana dan peluang- peluang yang dimilikinya. Persamaan hak dan kewajiban di pelbagai situasi kehidupan, baik dalam segi hukum, birokrasi, pendidikan dan sebagainya. Mereka memahami demokrasi dengan apa yang dinamakan demokrasi sosial, demokrasi yang tidak memberikan perhatian yang besar terhadap demokrasi politik, demokrasi “pemilu” dan demokrasi “partai- partai”. Sehingga ada hal yang ekuivalen dengan apa yang diperjuangkan oleh rakyat bagi kehidupannya. Akan tetapi kebebasan politik dan kebebasan ekonomi seringkali hanya dapat dinikmati oleh “lapisan atas” seiring kondisi rakyat yang sangat tidak seimbang. Kebebasan akan berubah menjadi perbudakan dan eksploitasi apabila terdapat kesenjangan dalam kemampuan menikmatinya. Kebebasan rakyat hanya akan bermakna eksploitasi dan tirani jika individu-individu didalamnya hidup dalam situasi yang tidak setara. Jika dahulu tirani berwatak superfisial dan “konstitusional” maka sekarang, berkat adanya demokrasi, ia menjelma menjadi tirani, yang dipilih melalui pemilu dan dinikmati oleh seluruh rakyat. Demokrasi Politik Kerakyatan; Sebuah Konflik dan Perjuangan Di setiap zaman dan tempat, rakyat selalu bertujuan ingin mencapai kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang bebas dari berbagai tirani sosial. Betapapun seseorang telah mempunyai kekayaan, sedang disekitarnya terdapat orang- orang yang jauh lebih kaya dari dia dan memiliki kemudahan akses di pelbagai bidang, hal ini akan memunculkan perasaan kekurangan (inferior), dan merasa adanya tirani sosial. Karena perasaan kekurangan tersebut sudah sangat cukup untuk membuatnya hidup dalam kecemasan dan kemuraman. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tujuan rakyat adalah menciptakan keadaan dimana mereka bisa hidup tanpa kecemasan dan kemuraman. Dalam menciptakan keadaan yang seperti itu, mereka melawan keadaan tiranik yang terdapat didalamnya. Yaitu keadaan yang mempermudah kelompok tertentu dalam masyarakat untuk meraih hidup “ makmur dan terhormat” Dalam menghadapi keadaan yang seperti ini, apakah demokrasi politik dapat mewujudkan tujuan-tujuan rakyat? Tampaknya harus diakui bahwa demokrasi politik adalah demokrasi bagi para penguasa dan orang-orang kaya. Namun hal tersebut bisa jadi tidak, jika kita melihat dari sisi lain, demokrasi politik merupakan sarana yang jika digunakan dengan baik akan banyak membantu menyingkap hakikat masalah sosial, seperti kemiskinan, ketertindasan, biaya pendidikan yang mahal, kesehatan dan lain sebagainya. Demokrasi politik yang mengklaim mampu memperkuat dan menancapkan kebebasan publik akan dapat memberikan banyak peluang untuk membuka pikiran rakyat terhadap hakikat konflik sosial. Dengan kata lain, demokrasi politik merupakan sarana yang niscaya bagi penyadaran rakyat. Adanya parlemen, partai-partai dan kebebasan pers serta masa-masa pemilu, merupakan peluang-peluang dan kemungkinan-kemungkinan yang disediakan oleh demokrasi politik dalam rangka menyadarkan rakyat dan mengarahkan pada perjuangan akan hak-hak mereka. Penyadaran rakyat tersimpul pada upaya memberikan pengertian bahwa solusi yang tepat bagi masalah sosial ini terletak pada upaya mengubah keadaan yang merugikan mereka. Kesejahteraan para petani, misalnya, tidak akan terwujud, taken for granted, dengan perpindahan mereka ke barisan para pemilik tanah, karena memang tidak mungkin mencapainya. Kalaupun berhasil, hal tersebut tercapai dengan mengorbankan banyak petani lainnya. Begitu pula para buruh, mereka tidak bisa mencapai kesejahteraan hidup hanya dengan cara memperbaiki upah mereka. Karena meskipun hal itu terpenuhi, mereka akan tetap tereksploitasi dan kekurangan. Persoalannya bukan masalah upah, melainkan keadaan sosial dan pengaturan kehidupan masyarakat. Kaum tertindas harus memahami, bahwa demokrasi yang sesungguhnya, keadilan sosial dan persamaan tidak akan terwujud kecuali dengan perjuangan, satu perjuangan yang terarah pada tujuan. Dari sini semakin jelas bahwa tugas ini tidak akan dapat dilaksanakan kecuali dalam naungan kebebasan publik. Disinilah tampak hubungan antara demokrasi politik dan demokrasi sosial. Hubungan yang bersifat dialektik. Demokrasi sosial tidak akan terwuju kecuali dalam lingkungan demokrasi politik, dan yang terakhir tidak akan terwujud dengan murni dan bersih kecuali dalam keadaan-keadaan yang dikuasai demokrasi sosial. Perjuangan kelas tertindas semestinya memperjuangkan untuk kebebasan publik, yakni demokrasi politik sebagai sarana, dan demokrasi sosial sebagai tujuan.

Share on Facebook
February 26, 2010 · Posted in Categorized, NASIONALIS  
    

Comments

Leave a Reply





  • Pages

    open all | close all





  • Masih Proses, Tunggu.. :D
    Sponsored By :Dirrga.
  • Cinta Indonesia

  • Kerajaan Di Indonesia

  • Museum

  • Candi

  • Bangunan Bersejarah

  • Pahlawan Nasional

  • RSS Pencerahan jiwa

    • MAULID NABI SESUAI DENGAN ALQUR’AN 1 February, 2012
      Qola Rosululloh SAW: MAN ‘ADHOMA MAULIDII KUNTU SYAFII’AN LAHU YAUMAL QIYAMATI WAMAN ANFAQO DIRHAMAN FII MAULIDII FAKA’ ANNAMAA ANFAQO JABALIAN MIN DZAHABIN FII SABILILLAAHI TA’ALA Artinya : Bersabda Rosululloh SAW : “ barang siapa yang mengagungkan Hari Lahirku adalah aku memberikan syafa’at untuknya pada Haro Qiyamat. Dan Barang siapa yang menafkahkan satu […]
      Si Pincang
    • HATI TANPA IMAN 28 January, 2012
      Shohabat Ali bin Abi Tholib R.A. berkata : Orang yang mengagungkan Maulidin Nabi SAW, tidaklah orang  itu keluar dari Dunia kecuali keluarnya dengan membawa Iman. Jangan salah faham, mengenai Iman yang dibawa ini adalah Iman Muktasabi, bukan Iman Ghorizi.   BAHAYANYA HATI TANPA IMAN   Orang yang keluar dari dunia tidak dengan membawa Iman (Iman […]
      Si Pincang
    • MENGAGUNGKAN KELAHIRAN NABI SAW (lanjutan) 26 January, 2012
      INFAQ UNTUK MENGAGUNGKAN KELAHIRAN NABI SAW   Pada satu Hadits di tulisan sebelumnya menerangkan, orang yang mau menafkahkan / menshodaqoh kan  hartanya satu dirham dengan niat mengagungkan kelahiran Nabi besar Muhammad SAW, orang tersebut seakan-akan menafkahkan satu gunung emas untuk jihad fii sabilillah. Ini kalau satu dirham, bila sampai dua dirham berar […]
      Si Pincang
    • MENGAGUNGKAN KELAHIRAN NABI SAW 24 January, 2012
      Kita sedang menghadapi bulan lahirnya Nabi Muhammad SAW , maka di sini perlu disampaikan beberapa Hadits sehubungan dengan mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad SAW. 'ADHOMA MAULIDIN NABIYYI SHOLLALLOOHU 'ALAIHI WASALLAMA (Mengagungkan kelahiran Nabi Shollalloohu 'Alaihi wasallama).   1. HADITS NABI   QOOLA ROSUULILLOOHI SHOLLALLOOHU 'ALAI […]
      Si Pincang
    • Ning, Neng, Nung, Nang (Repost) 19 January, 2012
      Siapa sejatinya diri kita sebagai manusia ? Pertanyaan ini sederhana, dapat dikemukakan jawaban paling sederhana, maupun jawaban yang lebih rumit dan rinci. Jawaban masing-masing orang tidak bisa diukur secara benar-salah. Cara menjawab siapa diri manusia hanya akan mencerminkan tingkat pemahaman seseorang terhadap kesejatian Tuhan. Hal ini sangat dipermaklu […]
      Si Pincang
    • KESEMPURNAAN WUJUD MANUSIA (PROTECTED) 18 January, 2012
      Sejak kapan manusia mengenal tuhan dan kejadian manusia. Sebelum terbentuknya manusia, didalam alam ruh, terjadi pengakuan adanya ketuhanan sesuai dengan alqur'an. ALASTU BIROBBIKUM "Bukankah AKU tuhanmu " BALA SAHIDNA "benar ya ALLAH, engkau adalah TUHANku", kemudian "KALAU KAU AKU TURUNKAN KEDUNIA APA JANJIMU" . "TIA […]
      Si Pincang
    • HAKEKAT SHOLAWAT 17 January, 2012
      INNALLOOHA WA MALAAIKATAHU YUSHOLLUUNA `ALANNABII YAA AYYUHAL LADZIINA AAMANUU SHOL-LUU `ALAIHI WASALLIMUU TASLIIMAA. ( Al Ahzab ). “ Sesungguhnya Alloh dan Malai kat-MalaikatNya bersholawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu semua kepada Nabi dan mengucap salam dengan sung-guh-sungguh “. Disitu sudah ada keterangan : Alloh melimpa […]
      Si Pincang
  • RSS Jendela Shiddiqiyyah

    • Menguji Kesaktian Sang Kyai 4 February, 2012
      Gali Sejarah yang Masih TerputusSejarah ibarat sebuah pohon,  tumbuh mengakar dan menjulang tegak ada batang, cabang, ranting, kemudian berkembang berbunga hingga berbuah. Melalui proses yang panjang buah sejarah hadir untuk dinikmati generasi berikutnya. Karena banyaknya cabang, batang sejarah itu kadang masih terpendam.  Waratawan Al-Kautsar Robwail Fijriy […]
    • Tangga Jaami’atul Mungkid di Rombak 4 February, 2012
      Baru-baru ini anak tangga lantai satu gedung Jaami’atul Mudzakkirin Yarjuu Rohmatalloh II, Mungkid Magelang, Jawa Tengah, di rombak. […]
    • Etika Bisnis Menurut Islam 4 February, 2012
      Secara umum bisnis diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia  untuk memperoleh  pendapatan  atau  penghasilan  atau  rizki dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupnya dengan cara mengelola  sumber  daya  ekonomi  secara  efektif  dan  efisien.   […]
    • Muspin Ikhwan II Cokro Kembang 3 February, 2012
      Organisasi Ikhwan Raudhur Riyahin Minal Maqooshidul Qur-anil Muhin II Cokro Kembang  hari ini, Jum’at 10 R. Awwal 1433 H mengadakan Musyawarah Pimpinan bertempat di Gedung Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat. […]
    • Keajaiban Dan Keutamaan Shodaqoh bag. 3 3 February, 2012
          Yazid Bin Abi Habib menceritakan bahwa Abu Khoir bercerita, bahwa sesungguhnya dia pernah mendengar Uqbah Bin Amir R.A berkata : “Saya mendengar Rosululloh SAW Bersabda : “Setiap orang akan berada di bawah naungan shodaqohnya (pada hari Kiamat), sehingga diputuskan perkara terhadap manusia atau ditegakkan hukum di antara manusia.” […]
  • Area Admin www.dirrga.com

  • Admin

  • Browsing Anda Terdeteksi Dengan IP